Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 53



"Selamat pagi menuju siang para penonton semua. Kami ucapkan selamat datang di pertandingan anak-anak SMP Antar Komplek. Mana Pendukungnya IPA CLUB", ucap komentator di lapangan itu. "Hoayyyy....", terdengar sorak sorai dari para pendukung IPA CLUB.


"Okee... Untuk para pendukung IFA CLUB. Mana suaranyaaaaa...", seru Komentator sepakbola itu lagi. "Hoayyy yehhhh...", sorak sorai pendukung IFA CLUB yang terdengar paling keras.


"Duhh gue nggak sabar dehh. Kira-kira IFA CLUB menang nggak yahh", ucap Viola gemetar. Vionna terkejut karena tiba-tiba ada Viola di sampingnya.


"Hahh???. Kok ada Viola siih, siapa yang ngajak diaa??", pikir Vionna. "Vi, lo kok disini siih, katanya panas, nggak mau nonton pertandingan ini", tanya Vionna sambil menyindir.


"Hehehe... Iyah lah, kan pertandingannya bebep gue hahaha", jawab Viola bercanda. "Siapa yang ngajak lo kesini?", Viola langsung terkejut. Ia tampak kebingungan dengan pertanyaan adiknya.


"Vi, kok lu diem siih?. Jawab??", Vionna menguji Viola. Apakah Viola benar-benar sudah tidak akan mengulangi kejadian hari kemarin.


"Emmm... sama Kakak kelas hehehe", jawab Viola alasan. Vionna curiga dengan gerak-gerik Viola yang aneh. "Aneh banget siih Viola. Tapi yaudah deh, ngapain gue mikirin masalah ini mulu. Lupain... lupain Vionna. Masih ada yang lebih baik lagi dari mereka", pikir Vionna.


"Yaa semuanyaa... Ini dia kita sambut para pemain sepak bola dari IFA CLUB dan IPA CLUB", para pendukung dari masing-masing club menyambut dengan semangat.


Para pemain pun datang ke lapangan. "Hoooyyy. Denniss semangatt💪💪💪", teriak Arra menyemangati Dennis. Dennis langsung menoleh, entah mungkin karena ikatan hati antara Dennis dan Arra. "Bismillah, Ra. Gua akan berjuang semaksimal mungkin", gumam Dennis dalam hati.


"Ehh itu Dennis kan, kok dia yang jadi kapten IFA CLUB yah", ucap salah satu pendukung tim IPA CLUB.


"Iya yahh. Yess tenang dehh, kalo Dennis yang jadi kapten nya nggak bakalan menang", jawab temannya lagi.


"Tenang kapten nya Dennis ini".


"Kapten mahh nggak masalah, yang masalah itu kipernya. Orang kipernya ajah Jino, kayak lo nggak tau ajah tingginya Jino seberapa".


Beberapa orang di pendukung IPA CLUB merasa terancam kalah. Karena memang bisa dikatakan Jino adalah kiper terbaik di sekolah. Rata-rata pemain dari IFA CLUB bertubuh tinggi.


"Ayo kumpul-kumpul semuanya!!. Kita tos bersama", teriak Dennis menyerukan. "Guys, pokoknya kita harus berjuang bareng-bareng. Nggak ada yang boleh bermain dengan pikiran masing-masing. Kita harus berjuang semaksimal mungkin. Buat Vanno, sama Raffa, kalian berdua harus kompak jangan ada yang egois dan keras kepala. Buat Jino, lu jangan ragu-ragu buat nangkep bola yahh. Karena kita bukan lagi main di sekolahan. Kita ini main di lapangan bebas. Buat Aris sama Rifky jangan saling berebut bola. Kita itu satu tim oke!", ucap Dennis menerangkan.


"Oke siap Dennis", jawab anak-anak itu. "Oke sekarang. IFA CLUB LUAR BIASA!!!", seru Dennis dan kawan-kawannya. "Oke kita lihat pertandingan seru ini", seru komentator sepakbola di lapangan itu.


Pertandingan sudah berlangsung. Masing-masing dari para pendukung tim sangat semangat menyoraki tim favorit nya. Ada sangat banyak penonton di lapangan itu.


Bersambung.....


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE.


I LOVE U ALL😍😍😍