Destiny Holder

Destiny Holder
Situasi Genting, Showa Menyerang!



Katsura berdiri dengan raut wajah yang sangat panik, sedangkan Suizei hanya terdiam dan melihat keatas.


"Showa? siapa itu?" tanyanya kebingungan.


"Dia adalah orang yang kulawan kemarin, yang menyebabkan pesawat mu rusak" jawab Katsura, sembari terus memerhatikan gerak gerik Showa.


"Kita bertemu lagi, Katsura Laith. Bagaimana rasanya sekarang? apa kau sudah menyadarinya?" kata Showa dengan nada sombongnya, lalu perlahan mendarat diatas tiang.


"Sialan, bagaimana caranya kau selamat?! kau sudah terkena serangan separah itu tapi kau tetap selamat. Cukup mengesankan" kata Katsura, tapi dengan nada yang menyinggung.


"Aku mempunyai kekuatan yang mampu untuk menukar kesadaran dan jiwa secara penuh. Ingat aku bisa mengkloning diriku sendiri? tepat disaat kau membelah tubuhku menjadi dua bagian, aku langsung berpindah ke tubuh satu lagi yang tersembunyi."


"Tapi disaat itu juga, aku malah tetap terkena efek serangan tebasanmu, walau tak separah yang ku kira, tapi itu cukup membuatku terpukul mundur. Saat itu juga aku mundur dan menunggu waktu yang tepat untuk melawanmu di lain hari. Pertarungan kita belum selesai, Katsura!" serunya dengan semangat yang membara.


"Tapi sebelum itu..."


"Apakah kau merasa ada yang janggal, Katsura?" Showa menatap Katsura dengan licik dan tajam.


"Kekuatanmu benar-benar menjengkelkan" kata Katsura.


"Ahahaha! rasakan itu. Aku menyadari bahwa potensi kekuatanmu sejak awal sangat luar biasa, makannya aku memutuskan untuk menyegel nya. Tidak, menghilangkannya" katanya lagi.


"Sekarang sudah bisa dipastikan siapa pemenang yang sebenarnya, semoga kau tenang disana nanti" tambah Showa.


"Berbicaralah sesukamu!" Suizei berteriak lalu mengeluarkan rantai api yang sangat panas dari belakangnya untuk mengikat tangan Showa.


"JANGAN REMEHKAN DIA!" teriak Katsura.


"Dia yang harusnya jangan meremehkanku. Katsura, letakkan energimu di wadah yang berbentuk seperti guci disana, aku akan mengulur waktu sebisa mungkin! gunakanlah waktu tersebut dengan baik" Suizei maju ke arah Showa.


Katsura memahami niat Suizei dan langsung berlari ke arah guci yang disebutkan.


"Kau berani juga menantangku, ku beri apresiasi pada dirimu" kata Showa yang kedua tangannya sedang di rantai.


"Namun... Hal seperti ini takkan bisa menumbangkanku!" Showa menaikkan tangannya dan menurunkannya lagi dengan cepat, dengan niat agar rantai yang ada pada tangannya dapat bergelombang dan menyerang Suizei.


Suizei melepas rantai dari genggamannya, lalu memetikkan jarinya, seketika rantai yang ia lepas berubah menjadi berbagai macam pisau kecil yang berbeda jenisnya.


..." Milia Foliorum! '...


Semua pisau itu menyerang ke arah Showa, namun Showa dengan santainya menghindari semua pisau itu sambil melompat-lompat di angkasa.


..." Gladius Aquae Dei "...


Suizei menciptakan pedang air yang sangat mewah sekaligus antik, seketika itu membuat Showa mengingat kembali masa lalunya disaat ia bertarung dengan pewaris pedang dewa.


"Haha! boleh juga kau!" seru Showa.


Showa menerjang dari atas, Suizei mengayunkan pedangnya dari bawah kesamping atas, memblokir tinju Showa yang akan datang kepadanya.


Showa tak peduli dengan itu, dia tetap meninju pedang yang ada di hadapannya. Alhasil, pedang tersebut lenyap sebagian karena terkena sihir atom Showa.


Suizei terkejut, tapi dia sadar tak ada waktu untuk itu, dia langsung memutar tangan kanannya untuk menyatukan pisau kecil yang ada di angkasa menjadi satu lalu memanjang hingga menusuk Showa.


"Apa-apaan itu tadi?" kata hati Suizei.


..." Secans Securis "...


Showa menciptakan 2 kapak di tangannya dan langsung mengayunkan keduanya secara menyilang dan mengarah ke leher Showa yang terbuka lebar.


"Aku bisa!"


Tiba-tiba saja, sejumlah angin yang dahsyat keluar dari tubuh Showa dan melenyapkan apapun yang tersentuh angin itu, termasuk kapak Suizei.


"Sial!" Suizei melompat mundur dan melihat Katsura masih belum selesai mentransfer energinya.


"Berapa lama lagi, Katsura!?"


"6 Menit!"


"Mustahil bagiku 6 menit saat melawan orang ini, benar-benar merepotkan!"


..." Vortex Of Blades! "...


Pisau itu menusuk lengan Suizei, namun Suizei membalasnya dengan menusukkan banyak sekali pedang berbilah tajam nan panjang ke punggung Showa.


..." Mors Arcum! "...


Suizei mundur dan menciptakan panah cahaya biru yang cukup besar, namun tidak lebih besar dari setengah badannya.


Dengan tangannya yang terluka, ia menembakkan anak panah ke arah Showa yang sedang tertusuk. Walaupun itu membuat lengannya semakin terluka, demi memperlambat gerakan Showa semua harus dikorbankan.


..." Glaring Bolt! "...


Anak panah yang ditembakkan Suizei mampu mematikan objek apapun, bahkan benda mati juga akan mati jika terkena panah itu.


Namun, Showa menahannya dengan perisai petir yang menyelimuti bagian depannya saja. Secara mengejutkan dari belakang sudah ada 4 anak panah siap menusuk Showa.


..." Hasta Exitii "...


Sekaligus dengan anak panah, Suizei melemparkan tombaknya ke arah Showa.


Showa pun tertawa lepas, lalu tubuhnya diselimuti aura abu-abu kehitaman. Sekilas terlihat seperti sebuah beruang kutub, Suizei malah kehilangan fokus dan akhirnya perutnya berhasil ditinju oleh Showa.


Suizei terpental sangat jauh, namun dia tak menyerah, dia menendang langit dan kembali ke tempat Showa berada.


Showa berjalan ke arah Katsura yang sedang mentransfer energinya, saat dia ingin menyerang, dia langsung di dorong oleh Suizei dari kejauhan.


Sambil memegang tombaknya, dia menjatuhkan Showa ke permukaan dan mengarahkan ujung tombaknya ke leher Showa.


Waktu yang dibutuhkan Katsura sekitar 1 menit lagi, sementara Suizei sudah hampir kehabisan tenaga.


..." Icy Strike! "...


Showa membuat 5 duri es yang besar dari bawah tanah, mengitari mereka berdua, salah satu durinya ada yang menusuk tangan Suizei lagi.


..." Affiliate Sword "...


Showa menciptakan pedang bermata dua, yang satu diselimuti sihir es dan yang satu diselimuti sihir api.


"Maju kau!" kata Showa penuh semangat.


..." Hasta Exitii "...


Suizei kembali memanggil tombaknya, kali ini ujung tombaknya diselimuti oleh sihir cahaya.


Suizei bergerak duluan, dia menusukkan tombaknya ke arah bahu Showa, tapi Showa memanfaatkan pedangnya yang besar itu untuk menutupi bahunya.


Dengan cepat Suizei memutar tombaknya lalu mengayunkannya ke arah kaki Showa. Alhasil, kakinya pun tergores.


"Aku kagum kau masih bisa berdiri setelah menerima banyak serangan dariku" kata Suizei.


Showa menunduk, tapi dirinya langsung mengarahkan ujung pedangnya ke leher Suizei tanpa diketahui.


Suizei yang sigap langsung mencoba mengubah arahnya menjadi keatas menggunakan badan tombaknya.


Serangan Showa itu pun berhasil diubah arahnya menjadi ke dahi, yang membuat dahi Suizei tergores cukup besar.


Suizei kembali memutar tombaknya lalu menusuk menggunakan ujung tombaknya ke arah yang berbeda-beda.


Dikala itu, Showa sibuk memprediksi dimana serangan selanjutnya akan mendarat. Hal ini sangat membuat Showa kebingungan dan akhirnya menimbulkan celah dimana lehernya terbuka lebar.


Mata Suizei terbuka lebar, lalu dia dengan cepat merubah tombaknya menjadi panah yang sebelumnya.


..." Mournful Shot! "...


Leher Showa yang terbuka pertahanannya tertusuk oleh panah cahaya yang besar.


Bersambung...