Destiny Holder

Destiny Holder
Kebangkitan Kekuatan Baru, Katsura Vs Zero Act.3!



Katsura berdiri dan memposisikan tubuhnya menghadap lurus searah dengan Zero di kejauhan.


Tubuh Katsura bagian kanan mulai dari rambut, badan hingga kaki menjadi warna hijau bercahaya terang, serta Katsura terlihat seperti memakai jubah kerajaan jika dalam mode itu.


Ada satu sayap terbentang di bagian belakang tubuhnya yang menyala terang, disertai dengan mahkota setengah jadi di atas kepalanya.


Katsura merasakan kekuatan yang besar terus meluap dari dalam dirinya, dia tak bisa menahan lebih lama lagi karena jika dibiarkan mengalir, tubuhnya takkan kuat untuk menahan beban kekuatan sebanyak itu.


"Jadi kau diam-diam menyembunyikannya, ya? menarik, cepatlah maju" Zero berkata dengan nada sinisnya, matanya ditutup setengah, melihat penampilan Katsura yang baru membuatnya sedikit tertantang.


..." Blade Of Annihilation "...


Zero mengangkat satu tangannya ke atas kepalanya dengan telapak tangan menghadap ke bawah, lalu sebuah pedang tercipta dari tangannya.


Pedang itu berbentuk seperti pedang kuno Jepang dengan bilah yang berwarna ungu secara keseluruhan dan dialiri dengan aura-aura gelap di sekitarnya.


Di bagian Fuchi pedang itu juga unik, gagang dan bilahnya terpisah oleh bola energi di tempat Fuchi tersebut, bola itu tampaknya menghisap kekuatan disekitarnya seiring waktu. (Fuchi adalah bagian pembatas antara bilah pedang dengan gagangnya.)


Pedang itu memiliki tampang yang mengerikan, dari bentuknya saja membuat Katsura sedikit khawatir tentang pertarungan yang akan dia lalui kali ini.


"Majulah" bilah pedang Zero berada diantara kedua matanya, menatap tajam ke arah Katsura dengan sangat serius.


Katsura tak bisa menunggu lebih lama lagi, tubuhnya sudah siap untuk bergerak dan dia pun melaju dengan sangat cepat.


Pergerakannya bagaikan kabut, setiap Katsura bergerak maka akan meninggalkan jejak angin di tempat sebelum ia berpindah.


Katsura menebas Zero dari samping dengan tangan kosongnya yang sekarang menjadi tajam akibat perubahan barunya, namun Zero merespon dengan menangkis menggunakan pedangnya.


Pedang itu mengeluarkan suara seperti beradu dengan sesama besi, Zero terkesan dengan perubahan drastis Katsura yang terjadi dalam waktu singkat.


Katsura dengan sangat cepat terus meninju Zero dengan pukulan tajamnya, namun kecepatan Zero terus menerus bertambah, di pukulan yang ke-31 Katsura, Zero berhasil mengelak dan menebas pundak Katsura.


Tebasan itu cukup dalam, namun dalam beberapa milidetik Katsura langsung meregenerasi pundaknya. Seakan tebasan itu tidak pernah mengenai Katsura.


Zero mengeluarkan ekspresi yang seolah-olah mengatakan "Hah?" lalu dia pun mundur untuk membuat strategi baru.


Namun saat Zero melompat kebelakang, Katsura sudah berada di bawahnya. Namun sayang sekali Zero masih bisa bereaksi terhadap kecepatan Katsura itu.


Dia berputar dan pedangnya membelah setengah kepala Katsura, namun lagi-lagi dia beregenerasi dengan sangat cepat.


Di udara, Katsura mengira bahwa Zero tak bisa mengelak darinya sehingga Katsura melancarkan serangan dari jarak jauh.


..." Divine Light! "...


Divine Light yang sudah ditingkatkan berkali-kali dilancarkan ke arah Zero di udara dan membuat ledakan hebat di udara.


Asap bertebaran di udara, setelah asap itu menghilang, Katsura melihat Zero baik-baik saja, dengan bola energi ungu gelap di depannya yang menghalangi serangan Katsura.


"Apa..?" Katsura kebingungan, seharusnya Divine Light miliknya itu adalah serangan mutlak yang tak dapat dihindari apalagi ditangkis, karena semua yang menghalanginya akan menghilang.


"Apa kau berpikir bahwa kenapa seranganmu tak melenyapkan bola milikku ini?" kata Zero dengan posisi terbalik di udara, dia menahan udara agar tidak terjatuh ke tanah.


"Apa kau pernah mendengar soal... tingkatan sihir?" ucapnya lagi, setelah ucapan itu, tubuh Katsura kembali berlubang seperti daun yang digerogoti oleh ulat.


"A-apa?" Katsura kebingungan, begitu banyak bola energi ungu di belakangnya yang menembus tubuhnya. Dia pun langsung beregenerasi secara otomatis.


..." Pulla Scura "...


Dua bola energi yang lebih besar muncul di atas Katsura, namun Katsura menghindari nya dengan sangat cepat.


Zero sekali lagi melancarkan bola energinya secara lurus ke arah Katsura, Katsura merespon dengan memanggil kembali Crescenta Deluz-nya dan menyatukannya kembali.


Katsura mengayunkan sabitnya dengan keras, gelombang tebasan itu melaju kencang ke arah serangan Zero, namun hasilnya nihil, tebasan Katsura lenyap begitu saja.


"Mustahil.." ucap Katsura, lalu dia menyadari dia telah dikepung oleh banyak bola energi oleh Zero.


Zero telah kembali ke posisi awal, berada di atas tanah menyaksikan serangannya mendistorsi Katsura.


Namun, semua serangan itu kembali mundur ke titik awal sebelum mereka di buat dan Katsura berhasil kabur menjauh.


"Hm?" Zero sedikit terkejut, lalu serangannya berbalik kepadanya secara tiba-tiba.


..." Reverse "...


Serangan itu mengenai Zero dengan telak, namun baju zirahnya menyelamatkan nya dari kekalahan.


Zero melompat tinggi ke atas, namun di sampingnya suda ada Katsura yang siap mengayunkan Crescent Deluz-nya.


Saat Crescent Deluz-nya di ayunkan secara menyamping, Zero menahannya dengan pedangnya dan kedua senjata itu beradu kuat di udara.


Kedua senjata itu beradu dengan tekanan yang luar biasa, wajah Zero dan Katsura tampak tertekan mencoba mempertahankan dorongan senjatanya masing-masing.


Katsura menaikkan intensitas aura di Crescent Deluz, lama kelamaan sabitnya berubah warna menjadi kehijauan juga.


Dengan cara itu, kekuatan dorongan Katsura menjadi lebih maksimal dan lebih kuat, Zero semakin tertekan menahan kekuatan besar dari Katsura.


Zero berteriak sangat keras dan membalikkan keadaan, walaupun dia kalah dalam adu senjata, namun Katsura sudah terkepung oleh banyak sekali Pulla Scura miliknya.


Zero terpental sangat jauh di padang pasir, sementara Katsura termakan oleh Pulla Scura.


Sebuah sihir berbentuk seperti jam dinding tercipta di tempat Katsura, menutupi cakrawala dari bawah. Semua serangan yang menyerang Katsura pun menghilang lenyap tanpa sisa.


"Jadi sihirnya mirip dengan Circular Burst milikku, ya.. aku paham sekarang" ucap Katsura setelah menganalisis cukup lama sepanjang pertarungan.


Cara kerja sihir Zero adalah menteleportasikan sesuatu yang tersentuh ke titik nol, dimana titik ini tidak memiliki apapun selain kehampaan tanpa batas, setiap yang terkena sihir Zero maka akan langsung lenyap tanpa sisa, karena proses pemindahan ke titik 0 yang sangat menyakitkan.


"Aku harus mengakhiri ini dengan cepat sebelum dia mengungguliku lagi.." tambah Katsura di atas langit, lalu dia menerjang Zero dari atas.


Katsura memposisikan Crescent Deluz-nya didepannya, begitu dia sampai ke tempat Zero, Crescent Deluz-nya tertahan dengan sempurna oleh ujung bilah Zero.


..." Sparo, Giganto "...


Ledakan energi hebat terjadi diantara Katsura dan Zero, hal itu membuat Katsura terpental ke udara, dan Zero memanfaatkan hal itu dengan memperbanyak Pulla Scura miliknya.


Ada ratusan Pulla Scura dengan ukuran yang beragam di udara, Katsura mencoba menyaingi salah satunya dengan Circular Burst miliknya, namun serangannya malah lenyap secara sia-sia.


"Sialan!" Katsura menginjak udara di belakang, namun Zero sudah bersiap dengan pedangnya.


"Kuberi tahu kau satu rahasia sihirku, sihirku yakni Warp Magic, mampu menghapus konsep sekalipun."


Zero mengayunkan pedangnya dan berhasil memotong tangan Katsura yang sedang menggenggam Crescent Deluz.


Saat Zero ingin mendekat, tubuhnya tiba-tiba terpental sangat jauh. Semua serangan yang dia lancarkan ke Katsura juga lenyap tanpa sebab.


Aura Katsura sekarang berubah menjadi emas dan sedikit hijau cerah, energinya membludak keluar.


"Maka aku bisa mengembalikan hal itu.." ucap Katsura, pupil mata di kanannya berubah warna lagi menjadi warna hijau, mengikuti aura dominannya.


..." Jikan Keshin! "...


Bersambung...