
"Pengguna Golden Orb.. beserta pengguna kekuatan iblis.. menarik sekali, namun sampai jumpa."
Katsura terdiam setelah mendengar ucapan pengguna kekuatan iblis, sontak dia pun reflek berkata, "Kekuatan.. Iblis?" suara Katsura keluar yang dipenuhi oleh rasa penasaran.
Felix tertusuk di bagian bahu kanannya, dia memaksa bergerak dengan tubuh bagian kirinya. Tangan kiri nya diarahkan keatas, mengarah ke pria itu dengan membuat segel tangan yang berbentuk kepala rubah.
Seluruh tubuh Felix kaku saat digerakkan, saat dia akan meramal mantra, dirinya tertusuk oleh serangan pria itu lagi di bagian pergelangan tangan kirinya, yang membuatnya tak bisa lagi bergerak.
"Sial..!" geram Felix, tatapan kesalnya terus memandangi tampang pria itu.
Pria itu tak lain adalah anggota Escalivor nomor satu, yakni Karl. Karl mulai berbalik dan berjalan menuju portal, namun dari belakang, ada suara orang berlari kepadanya.
"Takkan kubiarkan kau pergi membawa itu!" teriak Suizei dari kejauhan sambil memposisikan pedangnya untuk membuat jurus.
..." Icy Strike In The Pace Moonlight "...
Suizei mengibaskan pedang bermata duanya berkali-kali, dan setiap kibasan pedangnya menghasilkan gelombang tebasan es yang melaju kencang ke arah Karl.
Es yang di keluarkan Suizei bukanlah es biasa, jika es itu mengenai sesuatu apapun itu, itu akan membekukannya sekalipun itu jurus darah milik Karl.
Dalam hatinya Suizei percaya bahwa serangannya akan bisa menghasilkan luka pada Karl, raut wajahnya sedikit khawatir karena Karl sudah selangkah menuju portal. Dia khawatir serangannya takkan membuat hasil.
Serangan Suizei terus melaju kencang, namun saat sudah memasuki radius 5 meter dari Karl, serangan Suizei meledak tanpa alasan yang jelas.
"Apa?!" ucap Suizei panik, lalu dia pun segera menyuruh Yubino yang terlebih dulu didepannya untuk menghentikan Karl.
"Yubino! hentikan dia sekarang!" teriak Suizei lantang yang dapat didengar seisi stasiun.
Yubino turun dari atas dan akan segera menghantam Karl yang terus berjalan menuju portal, dengan tubuhnya yang terlapisi api panas, dia menerjang langsung dari atas.
Setelah beberapa saat, Yubino pun menghantam posisi Karl saat ini dengan sangat dahysat, dentuman luar biasa terdengar jelas di telinga orang-orang, bahkan sampai membuat seisi stasiun bergetar.
Seringai rasa kemenangan terpapar pada wajah Yubino, dia kira dia berhasil menghentikan Karl. Namun, setelah beberapa detik, dia melihat bahwa terjangannya barusan tidak mengefek apapun pada Karl, karena adanya tembok energi yang mengelilingi posisi Karl saat ini.
"Apa?!" sontak Yubino terkejut, lalu dia terhempaskan oleh ledakan yang telah meledakkan serangan Suizei sebelumnya.
Karl tidak peduli dengan itu semua dan terus melanjutkan berjalan hingga satu kakinya masuk ke dalam portal, Aizo muncul cukup jauh didepannya.
"Mau kemana kau?" ucap Aizo sembari merentangkan kedua tangannya kemudian menyatukannya untuk membuat bola energi.
Benturan antara elemen cahaya dan elemen kegelapan menyatu di antara telapak tangan Aizo, kedua elemen itu saling beresonansi satu sama lain dan membuat bola energi yang sangat kuat.
..." Spatial Distortion "...
Bola energi dari kedua elemen yang menyatu berada di tangan Aizo, dia dengan cepat melaju menuju Karl.
Namun, belum jauh dari posisinya saat ini, dia tiba-tiba terkurung oleh kubus berwarna biru cerah, Aizo tidak bisa bergerak dan tidak bisa menggunakan sihir apapun.
..." Star Imprisonment "...
"Maaf saja, tapi kami tak bisa membiarkanmu melakukan sejauh itu" ucap seorang wanita di belakang kubus tersebut, yang mana dia adalah anggota Escalivor.
"Aizo!" Suizei berteriak, saat dia menyadari Karl semakin memasuki portal, dia pun lanjut berlari untuk mengejar Karl.
Sayangnya, Suizei pun terkena serangan ledakan yang entah darimana asalnya sehingga menghambat dirinya mengejar Karl.
"Ah, sudah selesai, ya?" kata wanita yang mengurung Aizo tadi, dia tampak kecewa.
"Membosankan" tambah wanita itu dengan nada mengejek, kemudian dia pun pergi melewati portal.
Para Escalivor pun pergi meninggalkan stasiun, setelah mereka pergi, semua sihir yang mereka tinggalkan juga langsung menghilang.
Aizo kembali bebas dari kurungan kubus tersebut, dia dengan kesal menonaktifkan kembali jurusnya. "Cih sialan" katanya.
Katsura dan Felix terbangun perlahan dari lantai, karena Karl menusuk tempat Shin mengalir, membuat mereka berdua tidak bisa menggunakan sihirnya untuk bebas.
Begitupun Suizei dan Yubino dengan situasi yang sama-sama terhempas oleh ledakan, mereka perlahan bangkit dengan perasaan berat hati.
"Kami.. gagal.." ucap Suizei lirih, hatinya terasa sangat berat, dia pun meninju atap stasiun hingga retak karena frustasi.
Arizawa juga perlahan bangkit dari tumbangnya setelah melakukan kontak mata dengan Karl, tubuhnya masih sempoyongan akibat tadi.
"Apa.. apa yang terjadi?" Arizawa bertanya dengan bersender ke tembok, rambutnya yang berantakan menutupi sebagian wajahnya.
Lantas Arizawa pun melihat ke arah Katsura dan Felix, dimana Felix sedang berdiri menatap ke angkasa, sementara Katsura duduk merenung dengan pandangan ke bawah.
"Kita gagal.." ujar Felix.
"Gagal?" Arizawa tampaknya lupa dengan kejadian barusan, lalu Katsura pun menegaskan, "Kita kehilangan Embodiment Crystal, Ferus dicuri" katanya dengan wajah yang menunduk.
"Mustahil.." Arizawa tak bisa mengatakan apapun lagi, dia seperti hilang harapan, namun dia memaksakan untuk tetap optimis.
"Sial!" Katsura meninju lantai stasiun dengan sangat keras, lalu tangisan mulai keluar dari matanya.
"Aku takkan membiarkan mereka merebut apa yang sudah kita capai, kita harus merebut Ferus kembali, takkan kubiarkan kematian Yuichiro dan Cezo sia-sia!" Katsura kembali mendapatkan motivasinya, dia segera berdiri untuk bersiap.
"Felix, aku-"
"Tunggu sebentar, aku tahu maksud dan niatmu, kau ingin menyerang Escalivor sendirian? jangan bercanda" Felix menyela, dia menatap Katsura dengan tatapan kurang yakin.
"Maksudku, kau memang teramat kuat, namun Escalivor yang sekarang bukanlah tandinganmu seorang. Mau bagaimanapun juga, Karl adalah monster utama setelah Ferus" tambahnya, dia memperingati Katsura agar tidak gegabah.
"Maka dari itu, kita perlu tentara, mungkin sebagian monster disini sudah berhasil diberantas Yukichi sendirian, namun aku yakin bahwa masih ada banyak monster yang mereka sembunyikan" Felix berjalan melewati Katsura.
"Yukichi?" Arizawa merespon.
"Kau tidak merasakan Shin miliknya? dialah yang membuat Suizei dan Yubino bisa membantu kemari, namun sayang sekali musuh kita lebih maju selangkah dari kita."
Aizo tiba-tiba menimbrung ke pembicaraan, dia masuk melewati lubang di atas stasiun. "Namun sebelum kita memulai penyerangan, bukankah kau harus menceritakan dulu apa yang terjadi selama ini?" katanya.
"Bukan begitu, The Demon Prodigy?" ungkap julukan Felix dari Aizo, yang membuat Felix sedikit terkejut.
...****************...
Di sisi lain, tepatnya di Regnum Assilum, seorang pria berambut biru tua yang ditutupi oleh jubah bertudung secara misterius melangkahkan langkahnya menuju ruangan raja.
"Serahkan sisanya padaku, Felix" ucapnya sambil berjalan, dari perkataannya dia adalah sekutu Felix. Dan juga dia adalah orang yang diselamatkan Katsura saat misi pertama, Yosua Alecto.
Bersambung...