
"Kebetulan" ucapnya pelan.
Katsura berkeringat, bukan karena takut, namun khawatirnya melebihi batas.
Perasaannya tak terbendung lagi, dia segera berlari menuju dalam rumahnya yang terbakar hangus, dan alangkah terkejutnya ia melihat tubuh ibunya tergeletak di lantai dan tertimpa puing-puing rumah.
Badannya lemas tak berdaya, hatinya hancur berkeping-keping, langit turut merajut kesedihan Katsura dengan hujan, angin bertiup lebih kencang dari biasanya.
Amarah yang bergejolak di dalam hati Katsura memuncak pada ujungnya, namun dengan tenang ia menunduk dan mencoba merasakan suhu tubuh ibunya.
Saat tangannya bersentuhan dengan dahi ibunya, badannya sudah mulai dingin pertanda ibu Katsura telah tewas tertimpa reruntuhan itu.
Katsura menatap mayat ibunya dengan tatapan kosong, lalu dia berdiri dan membelakangi Foyd.
"Mengapa? kau patah hati? itu belum seberapa dari apa yang kau perbuat kepada kami" Foyd memprovokasi.
"Dasar manusia lemah, hanya seperti itu saja membuat hati kecil mereka menangis, kau harus terbiasa dengan kematian, Katsura" tambahnya lagi, ucapannya semakin mengesalkan.
"Aku pulang, bu" ucap Katsura sangat pelan.
Hujan deras menyapu api yang berkobar, Katsura terlihat seperti menangis.
"Woi apakah kau mendengarkanku?" ucap Foyd kesal.
"Kau rindu dengan ibumu? maka akan ku buat kau menemuinya sekarang juga!" Foyd melempar bebatuan dengan sihir gravitasi milik Katsura.
Bebatuan itu justru hancur tanpa sebab saat memasuki jarak setengah meter dari Katsura.
"Apa..?"
Katsura berbalik, tatapannya masih kosong, dia tak mengatakan sepatah kata apapun walau dia sedang di provokasi.
"Apa-apaan tatapan itu, dasar pecundang" ejeknya lagi.
"Takkan.."
"Takkan kumaafkan" ucap Katsura semakin pelan, ucapannya tak terdengar sebab suara hujan yang semakin besar.
Foyd bisa mendengarnya, "Siapa juga yang ingin minta maaf? lagipula aku tak sudi dimaafkan olehmu" katanya lagi semakin menjadi.
"Kalau begitu lihat saja sendiri."
"Lihat? lihat apa? lihat rumahmu yang sudah hancur lebur?"
Katsura terpancing, namun dia memaksakan tetap tenang.
"Akan ku bunuh kau disini."
"Coba bunuh aku, jika kau bisa."
Foyd yang terprovokasi, dia kesal dan melemparkan lebih banyak bebatuan lagi. Kini dia sedang meniru tubuh Katsura sehingga dapat menggunakan sihir gravitasinya.
Katsura hanya mengibaskan tangannya secara pelan, semua bebatuan yang mengarah padanya terpental seketika. Dan juga puing-puing rumah Katsura yang sudah hancur ikut terpental jauh karena itu.
"Kau pikir kau bisa menang dariku? aku bisa mengkopi banyak orang!" seru Foyd sombong.
Katsura tetap dengan tatapan kosongnya, lalu dia berlari namun tak terlihat.
"Dia kabur ya sialan?!" Foyd mengira Katsura kabur darinya.
Katsura meninju punggung Foyd dengan sangat kencang, membuatnya terpental hingga menembus gudang.
Foyd menendang dinding gudang dan melancarkan serangan melalui sihir gravitasi nya lagi.
Katsura dengan mudah membaca semua serangan Foyd, malah dia memutarbalikkan bebatuan yang sedang menerjangnya.
Foyd melompat ke udara, dia berubah menjadi Aoi Tsukiakari.
"Kau tahu ini sihir siapa?" tanyanya sombong di udara.
Katsura hanya diam, dia bersiap untuk melompat juga ke udara.
Foyd meremehkan Katsura, dia hanya menembakkan bola bola cahaya yang dapat meledak jika terkena target.
Alhasil Katsura tak terhentikan, dengan itu dia berhasil menendang Foyd hingga ke permukaan tanah.
Foyd menendang Katsura dengan dua kaki, namun kedua kaki Foyd berhasil ditangkap dan Katsura menggunakan kaki Foyd untuk membanting Foyd berkali-kali.
Saat hantaman yang ke tiga, Foyd tidak tanggung-tanggung langsung berubah ke Kirameku Hoshi Akari.
"Kau takkan bisa mengalahkan dirimu sendiri."
"Aku bahkan tak perlu sebuah sihir kecil hanya untuk membunuhmu" balas Katsura.
"Apa kau bilang?! jangan meremehkanku!" Foyd semakin terpancing, dia memanggil rekaan Crescent Deluz.
Dengan brutalnya Foyd mengayunkan Crescent Deluz secara tidak beraturan, namun Katsura masih dapat membaca serangan Foyd yang sangat monoton.
Suatu saat dia berhasil melompat dan menggunakan Crescent Deluz yang sedang diayunkan sebagai tumpuannya.
Foyd terkejut, lalu Katsura salto di atas Crescent Deluz yang membuat Foyd terkena kaki Katsura dan membatalkan serangannya.
Crescent Deluz palsu terlempar dan menancap pada tanah, namun Katsura tak mengambilnya, dia maju lurus ke arah Foyd.
Foyd berdiri, namun langsung di hantam oleh Katsuta tanpa ampun. Katsura melancarkan pukulan berkali-kali tanpa henti.
Walau pukulan Katsura terlihat selalu mengenai Foyd, namun serangan yang mengarah ke titik vital selalu di blokir oleh Foyd.
Tubuh Foyd bonyok dipukuli Katsura, saat pukulan terakhir Katsura, dia berhasil menahannya dan melompat mundur.
Dia mengusap luka di dahinya, "Mengapa.. Kau begitu kuat keparat?!" ujarnya kesal.
Katsura tak menjawab dan lanjut berlari ke arah Foyd yang tak berdaya.
Foyd dengan mengejutkan berubah ke wujud yang tak asing bagi Katsura, dan membuatnya sedikit terkejut dan panik.
"Ini adalah musuh yang paling kau takutkan, bukan?" ucapnya.
Foyd mengambil tubuh Ferus untuk digunakan, dia berhasil membuat Katsura sedikit panik.
Syarat penggunaan kekuatan Foyd adalah, Foyd minimal harus tahu keberadaan orang yang akan di kopi. Jika sudah maka dia bebas berubah menjadi siapa saja.
Katsura kembali memasang muka datar dan tatapan kosong, membuat Foyd kesal mengapa Katsura tak sedikitpun takut.
Foyd menggunakan sihir dimensi milik Ferus, dia membuat portal dimensi dibawah Katsura untuk mengurung Katsura dalam dimensi buatannya.
Sesaat sebelum portal itu terbuat sepenuhnya, Katsura hanya meninju portal itu dan membuatnya hancur.
"Bagaimana.. Bisa?"
"Simpel, kau bukan dia. Dan kau bukan aku."
Katsura mengibaskan tangannya keatas, Foyd menunduk namun wajahnya di sikut.
Foyd mimisan, namun Katsura tanpa ampun terus memukulinya hingga benar-benar tak berdaya, lalu dia menendangnya hingga ke tiang listrik dan membuat Foyd tersetrum.
Katsura datang lagi, dia mengangkat Foyd, lalu dia melemparnya keatas dan menendangnya hingga permukaan tanah hancur, bahkan menciptakan kawah kecil.
Foyd kembali ke tubuh aslinya, dia tak kuat menahan semua serangan Katsura.
"Kau takkan bisa mengalahkan ku dengan wujud tiruan seperti itu, aku muak" ucapnya sambil berjalan.
"Semua yang kau ambil itu palsu, dan aku benci itu. Sihir, wujud, bahkan tipe serangan saja masih kau kopi, dasar rendahan yang tak kreatif dan tak bisa berkreasi sendiri" Katsura sampai di depan Foyd.
"Lihat, aku bahkan mampu mengalahkanmu hanya dengan serangan fisik, tidak ada sihir. Bahkan senjata yang kau jatuhkan tidak aku ambil, aku bukannya tidak sadar, aku sengaja" ucapnya penuh tekanan.
Foyd tak punya energi untuk berbicara, namun dari raut wajahnya, Katsura yakin Foyd pasti akan tetap kekeh untuk membunuhnya.
"Selamat tinggal, bajingan" Katsura menebas tubuh Foyd menjadi dua bagian hanya dengan telapak tangannya, dan Foyd sudah dipastikan tewas kali ini.
Hujan yang deras masih turun, Katsura menatap langit dengan murung, perasaannya masih sangat kacau.
Namun, tiba-tiba dia terikat oleh sihir Homura di belakang.
"Kena kau" ucap Azashi bersama dengan Hiromi.
Bersambung...