Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 98



Aris dan Viola pergi dengan tangan yang saling menggandeng, hingga membuat Vionna bertambah marah dengan perlakuan mereka berdua. "Saudari lu kenapa siih Vi?. Aneh bangeeett!!", ucap Aris dengan nada benci.


"Nggak tau tuhh Ris. Yaudah lahh mendingan kita makan-makan disitu yukk, daripada kita mikirin yang nggak penting kaan!", ajak Viola. "Maafin gue yaah Na. Gue terpaksa ngelakuin kek gini ke lo. Yaah mungkin ini waktunya buat gue, supaya gue bisa bahagia dengan cara gue sendiri", batin Viola.


.


.


.


Vionna masih tak habis pikir dengan perkataan Viola. Secara, Viola itu orang yang paling baik menurutnya. "Nggak nyangka banget guee!!. Gue kira mulutnya kek malaikat, ehh nggak taunya lebih mirip ke anj*ng", gerutu Vionna. Tanpa sadar, sedari tadi Nico sedang memperhatikan Vionna yang tengah duduk di cafe dekat tempat pertarungan Vionna.


"Siapa yang kek anj*ng?", tanya Nico mengejutkan kemarahan Vionna. "Hah??, ehh Nico. Nggak kok, cuma temen yang kek anj*ng gitu", jawab Vionna sambil cengengesan. "Lo sendiri?", sambung Vionna.


"Lu juga sendiri, jadi gua juga sendiri dongg. Hehehe, boleh ikut duduk?", jawab Nico menggoda hati Vionna yang tengah merajuk. "Bisa ajah lo, boleh-boleh kok", kata Vionna mempersilahkan Nico untuk duduk.


"Lu kenapa?, kok kek abis nangis gitu?. Ada apaa??, cerita sama gua", tanya Nico memulai pembicaraannya dengan Vionna. Nada Nico begitu lembut sekali, seakan-akan seperti pangeran yang sedang berbicara kepada tuan putri yang amat ia cintai.


"Yaa, masalah pribadi siih. Nggak perlu lo pikirin udah tenang ajah. Ya kan betul kan gue heheheh", jawab Vionna ikut manis. Nico mengangguk mendengar jawaban dari Vionna. Namun, dalam pikiran Nico, ia terus memikirkan apa yang dilakukan oleh Viola dan Aris terhadapnya.


Karena Nico hanya sepintas melihat mereka bertiga tengah saling berbicara, tak sampai mendengar tentang apapun. "Gua harus cari tau tentang apa yang mereka bertiga omongin. Gua harus pastiin kalo Vionna nggak disakiti hatinya", pikir Nico.


Tiba-tiba HP Nico berdering. Dalam layar tertulis nama Jino yang menelfonnya. "Bentar yaah Na, gua angkat telfon dulu", pamit Nico sebentar. Vionna mengangguk pelan. "Lagian siapa juga yang lagi nahan-nahan dia supaya nggak pergi. Emangnya gue lagi, oohh Nico, jangan pernah meninggalkan ku, emang gitu yaah?", gumam Vionna. Sesaat setelah Nico pergi, emosi Vionna kembali muncul setelah beberapa menit terhenti karena gombalan maut dari Nico, sii cogan romantis.


.


.


.


"Halo Jin, assalamu'alaikum. Ada apa?".


"Halo Co, Waalaikumsalam. Lu sekarang lagi ada dimana?".


"Bisa dateng nggak ke tempat gua?. Nihh gua lagi ada di gang Srikaya nomor 8 deket minimarket, deket lapangan juga".


"Ohh oke siap, tunggu yaah gua kesana".


Jino menutup telfonnya.


.


.


.


Nico kembali ke mejanya. "Gua pergi dulu yaah, kalo lu mau curhat, next time ajah yaahh. Nihh uangnya, silahkan lu mau beli apa ajah silahkan", ucap Nico sembari mengambil jaketnya yang ia lepas dan ia taruh di kursi ya g ia duduki.


"Oohh yaudahh. Makasiih yaah, daaahh, ati-ati", jawab Vionna melambaikan tangan saat Nico pergi. "Tumben niih Nico ngasih duit buat bayar makanan ke cewek. Padahal biasanya, Meyka ajah yang suka sama dia nggak pernah ditraktir, laah gue?. Ehh... Tunggu-tunggu, kayaknya Nico suka deeh sama gue. Alahh sebodo teing", ucap Vionna sambil terus melihat uang pemberian dari Nico.


.


.


.


Nico mengendarai motornya dengan kecepatan hampir full. Beberapa menit akhirnya Nico sampai ke tempat yang ditujukan oleh Jino. "Untung ketemu broo!!. Susah nyari nya tadi gue tauu", gerutu Nico. "Ehehehe maapin kita berdua yaah", jawab Lolita mewakili Jino. "Ada apa Jin?", tanya Nico penasaran dengan apa yang membuat nya disuruh untuk berbicara secara langsung dengan Jino. "Tiara balik lagi Co", ucap Jino, membuat Nico terkejut. "Tiara balik?", tanya Nico tak percaya.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE


I LOVE U ALL🍎❤🍎❤