Destiny Holder

Destiny Holder
Sang Ilmuwan



Katsura terjatuh dengan sangat cepat, sampai pada saat dia sudah diatas permukaan tanah dengan posisi telungkup, Nico mendatanginya.


"Benar benar hebat, tak kusangka ada yang mampu mempunyai 2 sihir sejati sekaligus, ku ucapkan selamat untukmu"


"Namun, ini adalah akhir bagimu, selamat tinggal"


..."Sihir Cahaya : Pedang Suci Penebas Kejahatan"...


Nico membuat pedang cahaya yang sangat terang dan mengayunkan pedangnya ke arah leher Katsura.


..."Sihir Api : Kobaran Naga Api"...


Yubino muncul dari bawah tanah dan mengeluarkan api dari tanah, saat itupun dia menggendong Katsura dan menyerahkannya ke Homura.


"Sama halnya dengan Feria, lukanya sangat parah, bahkan jauh lebih parah darinya" ucap Homura khawatir.


"Kalian pergilah, serahkan yang disini kepadaku" kata Yubino.


"Bodoh, jangan gegabah! orang itu memiliki atribut sihir cahaya, kau bisa mati!" balas Arizawa.


"Tidak apa, aku akan mengakhiri nya dengan satu serangan, lagian aku juga ada backup kok" ucap Yubino sambil membuat bola api yang cukup besar.


"Baiklah, hati hati ya!" ucap Arizawa lalu pergi.


"Mengakhiri dengan satu serangan katamu? jangan membuatku tertawa!"


"Akan ku buat nasibmu sama dengan Katsura dan Pacarnya, majulah!"


Dikarenakan Yubino sedang fokus mengumpulkan energi, dia tak mendengar ucapan Nico.


"Sombong sekali ya.. (Dilihat dari perangkatnya, sepertinya itu adalah alat untuk meningkatkan sihirnya, aku akan lebih waspada)


"Harus kuakui, serangan itu mungkin akan berdampak kepada ku, namun kita lihat saja. Sihirmu melawan sihir ku, siapa yang lebih kuat!" Seru Nico sambil menodongkan pedangnya ke arah Yubino.


"(Aku harus mengakhiri nya dengan 1 serangan ini, jika tidak tamatlah aku. Perangkat ini dibuat oleh Homura untuk membuat atribut sihir lain selain api, dengan cara memusatkan energi sihir ku tepat di dada, tentu ini akan membuat kerusakan serangan ku bertambah 5x lipat)" ucapnya dalam hati.


Yubino saat datang kemari memakai seperti zirah tak sempurna, hanya ada bagian pundak sampai perut saja, dan di tengahnya terdapat bolongan serta mesin mesin khusus untuk menguatkan serangan.


"Lamban sekali.." keluh Yubino.


"Lama!"


..."Sihir Cahaya : Petunjuk Dewa Kea-"...


Tiba tiba Raiha dari belakang menusuk leher Nico dengan suntikan.


"Sialan! apa yang kau lakukan!" gertak Nico.


"Terimalah ini!"


..."Sihir Gabungan Api Dan Air : Gertakan Lahar Dan Laut!"...


Serangan itu membuat 2 atribut sihir menyatu, Api yang dilapisi Air, membuat serangan lurus ke arah Nico.


"Jangan sombong dulu kau!"


..."Sihir Bayanga-"...


Nico berhenti membuat sihir, dia malah terjatuh.


"Mengapa? MENGAPA PANDANGANKU BURAM?" geram Nico.


"SIAL!!" ucap Nico yang terkena serangan telak Yubino.


Serangan tersebut membuat Nico terpental sangat jauh, bahkan hutan yang di belakangnya ikut hancur.


"Berhasil.. Sialan Homura! dia bahkan bisa membuat aku menggunakan sihir gabungan" ucap Yubino yang kelelahan.


"Yah begitulah ahli teknologi, apapun serba bisa, bahkan dia juga yang menyiapkan suntikan tidur dengan dosis 10x lipat!" ucap Raiha.


"Yah kalau sudah begini selesai sudah, ayo kita pergi"


Yubino dan Raiha pun pergi meninggalkan medan pertempuran.


Di ruang medis, terlihat Arizawa dan Homura mencoba menyembuhkan luka serius dari Feria dan Katsura.


"Apa yang terjadi sih sampai tubuh mereka berlubang begini?" ucap Arizawa.


"Feria hanya tertusuk di bagian dada, dan melebar sampai ke perut, sedangkan Katsura.. tubuhnya penuh lubang seperti sarang lebah" jelas Homura.


"Uhh gila gila, aku tak bisa menangani ini, kau tangani Katsura ya, aku tak tahan melihatnya" ucap Arizawa.


"Dih? mengapa aku? aku ini banyak kesibukan tahu, misalnya makan cemilan"


"Gausah banyak alasan, cepat obati dia sebelum mati"


"Baiklah.. aku akan mengobatinya sebisaku"


Homura memakai pakaian dokter, dan bersiap untuk mengobati Katsura


Pertama dia menambal beberapa lubang dengan replikasi dari daging hewan yang hampir menyerupai daging Manusia.


Lalu dia menggunakan alat yang dia temukan dari semesta J-60. Alat itu berfungsi untuk menyembuhkan luka tusuk yang fatal.


"Kuharap ini bisa membantu, dan aku akan mencoba menyuntikkan sel daging manusia kedalam tambalan tadi"


"Suntikan ini berfungsi untuk menstabilkan daging yang ku tambal agar berfungsi seperti semula. Ah coba sihir waktunya sedang aktif, mungkin semuanya akan lebih mudah" keluh Homura.


"Lain kali akan kubuat benda untuk menyerap sihir seseorang, dan mencari cara untuk membangkitkan sihir waktumu tanpa perlu pemicu" ucap Homura meninggalkan Katsura di dalam ruangan.


"Woi Homura! tunggu aku, aku baru saja selesai, bagaimana denganmu?" ucap Arizawa.


"Sukses betul!" ucap Homura mengacungkan jempol.


"Ini mau kita tinggalkan saja mereka berdua didalam sini?" tanya Arizawa.


"Ya biarkan saja, besok juga mereka sudah bangun lagi, harusnya ya" balas Homura.


Lalu mereka berdua pun keluar ruangan dan meninggalkan Katsura dan Feria disana.


...*** 3 Hari Berlalu ***...


Feria membuka matanya, dan dia pun terbangun dari pingsannya.


"Eh? aduh duh tubuhku sakit sekali..."


"Terakhir kali aku ingat aku ditusuk persis saat aku ingin kabur, aku pingsan beberapa menit saat itu, saat aku bangun aku kembali ditusuk lagi.."


"Orang itu.. benar benar tak masuk akal kekuatannya" ucap Feria sambil memegangi dadanya.


Feria pun menoleh ke arah Katsura yang masih dalam keadaan koma.


"Kukira kamu sudah bangun.."


"Omong omong soal dia.. APAKAH SAAT MALAM ITU DIA SERIUS MENGATAKANNYA???"


"DUH WOI WOI CEPAT DONG BANGUN AKU INGIN SEGERA BERSENDER DI PANGKUANMU" ucap Feria dengan malu.


"Apakah aku harus bangun ya? tubuhku masih sakit sekali, tapi aku harus segera pergi ke kamarku"


Feria pun keluar dari ruangan, setelah ia berjalan beberapa lama dia bertemu dengan Raiha.


"UWAAAHHH FERIAA KAU AKHIRNYA BANGUN JUGAA AKU SANGAT KHAWATIR TAHUU" ucapnya sambil memeluk Feria.


"Eehh? maaf ya membuatmu terlalu khawatir, hehe" balas Feria.


"Bagaimana dengan Katsura? apakah dia sudah bangun?" tanya Raiha.


"Belum.. sepertinya dia mengalami luka yang sangat serius, biarkan saja dia untuk sementara"


"Saat kubuka selimutnya juga, tubuhnya di penuhi perban"


"Oohh, jadi Kau mau kemana sekarang?"


"Aku ingin pergi ke kamarku, mungkin ada obat yang bisa membantuku untuk pulih lebih cepat"


"Baiklah kalau begitu, aku ingin ke kantin, dadahh!" kata Raiha sambil melambaikan tangan.


...*** 7 Hari Berlalu ***...


Feria datang mengunjungi Katsura yang tak kunjung bangun lalu berkata


"Duhh, kamu kapan bangunnya, jangan mati dong!"


Selang beberapa saat, akhirnya Katsura membuka matanya perlahan.


"Ahhh... aku.. aku mati?" ucapnya dengan sangat lemas.


"KATSURAAA!! AKHIRNYA KAU BANGUN JUGAAA" seru Feria sambil memeluk Katsura yang sedang bangun.


"Eh? Feria ya? aku pingsan berapa lama?"


"Kamu pingsan 9 hari.. jangan buatku khawatir gitu dong.."


"Eh kamu khawatir ya? maaf deh ya hehe"


"Apakah tubuhmu sudah lebih mendingan? kudengar lukamu sangat parah bahkan sampai berlubang lubang"


"Iyaa mungkin seperti itu.. soalnya aku juga tidak terlalu ingat soal pertempuran waktu itu, yang terakhir kuingat adalah saat aku ditusuk oleh sihir cahaya miliknya."


"Tak kusangka, dia memiliki banyak sekali atribut sihir, mulai dari Api, Angin, Petir, Bayangan, Cahaya. Kurasa aku beruntung bisa selamat." jelas Katsura.


...*** Di Sisi Lain ***...


Nico masih hidup, dan sedang berjalan sempoyongan ke arah pesawatnya.


"Ughh.. Serangan waktu itu, kuat sekali.. yah walaupun aku sudah dilumpuhkan sih oleh suntikkan, mungkin mereka berpikir aku ini mati, tapi ya sudahlah"


"Aku tidak akan menyerah, akan kudapatkan kepala Katsura dan memamerkannya didepan Raja!" ucap Nico.


*Twiiitt-Twiiitt-Twiiittt


"Suara apa itu? terdengar seperti radio error, datangnya dari arah tempat supir.."


Setelah diputar, ternyata itu adalah pesan dari semesta J-60 kepada seluruh pesawat kerajaan, pesannya berbunyi


..."Perhatian kepada seluruh anggota kerajaan, raja dan pengawal tertinggi kita Dorman dan Ferus, telah menghilang! dan juga kekuatan nya telah murni menghilang secara fundamental! sinyal darurat untuk segera kembali ke kerajaan!"...


"Apa? tidak mungkin.. kan?"


"Cih sialan, mengapa raja bisa menghilang?!!?" ucapnya dengan nada panik.


"Aku bahkan tak sempat memutusi saluran komunikasi, yah mau bagaimanapun, ini berguna untukku"


"Tuan Ferus saja sampai menghilang? tidak mungkin dia mati, mungkin hanya mencari keberadaan tuan Dorman"


"Jika aku dapat mengirimkan sinyal.. mungkin akan membantunya, tapi tidak ada apa apa disini, hanya ada bocah ingusan saja"


"Lihat saja nanti, mungkin aku akan kembali!" ucapnya lagi sambil mempersiapkan pesawat.


...*** Kembali Ke Katsura ***...


Katsura sedang berada di ruang tamu, disertai oleh semua anggota Viper.


Homura menjelaskan semuanya bagaimana bisa ia menyembuhkan luka Katsura yang fatal.


"Jadi begitu.. kau memang hebat, Homura!" puji Zeldris.


"Terimakasih ya, kalau tidak ada kau mungkin aku sudah mati" ucap Katsura.


"Ya sama sama"


"Ngomong ngomong, soal Nico itu bagaimana? apakah dia sudah mati?" tanya Yukichi.


"Aku tidak tahu, yang pasti keadaannya saat ini harusnya sangat lemah, dia terkena serangan ku dan berhasil dilumpuhkan oleh Raiha" jelas Yubino.


"Kudengar dia memiliki sihir cahaya ya? gila sekali" ucap Hosura.


"Ya itu benar, aku ingat sekali saat dia menusukku dengan cahaya itu, dan pada saat aku di dimensi bayangan nya" ucap Katsura.


"Kau bukannya lupa ingatan soal pertarungan waktu itu?" tanya Feria.


"Iya memang, tapi aku ada ingatan walau sedikit. Soalnya aku saat itu sedang dalam mode lepas kendali, sihirku mengambil alih tubuhku" jelas Katsura.


Karma tiba tiba membuka pintu dan berkata


"Tuan Nico.. dia mendapatkan sinyal bahwa sang raja telah hilang!"


"Raja? mengapa dia bisa menghilang?" tanya Azashi.


"(Dorman bukan? dia terakhir kali ada disini melawanku, namun.. apakah akan kuberi tahu saja?)" ucap Katsura dalam hati.


"Lalu apa hubungannya dengan kami?" tanya Yukichi.


"Memang tidak ada indikasi lebih lanjut, namun berdasarkan informasi yang kudapat, pengawal tertinggi, Ferus juga menghilang tanpa jejak" jawab Karma.


"Tuan Nico mungkin akan memberi sinyal kepada tuan Ferus, dan akan menjadi bencana jika ia datang kesini"


"Memang sekuat apa dia?" tanya Katsura penasaran.


"Jangan kau bandingkan dengan tuan Nico, tuan Ferus kekuatannya jauh melebihi 1 Triliun tuan Nico yang dilawan bersamaan" jawab Karma.


"(SEKUAT ITU?)" ucap Katsura dalam hati.


"Emm ngomong ngomong, ada yang lihat Suizei? aku ingin berlatih senjata dengannya, dia sangat ahli bukan?" tanya Katsura.


"Suizei? dia sudah pergi meninggalkan kita" ucap Arizawa.


"Apa? bagaimana bisa?" tanya Katsura lagi.


"Dia berencana untuk membuat senjata terkuat di alam semesta, dan dia menjelajahi luar angkasa untuk mendapat bahan yang ia perlukan" jawab Arizawa.


"Mungkin.. dia tak akan kembali" ucap Cezo.


Bersambung...