
Semua luka yang Nico terima di awal pertarungan tadi sudah sembuh dengan sangat cepat akibat penyatuannya dengan Korjyu.
Mata Katsura bersinar sangat terang, memancarkan sinar harapan pada Nico yang tidak memiliki belas kasih.
Keduanya mengambil posisi, Katsura mengangkat sedikit Crescent Deluz-nya yang memicu Nico untuk menerjang terlebih dulu.
Setiap gerakan Nico saat ini diikuti oleh cahaya gelap yang menyambar kecil. Jika seseorang terkena pukulan Nico saat ini maka dia akan merasa sedikit tersambar.
Nico meningkatkan kecepatannya drastis, bahkan kedipan mata tak mampu menandinginya. Disaat pukulan hampir di landaskan di wajah Katsura, Katsura terlebih dulu menendang perut Nico dengan dengkulnya.
Nico merasa sakit hebat, Katsura saat ini sudah sangat berbeda dibanding yang dulu. Nico pun mundur namun Katsura mengikuti dari bawah, melancarkan gelombang energi yang elegan keatas langit, namun Nico berhasil menghindar walau dia di udara.
"Apa?!" Katsura merespon gerakan Nico diatas.
Nico menengok kebawah dan secara tiba-tiba kakinya sudah berada diatas punggung Katsura yang sedang berlari mengikuti Nico diatas.
Katsura terpukul jatuh ke tanah sangat keras, tanah disekitarnya retak dan Katsura merintih kesakitan.
Katsura memejamkan matanya sebentar dan menengok ke arah Nico, kini dia sudah berubah menjadi Homura kembali.
Seolah ada sesuatu memasuki pikiran Katsura setelah dia melihat wajah Homura lagi didepannya. Dia terpaku untuk beberapa milidetik, namun dia langsung tersadar dan membalas serangan Nico dengan lebih keras.
Bebatuan yang ada di sekitarnya naik keatas permukaan berbentuk sebuah duri yang akan menusuk Nico dari berbagai arah, Nico pun melompat mundur, namun Katsura sudah bergerak lebih dulu.
Nico baru sadar bahwa sabit Katsura tak ada di dekat Katsura, dia pun terkena serangan langsung dari putaran Crescent Deluz di punggungnya.
Crescent Deluz yang berputar itu terus mendorong Nico sangat jauh, dia tak bisa menghentikannya. Sementara itu Katsura menyiapkan sihirnya.
..." Vortex Blast! "...
Katsura melancarkan sebuah bola energi yang transparan ke arah Crescent Deluz-nya yang membawa Nico, saat itu juga bola nya berhenti di tepi jurang dan lautan.
Nico berhasil lepas dari putaran Crescent Deluz dan turun ke bawah dengan kecepatan tinggi, Katsura memanggil kembali Crescent Deluz-nya dan membuat jubah Nico bagian belakang robek.
Nico melihat bola energi Katsura tak melakukan apapun, hanya diam di tempat saja. Dia pun menyerang bola itu dengan kobaran api dari tangannya.
Namun, bukannya hancur justru bola itu malah menghisap api Nico. Nico yang masih terjatuh dari atas keheranan.Bola itu bersinar sangat terang dan menembakan kembali api yang dia terima.
Nico terkena serangan langsung, dia terjatuh ke laut.
Katsura datang ke tepi jurang dan melihat Nico terjatuh di laut.
"Hanya segitu saja? aku bisa melakukannya seharian" katanya cukup sombong, dia menatap ke laut.
Buih-buih di laut bermunculan dalam jumlah banyak, saat Katsura bertanya-tanya tentang buih itu, tebing yang ia pijaki retak dan terjatuh ke laut. Katsura tak bisa melompat ke atas, dia tertarik oleh sesuatu di laut.
"Apa-apaan ini?!" Katsura menyatukan Aoi Tsukiakari dengan Juryoku no Ikari. Dia memberatkan gravitasi dan massa nya sendiri agar tak bisa ditarik ke laut.
Kini aura merahnya sangat besar, wajahnya juga terlihat menahan sangat berat, namun tarikan dari bawah laut itu terus menarik Katsura hingga dia kelelahan.
Katsura tertarik ke dasar laut yang sangat dalam, sekitar permukaan120 meter ke bawah laut. Tekanan yang luar biasa menekan Katsura sampai akhirnya dia bertemu dengan Nico dibawah situ, namun dia sedang menuju keatas permukaan.
Katsura tenggelam, paru-parunya dipenuhi oleh air, dan dia tidak bisa bernafas sama sekali. Rasa sakit yang luar biasa timbul di dadanya, dia pun berteriak sangat keras.
Nico dari atas membekukan seluruh permukaan lautan menjadi es, dan tidak membiarkan Katsura kabur dari bawah.
Sebuah aura berwarna biru muda dan merah muda menyatu jadi satu muncul tepat di tempat Katsura jatuh. Aura itu sangat besar dan menggelegar bahkan auranya sampai terasa oleh temannya di markas, dan membangunkan Feria dari pingsannya.
Aura Katsura sangat dahysat dan menghancurkan semua es yang menutupi lautan, serta membelah lautan sesuai ukuran aura nya sekarang.
Sebuah lubang besar di lautan tercipta akibat aura Katsura yang masih menyala, Katsura berdiri dibawah sana dan menengok keatas.
..." Kirameku Hoshi Akari "...
Katsura melompat keatas beserta bebatuan yang dia bawa, bebatuan itu sangat banyak jumlahnya dan bertebaran di langit-langit diatas laut.
"Jadi, kau berubah menjadi wujud yang paling kubenci.." tangapan Katsura soal Nico.
Nico berubah menjadi Foyd, mengingatkan kembali Katsura kepada hari itu. Dia pun sangat kesal.
"Saat aku menjadi Homura kau tidak menyerangku dengan sekuat tenaga, masih ada keraguan dalam hatimu. Namun bagaimana dengan orang ini?" katanya.
Katsura membalas dengan tatapan tajam dan pedas, dia mengenggam Crescent Deluz-nya dengan sangat erat.
Katsura menerjang ke belakang Nico dengan cepat, sambil mengayunkan sabitnya ke kanan. Walau Nico berhasil menghindar, tebasan itu membelah ruang disana.
"Apa-apaan kecepatan dan kekuatan itu?!" gumam Nico saat menghindar.
Katsura berbalik dan terus menyerang Nico dengan Crescent Deluz-nya. Semua serangan dia gunakan untuk menekan Nico, putaran, tusukan, ayunan dan akurasi nya sangat bagus. Nico terus menangkis dan menahannya dengan pedang yang ia buat dari auranya sendiri.
Nico kewalahan terus menangkis semua serangan Katsura, dia pun mendorong Katsura mundur. Itu membuat Katsura lengah dan dia pun terkena serangan langsung dari atas. Nico menciptakan naga petir yang menyambar dan mendorong Katsura kembali ke lautan.
Tak lama kemudian, bebatuan yang diangkat Katsura melalui sihir gravitasinya bergerak ke sekeliling Nico.
Nico tau rencana selanjutnya Katsura, dia pun mencoba menghancurkan satu persatu bebatuan itu, namun batu itu tak bisa dihancurkan dengan serangan sihir. Itu akan mementalkan sihir apapun.
..." Un Corte Lateral Enjaulado "...
Semua batu yang ada disekitar Nico bersinar terang, dan sebuah tebasan cahaya dari Crescent Deluz Katsura mengenai salah satu batu itu.
Tebasan itupun menyebar dan meluas ke seluruh bebatuan, tebasan itu saling bersambung dan terlihat seperti sangkar yang tidak beraturan.
Nico terluka sangat sangat parah, seluruh badannya terkoyak dan penuh tusukan, dan Katsura melanjutkan dengan serangan berikutnya.
Nico terjatuh lemas tak berdaya, Katsura menerjangnya dari atas dengan lompatan dan menebas perutnya, lalu mendorongnya ke pohon diatas.
Perut Nico hampir terbelah menjadi dua, dia terbaring lemas di pohon bersama Katsura yang menatap Nico.
Tanpa disadari, Katsura mampu menghasilkan serangan yang begitu kuat kepada Homura, saat dia melihat Nico lagi, dia menjadi Homura tepat saat serangan pertama dimulai.
"K-kau sudah berkembang.. lebih pesat.." ucapnya lalu batuk darah.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Katsura.
"Tidak apa" Nico berdiri.
"Sebelum lanjut berlatih akan kuberi tahu semua yang ku tahu tentang Versace, dengarkan lah."
Bersambung...