
Mobil Arra berhenti tepat di depan gerbang utama rumah Dennis. Arra membunyikan klakson mobilnya, namun tak ada yang menyahut ataupun membukakan pintu gerbang itu. "Kok sepi siih Tante, emang Om Hardi dimana siih Tante?", tanya Arra sudah mulai malas dengan kata menunggu. "Tante juga nggak tau, yaudah bentar yaah, Tante panggilin mereka dulu", jawab Bu Meina.
Bu Meina turun dari mobil Arra dengan elegan. Ia memakai kacamata hitam yang berkilau, menambah keindahan pada gayanya. "Ngapain pake kacamata segala. Sekalian ajah pake Kacanaco, biar sekalian ngaca tuhh muka udah keriputan belom", ucap Dennis. Arra yang mendengar ocehan Dennis pun tertawa tak terbendung lagi. "Ihh Denniss, ngomongnya iihh. Suka bener ajah hahahaha", kata Arra menimpali ucapan Dennis.
Bu Meina tak menghiraukan ocehan-ocehan Dennis yang menurutnya sama sekali tak penting. Bu Meina memasukkan kode pin agar pintu gerbang terbuka (holang kayaa)...
Pak Hardi dan Dina yang sedang duduk di kursi teras lantai 2 sangat terkejut melihat Bu Meina yang sudah ada di depan rumahnya. "Lhoo, itu kan Bunda Yah", tanya Dina sembari membuka kacamata hitamnya. "Ohh iya yaah, kok Bunda udah pulang yaah??. Lahh itu juga kok kayak mobilnya teteh yaah", ucap Pak Hardi balik bertanya.
Dina berlari menuruni tangga dan membuka pintu depan. "Bunda?, laahh kok Bunda udah pulang siih. Ada teteh juga?", tanya Dina seperti orang kebingungan. "Iyahh, emang kenapa Din?. Ya kan kakak kamu udah dibolehin pulang, ya jadi Bunda pulang doongg", jawab Bu Meina membuka kacamata hitamnya dan memasukkannya ke dalam tasnya.
"Yaah, kakak udah sembuhh. Harusnya kakak tuhh di rumah sakit ajah, ntar kan jadi aku bebas mainin HP hehehe", gerutu Dina, tak sengaja Arra mendengar ocehannya. "Huss... Nggak boleh ngomong kek gitu, dia kan kakak kamu, masa kamu ngomong gitu siih. Nggak bolehh, nggak baik yaah", ucap Arra menasehati Dina. Dina hanya terdiam mendengar nasehat dari Arra
"Dina!!, ikut kakak, kakak mau ngomong bentar sama kamu!", ajak Dennis dengan nada agak ketus. "Dia sama sekali nggak keliatan abis sakit dehh. Apa jangan-jangan dia cuma boongan sakitnya?. Alaahhh bodoamat laah", gumam Arra sambil berjalan masuk ke rumah Dennis, namun tiba-tiba ia dihadang oleh Dennis.
"Etsss!!, stoppp!!!. Emang siapa yang nyuruh lu buat masuk ke rumah gua?. Nggak ada juga, main jalan-jalan ajahh", bentak Dennis hingga membuat Dina terkejut. "Ohh gue nggak dibolehin masuk niiihh!!, ohh okee yaudah gue pulang ajah. Byee", jawab Arra kesal dan langsung masuk ke mobilnya.
"Ehhh... Arra kamu mau kemana??, kok nggak masuk dulu siih??", tanya Pak Hardi saat melihat Arra memarkirkan mobilnya. "Mau langsung pulang ajah tante, ehh Om. Nggak dibolehin masuk soalnya sama tuan rumahnya", jawab Arra ehh tadi dia ngomongnya salahh.
"Nggak dibolehin sama tuan rumah?, emang siapa yang nggak ngebolehin kamy masuk, kasih tau sama Om", tanya Pak Hardi lagi. "Tuhhh", jawab Arra sembari menunjuk ke arah Dennis. "Sudah kuduga!!", gumam Pak Hardi.
"Yaudah yah Om, Arra pamit dulu, Assalamu'alaikum".
"Iyah Wa'alaikumussalam".
Pindah Ke Vionna...
"Gini nihh nasibnya orang jomblo. Gak punya gandengan!, nggak punya temen cerita!, bisanya cuman ngeliatin orang lain pacaran. Nyebelin bangett siih!!", gerutu Vionna.
Saat ia melewati taman bunga, tiba-tiba ia terkejut bukan main. Ia melihat seorang laki-laki yang benar-benar ia sukai sedang bersama perempuan lain, yang juga tak lain adalah saudari nya sendiri.
"Iddihh enak yaah berduaan disitu!!, pake sok-sokan metikin bunga lagi buat sii iblisnya, dasar sodara kek dakjal!. Awas ajahh!!", gerutu Vionna. Kali ini ia benar-benar kesal dengan kelakuan Viola. Tiba-tiba satu ide aneh muncul di kepala Vionna. "Ahaa!!, gue punya idee hahahahaha".
Vionna mencari tempat untuk bersembunyi. Vionna tau kalau Aris adalah orang yang paling penakut dalam hal makhluk astral, termasuk hantu. Kebetulan rambut Vionna cukup panjang untuk berubah menjadi kuntilanak menyeramkan. "Duhh, tapi gue harus pake daster putih niihh. Tapi dimana yaa nyari nya??", untungnya Vionna melihat orang yang sedang menjual aneka ragam jenis daster. "Emm maaf Bu, permisi. Kaan ibu nih jual daster yaah, ada daster kuntilanak nggak??", si penjual terlihat kebingungan saat Vionna bertanya soal daster kunyilanak.
"Daster kuntilanak?? ini manusia atau bukan yaah, kok nyari daster yang buat kuntilanak siih??, ahh aku layanin ajah dehh biasa", tanya Si penjual dengan tatapan bingung.
BERSAMBUNG...
MAAF YAAH UP NYA LAMA😁
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAAH😊
I LOVE U ALL❤🍎❤🍎