Destiny Holder

Destiny Holder
Akhir Pertempuran, Katsura Vs Versace Act.3



Katsura dan Versace terus saling dorong menggunakan energi mereka. Ledakan yang ada di tengah-tengah kedua energi itu terus berganti sisi, terkadang Versace lebih dominan, atau Katsura yang mendominasi. Sudah beberapa detik mereka saling beradu, namun terlihat bahwa energi Versace jauh lebih unggul daripada Katsura. Walau wajahnya terlihat sangat tertekan, namun dia berhasil mendorong lebih jauh. Katsura mundur sedikit demi sedikit akibat terdorong, pijakannya membekas di tanah saat terdorong.


Kini Versace lebih mendominasi, dia sudah terbiasa dengan adu gaya dorong mendorong ini. Dia pun meneruskan membesarkan energinya agar Katsura kalah. Namun Katsura tidak bisa kalah begitu saja, dia membuka matanya lebar-lebar dan mulai berteriak. Energinya pun kian membesar dan mendorong balik ke arah Versace. Versace terdorong sedikit, namun dia tetap lebih mendominasi daripada Katsura.


Seketika tumpukan batu di area Katsura bergerak. Saat Katsura menoleh, Homura bangkit dan menembak Katsura dengan sihir penetralannya. Katsura tak sempat menghindar, begitu sihir Homura menyentuh Katsura, kekonsistenan energinya menurun drastis, namun dia masih dalam mode Golden Orb-nya. Dan energi Versace semakin mendekat ke arahnya.


Dalam jeda waktu yang singkat, Katsura memanggil Crescent Deluz-nya dan menebas dari jauh agar gelombang tebasannya mengenai Homura. Dan itu berhasil, Homura terpental ke ujung sisi kubah dengan tebasan itu yang masih terus mendorongnya. Katsura kembali memfokuskan energinya, namun sudah sangat sempit ruang untuknya, dinding perisai yang ia buat hanya mencakup ujung dari kubah saja dari yang sebelumnya setengah bagian.


"Menyerah saja, Katsura!" Versace berteriak dan memprovokasi Katsura, energinya semakin membesar dan membesar. Katsura menutup matanya dan terus terdorong ke belakang. Dia sangat kesulitan menahan energi dahsyat Versace. Dia pun memikirkan sesuatu di pikirannya, rencana untuk menang. Dia membuka matanya dan mengambil alih ledakan plasma yang menjadi pusat dari pertarungan adu energi.


Kini ledakan itu sudah berada di tangan Katsura yang membuat area miliknya menjadi sedikit lebih luas, Katsura kemudian membuat ledakan yang sama di dalam area nya sendiri. Dengan kata lain, Katsura meledakkan dirinya. Perisai energi Katsura berubah menjadi ledakan cahaya yang sangat terang, dari dalam Katsura terus berteriak dan ledakannya semakin dan semakin membesar.


Sekarang Katsura yang mendominasi, Versace terdorong cukup jauh, namun dia tak menyerah, dia juga berteriak sangat keras dan terus mendorong energinya. Sekarang kembali ke titik awal, dimana keduanya sama-sama mendominasi. Namun tak lama setelah itu Katsura kembali mendominasi.


"Aku.. Takkan kalah!" kata Versace terisak, dia kesulitan berbicara. Energi Versace kian menipis, dan kini Versace ada di ujung kubah. Perisainya sudah sangat terkikis, saat dia kembali berteriak perisainya sudah hancur.


Matanya bercahaya dan waktu serasa melambat, ledakannya perlahan mengenai tubuh Versace. Dia melihat sesuatu yang tidak bisa dihindari, kematiannya sudah di depan mata. Cahaya terang menusuk memasuki matanya dan bayang-bayang masa lalunya terungkap.


400 tahun yang lalu, Versace berasal dari sebuah planet penuh padang pasir di Semesta J-10. Saat dia masih kecil, dia sudah sangat pintar dan sering diakui oleh banyak orang. Versace tak berasal dari Bumi, dia berbeda dengan ras manusia pada umumnya, itulah yang membuat kecerdikannya diluar akal sehat.


Pada umur 8 tahun, Versace sudah menguasai penuh ilmu astronomi. Dia tahu banyak tentang alam luar dan juga dia sudah menciptakan beberapa teori yang dianggapnya masuk akal, termasuk keberadaan Multiverse di luar sana. Di umur 9 tahun, Versace sudah menciptakan penemuan baru, penemuannya ini dapat melacak kehidupan di planet-planet lain. Sejak saat itu juga dia mengetahui bahwa rasnya tidak sendirian di alam semesta itu.


Versace bertekad untuk pergi mencari kehidupan lain, tekad dan kepintarannya sangat didukung oleh keluarga dan banyak teman-temannya. Di umur 11 tahun, Versace menjadi sangat kaya raya akibat cara berbisnisnya di planet itu, sudah banyak ras-ras lain yang memasuki planetnya dan membeli barang-barang yang dianggap cukup langka.


Tak lama setelah itu, Versace berhasil menguasai sihirnya secara penuh. Dia juga menciptakan banyak teknik-teknik sendiri. Setiap ada per-lombaan ajang pendidikan, Versace selalu ikut dan selalu memenangkan hadiah utama. Lama kelamaan kepintarannya membuat orang lain menjadi kesal.


Versace senang bahwa kepintaran dan keputusannya sangat dihargai oleh semua orang. Dia selalu meneliti dan terus membuat penemuan baru di umurnya yang masih 12 tahun itu. Lama kelamaan semua orang disana kehilangan pekerjaannya karena semuanya diambil alih oleh Versace sendirian, urusan makanan dan uang sudah dia atasi dengan cara bisnisnya, dan alat-alat pembantu sering dia buat.


Namun, warga bukannya senang, mereka malah kesal dan menaruh iri pada Versace. Sampai suatu ketika saat Versace sedang meneliti di laboratoriumnya, saudaranya datang ke ruangannya membawakan secangkir minum yang sudah diracuni.


Ketika Versace meminum itu, tak lama dia merasa pusing dan saat dia pusing dia tidak sadar telah menyenggol cairan kimia dan cairan kimia itu mengenai matanya hingga tubuhnya. Itulah yang membuat tubuhnya menjadi terbakar, matanya merah pekat, semua akibat cairan kimia yang tak sengaja ia senggol. Dia menjadi makhluk buruk rupa, kehadirannya menjadi ditakuti di masyarakat.


Ibunya perlahan mendekat dan menusuk perut Versace. Versace tak percaya bahwa orang yang sangat dia hargai dan dulunya sangat memercayainya mengkhianatinya seperti ini. Dia menangis.


"Lantas, untuk apa bantuanku untuk kalian semua jika balasan kalian seperti ini padaku?!" bentaknya pada seluruh warga.


Hatinya terasa sangat sakit. Dia pun melompat mundur pergi ke pesawat rahasianya. Dia sebelumnya ingin memberitahu warga tentang pesawat itu, namun setelah melihat reaksi warganya dia pun memilih untuk kabur.


Dia membawa semua kekayaannya dan melarikan diri. Di dalam pesawatnya, ia merasa sangat kehilangan dan sangat tertusuk oleh kenyataan. Dia tidak menyangka bahwa orang yang ia sayangi akan melakukan ini.


Dia mengutuk dirinya sendiri sedalam-dalamnya, dan dia bersumpah takkan pernah memercayai siapapun lagi. Berkat kutukan itu, dia berhasil menghapus keburukan yang ada di tubuhnya, namun itu juga berefek pada kekuatannya yang tersegel.


Dia pun sampai ke bumi dan terjatuh di dekat kerajaan, kemudian ditemukan oleh para penjaga. Mereka keheranan mengapa ada ras menyerupai manusia ada di planet mereka.


Kebetulan, saat itu kerajaan sedang membutuhkan prajurit dan Versace diangkat oleh Ferus menjadi anggota "Spesial". Beberapa puluh tahun kemudian, dia sudah direkrut menjadi salah satu anggota Legacy. Kepintarannya yang di atas rata-rata membuatnya dapat membantu kerajaan dengan alat-alat yang ia miliki. Sampai sekarang, semua alat yang berada di bumi J-10 adalah ciptaannya.


Dia juga berhasil mempelajari dari sebuah buku terlarang bahwa dunia ini dulunya ada dewa yang berkuasa, namun dewa itu semena-mena menggunakan kewenangannya, yaitu Zeus. Dia membaca seluruh sejarah yang ditinggalkan oleh para dewa, dan alangkah terkejutnya setelah mengetahui bahwa Ferus termasuk salah satu yang ada di dalam buku sejarah itu.


Karena kebodohan tindakan para dewa di masa lalu, Versace pun sudah membuat rencana untuk di masa depan mendatang. Melihat sifat dewa di zaman dulu, dia teringat dengan warganya yang mengkhianatinya. Dia bersumpah akan membuat sejarah baru di mana semua manusia bisa hidup dalam damai dan tidak ada pertentangan tentang iri dan dengki.


Kembali ke masa sekarang, tangan Versace sudah tersentuh oleh ledakan cahaya Katsura. Dia tidak bisa lari lagi dan akhirnya menjadi abu dalam ledakan Katsura.


Ledakan cahaya Katsura sekarang memenuhi satu kubah penuh, namun belum cukup untuk menghancurkannya. Katsura terus meningkatkan kekuatannya ke batas paling maksimal, namun tetap sulit baginya untuk memecahkan kubah itu dari dalam.


Dia terus menerus menekan energinya hingga ke potensi maksimal dan akhirnya memecahkan kubah itu. Para warga di luar kubah pun panik, namun setelah berhasil memecahkan kubah tersebut, ledakan itu menyusut dan menyisakan Katsura yang sedang berdiri dengan lututnya.


"Aku.. berhasil," katanya dengan kondisi tubuh penuh luka bakar.


Bersambung...