
Nico menunggu Meyka di depan mobil sambil terus menengok kanan-kiri. Sedangkan Arra dan Jino masih ada di dalam mobil.
Arra menggeser-geserkan tubuhnya menjauh dari Jino. Jino semakin merasa ada yang aneh dengan Arra. "Lu kenapa siih Ra??", tanya Jino penasaran.
"Hah??, emm..enggak. Nggak kenapa-napa kok Jin, gue biasa ajah", jawab Arra menutupinya. "Heh lu kenapa, udah duduk-duduk ajah sini", ucap Jino lagi.
"Gue takut anu...", Jino membuang pandangannya kesal. "Ra, tenang ajah gua nggak bakalan macem-macem kok sama lu. Lagian juga gua itu udah anggep lu itu sebagai adek gua sendiri", potong Jino.
"Tapi kann... Kita cuma berdua di mobil. Mana kaca mobilnya item lagi..", jawab Arra masih khawatir dan takut ia diapa-apain sama Jino.
"Lu nggak percaya amat sama gua Ra. Emangnya gua keliatan kek cowok yang suka mesum yahh??", ucap Jino agak sedikit tersinggung dengan kata-kata Arra.
"Ya bukan gitu Jin, maksud gue itu, kan lo itu tinggi banget, jadi gue susah kalo ngomong sama lo. Soalnya harus ndongakin kepala gitu lhoo", jawab Arra ngasal.
"Alahh bodoamat lahh", gumam Jino.
.
.
.
"Bawah pohon mangga ada mobil merah... Ohh itu kali yaa", gumam Meyka sambil melihat kanan-kiri. Meyka menyeberang dengan hati-hati, dan akhirnya sampai ke tempat yang ditujukan oleh Nico.
"Ehh hai Nico", mereka berdua pun berjabat tangan. "Ada apa Co?, kok lo tumben ngajak gue ketemuan", tanya Meyka terlihat suasana hatinya baik.
"Ehh tunggu-tunggu, ini kayaknya gue tau deh mobilnya siapa!. Ini mobilnya Arra kan??", Nico puj mengangguk dengan pertanyaan Meyka.
Jino dan Arra turun dari mobilnya, dan menghampiri Meyka dan Nico.
"Ohh ada Arra juga, ciee satu mobil dua cowok satu cewek. Kaca mobilnya item, jangan-jangan abis open BO nihh", ucap Meyka membuat hati Arra panas.
"Hahaha, masih kurang enak-enakan nya sama Dennis. Sampe-sampe masih ngrebutin Jino dan Nico!", Meyka kembali membuat panas Arra.
"Kurang ajar lo yahh!!", satu tamparan akan mendarat di pipi Meyka, namun di halangi oleh Jino. "Udah-udah, nggak usah diladenin Raa", ucap Jino menenangkan Arra yang sudah tersulut emosi dari Meyka.
"Hahaha dibelain. Yaiyalah dibela kan abis ngasih kesuciannya", Meyka tak habis-habisnya membuat Arra emosi.
"Diem yahh!!. Sekali lagi lo ngomong, gue bakalan ungkapin semua kelakuan lo sama polisi", ancam Arra.
"Nggak usah bawa-bawa polisi dongg", Meyka terlihat ketakutan saat Arra mengancamnya akan memenjarakannya.
"Nahh lo takut kann. Udah mangkanya nggak usah so-so an ngatain gue open BO. Awas yahh kalo lo ketauan open BO sama Nico, gue aduin semuanya ke Mamah lo", ancam Arra lagi.
"Lahh kok jadi gua dibawa-bawa siih Ra. Anjirr", ucap Nico tak terima. Jino tertawa kecil saat Arra berbicara tentang kebiasaan Nico yang selalu menonton hal yang tak senonoh.
"Yaudah siih, maapin gue", Meyka akhirnya menghentikan ujaran kebenciannya ke Arra. Meyka takut kalo sampai rahasianya bersama Nico terbongkar oleh semuanya, termasuk Arra.
"Yaudah Co, Jin, Ra, kalian manggil gue buat ketemuan ada apa??", tanya Meyka mengalihkan pembicaraannya.
"Jadi gini Mey, gua mau nanya....
Bersambung....
Jangan lupa like, komen, dan vote juga yahh...
Mampir yukk ke IG ku di @iamnabilla2😊
I LOVE U ALL🍎❤