Destiny Holder

Destiny Holder
Peperangan Yang Sesungguhnya Terjadi! Nyawa Yuichiro...



"Sekarang... semuanya harus tunduk kepada kami.." ucap Yuichiro sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar diatas pesawat seiring posisi dia semakin mendekat dengan stasiun.


Sementara itu, di dalam ruang keamanan stasiun, para petugas yang bertugas disana sangat panik dan kebingungan, sirine darurat menyala serta lampu ruangan menjadi merah.


"Darurat! darurat! kita telah diserang!" ucap salah satu petugas keamanan di toa, stasiun pun bergetar akibat Scrype yang telah mulai menginvasi.


"P-pak, ada seseorang yang akan datang kemari!" petugas yang lain berlari terengah-engah dan menghampiri petugas lain yang ditunjuk sebagai ketua di divisi keamanan.


"Orang itu membawa pesawat kita dan dia berdiri diatasnya! dia bukan orang biasa!" ujar petugas itu panik, keringat bercucuran dari wajahnya, ekspresinya pucat menunjukkan kepasrahan.


"Kita telah dikepung! kita akan mati!" tambah petugas itu dengan nada tinggi, dia menjerit takut akan kematian. Scrype yang sudah berada di atas atap stasiun dan Yuichiro yang akan segera datang kemari, situasi yang sangat buruk.


Yukichi yang merasakan keributan pun merasa kesal dan memutuskan untuk pergi memberantas semua kekacauan itu sendiri.


Sebelum Yukichi meninggalkan ruangan, Arizawa dengan suara pelan berusaha melarang Yukichi agar tidak pergi kesana.


"Kichi, jangan pergi" ucap Arizawa, sambil menyeruput secangkir teh.


"Kau masih belum pulih sepenuhnya, kau tahu itu sendiri kan?" tambah Arizawa lagi, matanya menyorot Yukichi yang terdiam membatu.


"Untuk kali ini saja, tolong biarkan aku melanggar perintahmu, maafkan aku" tanpa menengok kebelakang Yukichi lanjut berjalan dan keluar dari kabin utama.


Setelah Yukichi meninggalkan kabin, Arizawa menaruh cangkir tehnya di atas meja secara perlahan, walau stasiun sedang di serang, Arizawa tampaknya biasa saja tentang penyerangan terhadap stasiun.


Karena Arizawa tahu, musuh menyerang ke stasiun bukanlah tanpa alasan. Di dalam kabin utama, ada sesuatu yang sangat penting yang tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan. Hal itulah yang membuat kabin utama sangat aman dari semua hal yang terjadi.


Di dalam kabin utama, ada sekitar 20 Cavalli yang berjaga, sebagian dari mereka memiliki tingkatan sihir menengah keatas, yakni sekitar tingkatan 3 sampai 4. Ditambah Arizawa dan Yukichi dengan tingkatan 5 juga bertugas menjaga ruangan itu.


Dengan perginya Yukichi, hal itu seperti menurunkan setengah dari kekuatan penjagaan di kabin utama, sayangnya Cavalli dengan tingkatan 6 sedang dalam urusannya masing-masing di bumi.


...****************...


Di tempat yang sama, Katsura masih terperangkap di dalam kastil dan tidak bisa bergerak, dia melihat Marcel bermutasi menjadi Scrype langsung di depan matanya.


"Cih! berusaha menghilangkan informasi, ya?" Katsura kesal, dia memanggil Crescent Deluz-nya dan menghancurkan es yang menahan kakinya agar bisa terbebas sebelum dia diserang oleh Scrype Marcel.


Katsura mundur ke belakang, Marcel sudah sepenuhnya berubah menjadi Scrype, dia menerjang Katsura seperti hewan buas yang kelaparan.


Katsura dengan sihir apinya berusaha memblokir terjangan Scrype Marcel, namun dinding api miliknya dengan mudah ditembus dan Katsura pun terpental ke ujung dinding.


"Apa-apaan itu?" Katsura sedikit kebingungan, dan dia jadi sempoyongan setelah menerima serangan Scrype Marcel.


Scrype Marcel menatap ke arah Katsura yang terpental setelah menyerangnya, begitu Scrype Marcel menggerakkan sedikit kepalanya, Katsura dengan cepat menggunakan Divine Light miliknya untuk menyerang Marcel dengan telak.


Cahaya Divine Light menembus masuk kastil dari atas langit, membuat seisi ruangan hancur lebur, namun anehnya Scrype Marcel tidak terluka sama sekali, bahkan kelihatannya Scrype Marcel semakin bersemangat setelah terkena serangan Katsura.


Kecepatannya semakin meningkat, badannya sedikit membesar, dan teriakannya semakin liar. Cahaya matahari menembus masuk ke kastil melewati lubang yang dibuat Divine Light, menyinari Marcel dengan terang.


"Begitu.. dia kebal terhadap sihir.. ini merepotkan" ucap Katsura, dia menyiapkan kuda-kuda untuk maju ke depan.


Saat Marcel menggerakkan sedikit saja sendi ototnya, Katsura sudah berada di belakang Marcel dan dengan cepat menyentuh tubuh Marcel dengan sihir waktunya.


"Akan ku kembalikan kau disaat kau belum bermutasi" kata Katsura dengan tatapan tajamnya.


..." Reverse! "...


Lingkaran waktu tercipta di sekitar tubuh Marcel, namun lingkaran itu pecah berkeping-keping setelah Katsura mengaktifkan tekniknya.


Mata Katsura terbuka lebar-lebar dalam kebingungan, ada suatu entitas yang sudah menghapus masa lalunya sendiri dan membuat sihir waktunya tidak bekerja.


Katsura tak punya pilihan lain, dia pada awalnya ingin menganalisis bagaimana perubahan Scrype pada seseorang, namun sekarang dia berubah pikiran untuk langsung membunuhnya.


Saat Marcel berbalik, cakar besarnya diayunkan ke arah wajah Katsura dengan cepat. Saat cakar tajamnya hampir mengenai Katsura, tubuh Marcel tiba-tiba terbelah menjadi dua bagian.


Tubuh Scrype Marcel sudah tidak bisa bergerak setelah ditebas, alias Marcel telah tewas.


"Jadi begitu.. kelemahannya adalah ditebas secara langsung, aku mengerti" Katsura menemukan kelemahan Scrype, dengan cepat dia turun ke dasar bawah tanah untuk ikut memasuki portal yang dimasuki para gerombolan Scrype.


...****************...


Di atas stasiun, sudah ada banyak Cavalli yang bersiap untuk bertarung dengan para Scrype, semua tubuh mereka bergetar karena baru kali ini mereka menghadapi monster mutasi.


..." Ice Strike! "...


Salah satu Cavalli yang berada di garis depan menyerang para Scrype dengan es yang bergelombang dari bawah, dan akan menjadi duri-duri es yang tajam jika sudah mencapai target.


Saat duri es itu sudah muncul dan menusuk banyak Scrype dalam waktu bersamaan, es itu langsung dipecahkan oleh salah satu Scrype.


"A-apa? musta-" belum sempat menyelesaikan kalimatnya, orang yang ada di garis depan langsung diterkam oleh Scrype dengan buas, setengah kepalanya terpisah dari badannya.


Seluruh pasukan Cavalli di belakang langsung gentar dan panik, sebagian dari mereka berusaha kabur dari pertarungan, namun sebagian berusaha bertahan.


Di dalam stasiun, Yuichiro menerobos masuk dan membunuh semua penjaga yang menghalanginya dengan sangat brutal. Hanya dengan berlari melewati mereka saja sudah bisa membuat mereka terbunuh.


Tujuan Yuichiro hanya satu, pergi ke kabin utama untuk mencuri sesuatu, yakni Embodiment Crystal yang berada di bawah kabin utama.


Yuichiro terus berlari dan terus berlari, sampai pada akhirnya dia pun menerobos masuk ke dalam kabin utama, dimana dia sudah dikepung oleh banyak Cavalli bertingkat 4.


"Penyusup, menyerahlah!" ucap salah satu Cavalli di bagian depan, namun sesaat kemudian kedua tangannya langsung terpelintir tanpa sebab setelah mata Yuichiro menyorotnya.


Cavalli itu menjerit kesakitan, semua Cavalli yang lain menjadi tidak fokus dan alhasil mereka pun berhasil di bunuh oleh Yuichiro dengan cepat.


Saat Yuichiro sudah akan menuju ke ruangan di bawah kabin utama, Arizawa menusuk Yuichiro dari jauh dengan banyak pisau angin di tubuhnya.


..." Fragment of Despair "...


"Maaf, pemberontakanmu sampai sini saja, Escalivor nomor 5, Charx" ungkap Arizawa, dia tahu identitas asli yang mengendalikan Yuichiro dengan jurusnya.


"Apa..? bagaimana kau tahu nama itu?" tanya Yuichiro, dia tidak bisa bergerak karena banyaknya pisau di tubuhnya.


"Kemampuanku tidak hanya angin biasa, aku bisa mencuri informasi bahkan ingatan melalui angin yang ku kendalikan, kau sudah kalah dalam hal ini, takkan kubiarkan kau merebut Ferus dari genggaman kami" Arizawa mengepalkan tangannya, hal itu membuat pisau yang menusuk Yuichiro semakin dalam.


"Perlu kau tahu.. bahwa aku juga bisa menggunakan sihir seseorang yang tubuhnya berhasil ku kendalikan sekarang.. dan yang sebelumnya!"


..." Water Sea Prison! "...


Arizawa dikejutkan dengan bola air yang mengurungnya dalam kesesakan, dia tidak bisa bernafas di dalam sana, yang membuat kontrol kekuatannya tidak stabil sehingga Yuichiro berhasil bebas.


Yuichiro langsung menghancurkan lantai kabin utama dan menuju ke ruangan penyimpanan Embodiment Crystal, ruangan itu sangat sempit dan terang, sehingga Yuichiro mengambilnya dengan kekuatan telekinesis miliknya.


Yuichiro keluar dari ruangan bawah kabin utama, namun saat dia keluar dari lubang yang dia buat, punggungnya ditusuk oleh Cezo menggunakan pedang khusus.


Yuichiro pun didorong hingga tersungkur ke lantai dan dia ditahan oleh Cezo. "Kau takkan bisa kabur kemana-mana lagi, Charx" ucap Cezo mengintimidasi.


"Ahahaha! kau pikir serangan seperti ini mampu menumbangkanku? selama aku berada di tubuh orang lain, aku tidak akan mati sebelum tubuh asliku juga mati!" Yuichiro memberontak dan berhasil melepaskan diri dari tangkapan Cezo.


Yuichiro juga berhasil mencabut pedang yang tertancap di perutnya lalu melemparkannya kembali kepada Cezo, dan itu membuat pipi Cezo tergores kecil sebelum pedang itu dihancurkan oleh Arizawa yang baru saja bebas.


Tujuan Yuichiro sudah terpenuhi, dia akan segera kabur ke atas dan kabur menggunakan portal. Namun Katsura datang menginterupsi pelariannya.


Yuichiro terdorong hingga ujung ruangan, Katsura dengan tatapan yang hampa melihat muridnya sendiri dikendalikan oleh orang lain, dia tidak tega menyakiti muridnya sendiri.


"Yuichiro.." tatapan kosong Katsura menyorot Yuichiro yang kehilangan jati dirinya, air mata menetes dari matanya.


"Gurunya, ya? takkan ada yang bisa kau lakukan, kau takkan bisa membunuhku, karena aku adalah muridmu, benar begitu?" Yuichiro tersenyum licik, dia juga mengangkat Embodiment Crystal.


"Sekarang minggirlah jika kau tidak ingin menyakiti tubuh muridmu ini."


"Katsura! jangan dengarkan dia!" teriak Arizawa menyadarkan Katsura.


Yuichiro maju ke depan Katsura, dengan harapan bisa memberi luka kepadanya walau sedikit. Semua pukulannya terus dihindari Katsura sampai akhirnya Katsura menyerang Yuichiro dengan telak dan melumpuhkannya.


Sebelum Yuichiro dapat bergerak kembali, Katsura sudah mengunci pergerakan Yuichiro dengan tangannya.


"Aku takkan bisa membiarkan kedua hal ini terjadi, kau diambil alih dan Ferus bebas, maka dari itu aku akan melakukan pengorbanan pada salah satu pilihan tersebut" air mata semakin mengucur deras dari mata Katsura.


"Maafkan aku.."


Katsura melubangi dada Yuichiro dengan tangannya sendiri yang dilapisi dengan aura Golden Orb, darah dalam jumlah banyak dimuntahkan dari mulut Yuichiro seiring dengan jatuhnya Embodiment Crystal ke lantai.


Bersambung...