Dennis Arra

Dennis Arra
EPISODE 149



Maap ygy, baru up setelah sekian lama tenggelam awokawok🫰🏻..


Hari-hari baru kembali dirasakan oleh Amel setelah suatu kejadian menimpanya. "Ya, ini baru lagi, semoga ngga ada yang nginget semua ini".


Tak semudah itu Amel...


Ternyata, yang dulunya temannya, sekarang bersiap untuk merundungnya.


"Woyy, setelah apa yang lo lakuin sampe bikin malu sekolah, lo dateng lagi ke sekolah ini?".


"Wahh, ternyata ini bukan hari-hari yang biasa gue rasakan. Ini hari yang lebih dari sebuah kata suram".


"Gue kira lo anak baik-baik Mel!, ternyata lo juga sama kek napi yang ada di Nusakambangan!", ucap teman ya sekarang siih bukan temannya, Lolita.


"Woyy, tempat lo itu bukan disini!, tempat lo itu di P-E-N-J-A-R-A, hahahahah", ujar yang lainnya.


.


.


Arra yang melihat Amel mendapat bullying merasa iba. Ia ingin sekali membantunya menyelesaikan masalahnya.


"Tapi, masalah gue juga dateng-dateng terus kek orang ke KUA", batin Arra. Semakin banyak yang merundung Amel, Arra semakin tak tahan untuk menghentikan itu semua.


"Cukup semua!. Gue rasa kalian cukup ya!, kalian itu berlebihan, belom tentu juga Amel yang ngedorong Lusi dari atep sampe meninggal", ucap Arra.


"Wahh, gua kira lu sahabatnya Luna!, tapi kenapa sekarang lu malah belain orang yang bersalah?, what's going on?", ucap Vanno.


"Kenapa?, apa gue ngga boleh belain Amel?. Inget ya Van, inget ya semuanya, gue belain Amel bukan semata-mata karena gue membela orang yang salah, apalagi sampe gue sekongkol sama dia. Tapi gue bakalan terus membela orang yang merasa nggak bersalah dibully. Ohh iya satu lagi, gue bukan tipe sahabat yang nusuk dari belakang", ujar Arra.


Lolita langsung merasa tersindir. "Keknya kata-kata lo bikin orang lain kesindir deh Ra..", ucap Vionna. "Gue sama sekali ngga nyindir siapapun disini, tapi kalo dia ngerasa kesindir berarti dia nyadar akan kesalahannya", jawab Arra sambil melirik Lolita.


"Lagian, semua kata-kata gue bener kaan?. Gue nggak punya sahabat manapun yang bener-bener bisa gue percaya. Oh, bukan cuma sahabat, bahkan, orang yang katanya pernah ngisi hati gue, juga ikutan ngilang. Gatau sampe kapan dia bakalan ngilang", ia juga melirik Dennis.


Dennis merasa muak dengan semua perkataan Arra yang selalu menjerumuskan kepada hal yang ia alami bersamanya.


.


.


.


Sementara di tempat lain, seseorang berusaha untuk menyelamatkan diri dari penculikan.


"Gue kejebak disini!, gue ngga bisa ngapa-ngapain lagi!. Gue benci kehidupan gue sekarang!!. Apa yang bisa gue lakuin supaya bisa pergi dari sini!!", itulah yang terus muncul di pikiran Viola.


Ia terus berpikir keras bagaimana caranya dia bisa keluar dari penjara yang dibuat oleh Melitha, manusia muda terjahat yang pernah ada di dunia.


Hingga sangking pusingnya, ia merasa stres dan sampai seperti orang gila. Viola kini sering tertawa sendiri.


.


.


.


HAHAHAHAHHA


"Woyy, kalian semuaa!!. Gue ini Viola Nadine Arziquna!!, apa?!, kalian ngga tau gue siapa!. Hemm!!, 당신은 바보입니다 (Dangsineun Baboibnida : kalian bodoh). Mangkanya, kalian itu rajin nonton TV, biar tau siapa gue!. Gue ini anak pengusaha terkenal di seluruh Indonesia!", Viola terus ngoceh tak jelas.


"Dia kenapa siih?, kita kasih tau bos ajah yuk", ujar salah satu penjaga yang menjaga kurungan Viola. Mereka pun memanggil Melitha untuk menyaksikan sendiri kejadian yang aneh yang sekarang dialami oleh Viola.


.


.


.


"Dia sekarang gila?. Oh, gue ngga boleh sampe dibohongi sama dia!, gue yakin dia cuma pura-pura gila biar bisa gue bebasin!. Biar gue cek!", pikir Melitha sambil menumpuk kedua tangannya di depan dada.


Melitha mendekat ke arah Viola yang sudah tak waras. "Ehh, lo mau ngapain megang-megang dahi gue!!. Lo ngga waras ya!", ujar Viola.


"Ehh jangan ngatain gue ngga waras, lo yang udah ngga waras bodoh!", jawab Melitha memegangi dagu Viola cukup keras.


"Woy, Visca Melitha Nur Indarwati!".


"Nama gue bukan itu Anj*ng".


"Terus kalo nama lo bukan itu terus siapa?, Keisya Maretha Fitriani?".


"Anj*ng!!".


Plakkk!!!, Melitha menampar pipi Viola.


"Aduh.., sebenernya ini sakit, tapi gue harus tahan, ini demi kehidupan bahagia gue!. Masa gue mau bahagia di kehidupan sebelumnya!, gue ngga mau pokoknya gue mau bahagia seperti dulu", batin Viola.


BERSAMBUNG...