Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 6



Pagi itu Arra bangun lebih awal. Dia sudah memakai seragam sekolah sejak jam setengah 6. Dia sengaja mandi lebih awal, agar bisa berangkat bersama Dennis yang selalu berangkat lebih awal.


"Hemm, Dennis. Dia makin hari makin ganteng ajah dehh hahhh. Ehh tapi kira-kira Dennis suka nggak yah sama gue. Jangan-jangan dia bilang kalo dia awalnya mau ngelemparin kertas itu ke gue cuma buat nutupin kalo dia itu aslinya emang mau ngelempar ke Lolita", ucap Arra di ruang tamu.


"Duhhh, kok gue jadi gelisah gini siih. Mau dia suka kek mau nggak kek, bodoamat yang penting gue sama dia deket-deket terus heheheh", ucap Arra.


Ternyata sejak tadi, Aris ada di tangga dekat ruang tamu tersebut. Sudah pasti Aris mendengar semua kata-kata Arra.


"Cieeee.... Ada yang lagi jatuh cintaa....", ucap Aris membuat Arra kaget. "Hah, e..e...e..nggak kok, a..a...aku cuma memuji Dennis ajah kok hehe", ucap Arra terbata-bata.


Aris tidak menghiraukan Arra, dia langsung saja menuju pintu depan. Namun langkahnya dihentikan oleh Arra. "Risss, tunggu bentar", ucap Arra.


"Paan siih, lu nggak liat apa, udah siang niih", jawab Aris, sambil memegangi jam tangannya. "Lu mau nggak bantu gue", pinta Arra.


"Bantu apaan", jawab Aris. "Nihh yah, kan itu tuh kan ada Dennis sama Rifky tuh yah. Ntar lu keluar duluan, nah abis itu lu pura-pura manggil gue, biar mereka jadi ngeliatin gue yang cantik ini, yah mau kan, please", Aris hanya menganggukkan kepalanya.


Memang benar, diluar memang ada Rifky dan Dennis sedang bertengkar. "Arra kayaknya belom berangkat tuh, samperin ahh", ucap Rifky. "Ehh.. nggak boleh, pokoknya harus gue, paan siih lu, gue yang sahabatnya Arra bukan lu", jawab Dennis.


"Hah, apa lu bilang. Gua bukan sahabatnya, gue yang sahabatnya kalee", ucap Rifky tidak mau kalah. "Coba yaa, makanan kesukaannya Arra apa coba", Rifky kebingungan.


Rifky menggaruk-garuk kepalanya. "Emm, apa yaa. Ahhh nggak tau lah", ucap Rifky dengan nada kesal. "Hahah, nggak tau kan luh, berarti gua yang sahabatnya, hahahah", ucap Dennis sambil tertawa.


Seperti yang direncanakan oleh Arra kepada Aris. Pada saat Rifky dan Dennis melewati rumah Aris dan Arra, Aris pura-pura memanggil Arra.


"Raaa, buruan napaa. Udah telat nihh", panggil Aris. Rifky dan Dennis langsung menengok ke rumahnya Aris dan Arra. "Yes bebep gua belum berangkat yuhuuu", ucap Dennis.


"Iyah bentar, udah yok berangkat", ucap Arra. "Yes, rencana gue berhasil, Dennis jadi kesini dan berangkat bareng dehh yess", gumam Arra dalam hati.


"Ra, berangkat bareng yok", ajak Dennis. "Hayokk", jawab Arra sambil tersenyum kepada Aris. Mereka pun berangkat bersama-sama dengan berjalan kaki.


Sudah sampai di sekolah.


"Iya yah, kok gue bisa berteman sama mereka siih, lu tau nggak kenapa Gus", Chika justru malah bertanya balik. "Lah, ya gua nggak tau lahh, kan itu lu", jawab Bagus.


Chika memang agak Oon dikit lah. Tak lama, Bagus meninggalkan Chika karena ada tugas yang belum dikerjakan.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Vote guys❤


Udah dulu yaa, besok dilanjut lagi😁✌


Jangan lupa like and komen yah😉


Sorry kalo cerita nya nggak masuk akal😁


Soalnya ini cerita pertama author😁