
"Berhenti disana, mulai dari sini tidak akan ada lagi yang lahir!" kata pria itu dengan nada tinggi.
Pria itu tampak sangat mencekam, dari aura keberadaannya saja mampu menundukkan bidan-bidan yang menjaga Sina.
Tatapan matanya yang sangat tajam menunjukkan bahwa dia sangat serius tentang ini, sang suami pun tidak kuat menahan dan akhirnya tunduk kepada pria itu.
"Bagus, seperti itulah cara kalian menghormati raja. Kupuji kalian karena patuh, biasanya orang lain mati setelah melihatku" ujar pria itu dengan sombong, lalu dua pengawal berjubah datang menghampiri nya dari belakang.
"Tuan Sora, kami telah mengecek keadaan bumi ini, sekitar 95 persen populasi manusia telah musnah! dan dalam beberapa hari lagi bumi ini akan hancur. Kita harus pergi sekarang" ulas sang pengawal.
"Oh ya? kalau begitu bagus, akan ku selesaikan yang ada disini dulu."
Pria itu adalah Sora, dia pemilik dari Golden Orb di tahun 1976, tujuannya saat ini adalah menghancurkan bumi di semesta ini dan semesta lainnya, dia tidak ingin ada kehidupan lain di semesta luar.
Sina sangat kesakitan menahan semuanya, lalu dia pun jatuh pingsan dalam keadaan sekarat, Sora berjalan menghampiri Sina namun sang suami menghalangi jalan Sora.
Suami itu bernama Katsura Yoru, dia membentangkan kedua tangannya untuk menghalangi Sora.
"Apa yang kau lakukan? kau tahu ini sia-sia, bukan?" tanyanya sinis.
"Kau ingin melawanku juga percuma, kau hanya akan mati dalam sekejap, mau kabur juga percuma" Sora tertawa.
"Aku takkan.. Membiarkan kau lewat..!" ujar Yoru dengan wajah tertekan menahan aura intimidasi Sora.
"Mentalmu cukup kuat, namun kau tidak bisa mengalahkanku hanya dengan mental yang kuat. Sekarang menyingkirlah" aura Sora semakin mencekam, rasanya dapat membunuh seseorang.
Yoru terus berdiri dan melindungi Sina, lalu ada retakan yang terjadi di antara Yoru dan Sora, retakan tanah itu membuat keduanya terpisah.
Retakan itu sangat besar, Sora bertanya-tanya mengapa bisa tanahnya terpecah sedangkan yang membuat seluruh benua menjadi satu adalah ulahnya.
Yoru dan yang lainnya memanfaatkan ini untuk kabur, mereka menaiki ambulan dan kabur sejauh mungkin, untungnya tempat pengungsian manusia ada di sisi Yoru.
Sora tak bisa mengejar karena kekuatan penuhnya sedang dalam persiapan, dia pun membiarkan mereka kabur karena mereka sudah tidak ada gunanya kabur, beberapa hari lagi bumi ini akan hancur.
"Sekarang siapakah penyebab terpisahnya daratan ini?" Sora berjalan mendekat ke ujung daratan yang baru saja terpisah, lalu sebuah angin yang kuat mendorongnya. Sora hampir terjatuh namun dia baik-baik saja.
"Angin ini bukan angin alami, aku tahu ada orang disana, keluarlah" kata Sora, dia masih membelakangi arah angin tersebut.
Setelah Sora berkata begitu, seorang kakek-kakek dengan tongkatnya yang sudah berumur 60 tahunan keluar dari balik bongkahan batu, berjalan pelan-pelan agar dia tak terjatuh.
"Seorang lansia? yang benar saja!" Sora tertawa lepas.
Kakek itu mengetuk tanah dengan tongkatnya dan angin kembali datang, kali ini jauh lebih hebat, Sora terjatuh ke lautan.
Dibalik bebatuan, ada orang lain yang bersembunyi juga, dia adalah Feria. Katsura dan Feria sudah sampai dari tadi, mereka hanya memperhatikan keadaan sekitar yang seperti kiamat.
Katsura saat ini adalah kakek-kakek yang baru saja menghembuskan Sora ke lautan, dia menyamar menjadi orang lain agar identitas aslinya tidak diketahui oleh pengguna Golden Orb lain.
Sora melompat jauh ke langit dan kembali ke permukaan dengan penuh dramatis, dia berakting seolah-olah serangan barusan itu membuatnya mati, dia sedang sarkas didepan Katsura.
"Kau, siapa namamu, pak tua?" tanya Sora setelah dia berakting, dia menunjuk Katsura dengan telunjuknya.
"Cih, semua orang tua memang tidak bisa diandalkan, kalau begitu selamat tinggal, kek" Sora melancarkan bola petir pada Katsura.
Namun bola petir itu tidak meledak, Katsura memotong bola itu dengan tongkat nya yang dilapisi dengan api.
Mata Sora terbuka lebar-lebar, seakan melihat sesuatu untuk yang pertama kalinya, "Wah" katanya kagum.
Sora tertawa lepas lalu berkata, "Bagaimana bisa ada pengguna sihir lain? menarik, ini sangat menarik."
"Hei kau, kakek. Bertarunglah denganku, suatu kehormatan bagimu untuk ditantang bertarung oleh raja" Sora mengajak Katsura untuk bertarung langsung.
"Walaupun kau akan mati, sih" tambahnya sombong.
Katsura tidak menjawab ajakan Sora, dia hanya menatap wajahnya dengan penuh pertanyaan, dia bertanya-tanya dalam pikirannya apakah dia pengguna Golden Orb di masa ini atau bukan.
Sora menunggu jawaban Katsura, tanpa menunggu lagi dia pun menyerang duluan. Sora melemparkan tombak api ke Katsura, Katsura menahannya dengan gelembung air.
Katsura mencoba tak mengeluarkan kekuatan aslinya saat wujud ini, jadi dia hanya menggunakan sihir elemen dasar.
Katsura menghentakkan tongkatnya ke tanah dan membuat retakan yang berjalan menuju Sora, Sora melompat ke langit dan berkata, "Oh jadi itu kau yang merusak daratan ini, aku tidak terkejut, sih."
Dari atas, Sora melemparkan pedang-pedang kecil dalam jumlah banyak, Katsura menangkis beberapa dengan tongkat nya, namun setelah itu, pedang nya meledak.
Sora turun dari langit dan mendarat ke permukaan, saat satu kakinya mendarat ke tanah, seluruh permukaan tanah seketika retak dan hancur berkeping-keping.
Katsura jatuh ke lautan, dia terpaksa harus menggunakan sihir gravitasi nya. Namun sebelum itu, dia melancarkan beberapa hewan buas dari api yang mengejar Sora diatas.
Katsura menghentikan kehancuran daratan dengan sihir gravitasinya, semua tanah yang tertahan di satu tempat.
Sora sedikit kesulitan dengan hewan buas yang dikeluarkan Katsura, saat Katsura melompat dari bawah, dia melancarkan petir murni dari alam untuk menyambar Sora.
Sora terkena serangan langsung, dia tak bisa bergerak sebentar, saat dia sudah bisa bergerak kembali, Katsura dengan cepat mengayunkan tongkatnya ke leher Sora.
Sora menahan ayunan tongkat itu dengan satu tangan, lalu dia menendang Katsura cukup jauh. Jika yang dilawan Sora saat ini adalah kakek-kakek asli, maka sudah pasti kakek itu sudah mati.
Katsura kembali dengan menaiki ikan yang terbuat dari air, lalu dia pun melemparkan ikan-ikannya ke arah Sora.
Ikan itu dapat memperlambat gerakan target yang terkena sentuhan dari ikan itu, Sora membakar ikannya dengan api biru dari tangannya, ikan itu pun terbakar.
Katsura mendarat kembali di permukaan, lalu Sora menghentikan pertarungannya.
"Cukup sampai sini dulu, aku masih ingin bertarung melawanmu, namun waktuku sudah habis disini. Kita akan bertarung lagi beberapa hari lagi, aku akan mencari mu. Kau takkan bisa kabur dari ku" katanya secara tiba-tiba.
"Dah, Golden Orb sudah menungguku" Sora berbalik.
Di dalam sana, Katsura sangat terkejut dengan perkataan Sora, Sora lah yang Katsura cari dari perkataan Marx.
Katsura pun mengiyakan dan pergi dari tempat itu bersama Feria.