Destiny Holder

Destiny Holder
Belum Berakhir, Serangan Terakhir Dari Furuha!



Guyu lenyap, bersamaan dengan serangan Aizo. Arizawa yang terjatuh di udara melihat Aizo yang sedang melayang diatasnya.


"A....izo?" ucapnya lirih.


Aizo melirik kebawahnya, ia melihat Arizawa terjatuh, dengan cepat ia menendang angin dan mengangkat Arizawa sampai ke tanah agar tak terluka.


"Kau baik-baik saja?" tanya Aizo di udara.


"Ya.. Aku baik-baik saja" jawab Arizawa.


Mereka berdua pun sampai di atas permukaan, Yubino menghampiri mereka berdua dengan sempoyongan.


"Kerja bagus, Aizo. Kau sangat tepat waktu, entah mengapa bisa ada dirimu tadi" puji Yubino.


"Yah.. Tadinya aku sedang bertarung melindungi Zeldris yang ingin ditangkap, tapi secara tiba-tiba, dia memindahkan aku kesini. Dan pas sekali, momen itu tiba dimana musuh lengah" jelas Aizo bagaimana dia bisa tiba di medan pertempuran.


"Lalu, mengapa kau ikut bertempur? bukankah aku sudah melarangmu untuk ikut?" kata Arizawa.


"Aku tak tahan menjadi beban terus menerus untuk kalian. Jadi aku memutuskan untuk membantu walau sedikit, misalnya tadi saat Zeldris sedang pingsan, aku berusaha sebaik mungkin untuk mengulur waktu agar dia bangun."


"Tunggu sebentar, aura mu sangat familier.. Bukankah ini Juryoku No Ikari milik Katsura? bagaimana bisa kau mendapatkannya?" Yubino memotong pembicaraan.


"Ya, ini adalah Juryoku No Ikari milik Katsura, persis. Di tengah-tengah aku tak sadarkan diri saat pertarungan melawan Furuha, aku membangkitkan sihir sejatiku, yaitu sihir peniru. Sihirku bisa meniru kemampuan, jurus, sihir orang lain hanya dengan merasakan auranya. Kebetulan, aku sudah merasakan hawa ganas dari Juryoku No Ikari, yang membuatku bisa menirunya" jelasnya lagi.


"Begitu, ya.. Berarti, saat ini Zeldris sudah siuman?" Arizawa berbaring di tanah.


"Sudah, setahuku, dia juga sudah mengalahkan musuh yang aku hadang sebelumnya."


"Ini semakin mudah saja, kita hanya tinggal menunggu Katsura kembali dari luar angkasa" ucap Yubino.


"Mengenai itu.. Katsura terkena ledakan supernova dari jarak dekat, dan sekarang belum dipastikan apakah dia selamat, atau tidak" kata Homura melalui telepati.


Aizo, Yubino dan Arizawa yang mendengar hal itu langsung terpelongo.


"Hey.. Jangan bercanda, Homura. Katakan padaku yang sebenarnya!" ucap Arizawa dengan sedikit kesal.


"Dasar, sekarang aku sedang tidak main-main, kemari ke markas jika ingin melihat buktinya" bantah Homura tegas.


Mereka bertiga pun mengikuti kata Homura dan kembali ke markas, meninggalkan para tentara itu bertempur tanpa komando.


Saat ini, kedua belah pihak hanya saling berlindung, pihak Mato karena menunggu momen yang tepat, sedangkan pihak Showa kekurangan banyak pasukan.


"Apa menurutmu tak apa kita sebagai komandan meninggalkan pasukan disana sendirian?" tanya Yubino kepada Homura di markas.


"Biarkan saja, lagipula Zeldris sudah siuman, dia bisa bergerak cepat jika musuh menyerang balik" jawabnya sambil mengotak-atik komputer.


"Lihatlah, aku sudah memperluas jangkauan satelit milikku, ini terekam saat energi supernova mulai meluas sejauh beberapa menit cahaya. Disana aku mengambil sampel lewat gambar, lalu menganalisis nya. Dan benar, beberapa waktu lalu, bintang Alpha Centauri masih ada, namun meledak, bersamaan dengan Katsura. Saat ini, energi Katsura ada di dalam bekas supernova, menandakan bahwa energi Katsura meluap dan melebur bersama energi supernova tersebut" urai Homura.


"Tidak mungkin... Kan?" Aizo terpuruk.


"Aku tak percaya ini, aku yakin, Katsura pasti akan kembali! pegang kata-kataku!" seru Arizawa sambil memukul meja.


Di sisi lain, saat Zeldris ingin pergi meninggalkan Furuha yang terbelah menjadi dua bagian, secara mengejutkan tangannya terkunci dalam sebuah kubus berwarna ungu gelap.


Zeldris menoleh dan melihat Furuha bangkit dari kematiannya sambil menyerukan, "Kau pikir ini sudah berakhir? fufufu, lucu sekali."


"Apa yang..?"


"Sihirku adalah penyegelan, aku bisa menyegel lukaku sendiri, tahu. Sekarang kau akan mendapatkan ganjaran yang timpal!" serunya sambil mengepalkan tangan.


Kedua kubus yang menahan pergelangan tangan Zeldris mengecil dan menjepit tangan Zeldris hingga masuk ke dalam kulit dan menonaktifkan sel sarafnya. Yang membuat kedua tangan Zeldris lumpuh.


"Sial!-"


..." Ju "...


Furuha menggunakan tekniknya yang memunculkan banyak ujung bilah pedang dari pijakan musuhnya. Tetapi Zeldris dengan mudah menghindarinya dengan kecepatannya.


..." Kyu! "...


Furuha menembakkan banyak gelombang angin dari tusukan pedangnya, lagi-lagi Zeldris berhasil mempencundangi serangan tersebut.


"Kau seharusnya belajar dari kesalahan" kata Zeldris dingin yang sudah berada tepat disamping Furuha.


"Tanpa tangan juga aku akan mengalahkanmu!" tambahnya, lalu dia menendang Furuha dengan kaki yang dilapisi petir, Furuha mencoba menahannya sekuat tenaga, tapi dia terpental hingga ujung Lugar Cerrado.


"Aku.. sudah tidak peduli lagi..." ucap Furuha pelan.


"Maaf, tuan Showa, aku tak bisa memenuhi janjiku.. Tapi, aku bisa memberikan yang anda inginkan, walau harus mengorbankan apapun.." tambahnya, seraya memusatkan seluruh energi pada tangan kanannya yang terbuka.


"Apa yang coba dia lakukan?!" Zeldris sedikit berkeringat.


......" Totalist Magnitude Of Hypostasis! "......


Seluruh pesawat pasukan Showa yang masih ada di udara, semuanya terkurung oleh kubus Furuha, dan mendekatkan semuanya ke satu titik, dimana mereka semua bergabung dan membentuk sebuah robot raksasa.


Furuha pun menghilang dari pandangan Zeldris, dia pergi ke tengah-tengah dada robot itu sebagai penggerak dan pemberi tenaga.


"Aku takkan bisa menghadapi ini sendirian, apalagi kedua tanganku lumpuh. Aku harus segera memanggil bantuan!" Zeldris melompat menuju markas, namun dirinya tak bisa meninggalkan jangkauan yang ditentukan oleh Furuha, yakni 10km. Sementara jarak Zeldris dengan markas saja sekitar 230km.


..." Prisoner Of Darkness "...


"Kau takkan bisa kabur dari sini, mau kecepatanmu itu menembus konsep waktu juga takkan bisa keluar dari sini!" ucap Furuha sombong.


"Kau benar, aku akan menghancurkanmu disini" Zeldris mengambil posisi menyerang, dengan kedua kaki yang sudah dilapisi petir.


..." Un Punto "...


Zeldris melompat, dan meninggalkan satu titik kuning di udara, lalu dia melakukannya lagi di berbagai tempat yang berbeda hingga menjadi sangat banyak di langit.


"Entah apa yang kau lakukan, namun itu sama sekali tak berguna!" Furuha menggerakan tangan robot itu dan meninju ke arah Zeldris.


..." Activate "...


Seluruh titik yang telah dibuat Zeldris aktif, titik itu saling terhubung satu sama lain dan memancarkan laser dari satu titik ke titik lainnya. Membuat robot yang besar itu terkena banyak sekali laser. Furuha sempat khawatir, namun tidak lagi.


"Aku butuh bantuan, cepat! ke lokasiku sekarang, aku tak bisa menahannya lebih lama lagi" ucap Zeldris ke markas lewat telepati.


Robot itu menjadi kaku dan tak bisa bergerak dengan benar. Kulit robot itu sangat amat keras, bahkan petir ungu dari Zeldris tak mampu menembusnya, bahkan menggoresnya saja tak bisa.


..." Weather Storm! "...


Furuha bisa mengendalikan 5 elemen sekaligus saat mengendalikan robot itu, bahkan sampai bisa mengendalikan cuaca secara total.


"Kita harus pergi kesana secepat mungkin! musuh punya kartu as yang merepotkan!" kata Homura terburu-buru.


"Kita akan berteleportasi, jadi bersiaplah, Aizo!" tambahnya.


"Tunggu, hanya kita berdua?" tanya Aizo balik.


"Ya, Arizawa dan Yubino perlu istirahat. Cepatlah!"


"Sial, ini merepotkan sekali!" Zeldris sedang melompat kesana dan kemari menghindari banyaknya serangan elemental kearahnya, ditambah beberapa pukulan dan gerakan dari robot itu.


"Kami tiba!" Seru Homura dan Aizo serentak di atas tangan robot Furuha.


"Akhirnya kalian tiba juga, aku tak bisa pergi dari sini, mau melawan juga tak bisa. Tanganku lumpuh" Zeldris curhat kepada Homura.


"Baiklah, kau istirahat saja. Aku membawa sedikit kejutan" kata Homura.


Tangan robot Furuha terjatuh hingga menyentuh tanah, beserta dengan tubuh robot nya juga karena tak mampu menahan kuatnya gravitasi Juryoku No Ikari.


"Sial! dia lagi!" geram Furuha.


"Sekali lagi!" seru Aizo bersemangat, lalu dia menendang kepala robot hingga terpental sedikit keatas dan membuka celah pada bagian inti, dimana Furuha berada.


..." The Holy Arrow Of Destruction "...


Homura melancarkan panah yang sangat besar, berisikan sihirnya menembus inti robot sekaligus menusuk Furuha.


"Berdasarkan informasi dari Aizo, Furuha ini sangat sulit ditangani jika sihir penyegelan nya tak diatasi, maka perlu sihirku untuk menetralkannya selama batas waktu tertentu, lalu dia akan kehilangan kemampuan regenerasi abadinya, dan dia dapat dibunuh disaat itu" ulas Homura, lalu dia memandang ke langit.


"Sekaranglah saatnya, KATSURAAA!" seru Homura dengan lantang.


Katsura muncul dari atas robot dan meninju inti robotnya dari belakang, sehingga membuat Furuha keluar dari inti tersebut hingga terpental ke tanah.


*Bersambung...