Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 77



Nico sengaja mengatakan hal itu agar Aris bisa mengetahui apa yang terjadi semalam. Namun masih tetap saja, Aris tak memahami kata-kata nya.


Di kantin...


Viola, Vionna, Lolita dan Kinnara sedang makan bersama. "Heh.. Lolita!, jangan ngelamun terus napa. Perasaan dari tadi kek ngelamun mulu dehh", bentak Vionna mengacaukan lamunan Lolita.


"Hah??, emm... nggak kok", jawab Lolita setengah sadar. "Nggak tapi itu ngelamun lagi, gimana siih??", tanya Kinnara.


"Ohh gue tau dehh, keknya Lolita lagi mikirin Dennis dehh... Kan soalnya hari ini Dennis nggak berangkat", ucap Viola meledek Lolita.


"Ihh nggak kok.., gue cuman-".


"Emm.. Hai kaliann, gue boleh gabung nggak sama kalian", tanya Dona membuat mereka ber-empat terkejut dengan perkataannya.


"Hah??, apaahh??!!. Lo mau ikut gabung sama kita semua?!, Iddihh emang lo siapa?. Sok-sokan mau ikut sama kita, udah nggak punya temen yahh??", jawab Vionna.


"Iya nihh, mentang-mentang nggak ada Arra udah main gabung ajah. Awas semuanya ntar malahan kita diracunin otaknya supaya jauhin Arra sama Dennis", tambah Kinnara.


"Nggak... Gue mau minta maaf sama kalian semua. Gue tau, kalo kalian nggak bakalan mungkin mau maafin gue gitu ajah. Tapi gue janji, gue nggak bakalan jahat lagi sama kalian", kata Dona memohon.


"Nggak usah sok dramatis dehh emangnya drakor apa??, kita bakalan baper gitu. Heh!!, lo inget nggak siih waktu lo nyuruh orang buat nabrak Arra yang sama sekali nggak pernah jahat sama lo!", ucap Vionna yang sudah emosi.


"Udah-udah Na. Kita bakalan maafin lo, tapi kita nggak bisa maafin lo sekarang karena yang sebenernya punya masalah kan antara lo sama Arra, jadi kita nggak berhak buat mengambil keputusan", ucap Viola.


Dona mengusap air matanya dan tersenyum kepada mereka ber-empat. Dona merasa lega karena ia telah berhasil meminta maaf kepada orang yang selalu ia jahati selama ini.


Pindah Ke Rumah Sakit...


Arra tak henti-hentinya menangis saat melihat kondisi Dennis yang sampai kini belum ada perubahan. Terlebih lagi saat ia melihat sang ibunda Dennis yang menangis tersedu-sedu.


Dokter datang untuk memeriksa Dennis. Beberapa saat kemudian, Dokter keluar dari ruangan VIP Dennis.


"Dokter.. Gimana keadaan Dennis?", tanya Arra menghampiri Dokter Rio. "Kondisinya masih belum ada perubahan", jawab Dokter Rio.


"Apa boleh kami masuk Dok?", tanya Arra mewakili Bu Meina yang tak bisa mengatakan apa pun. "Ya boleh, tapi satu-satu", jawab Dokter Rio.


"Kalau begitu saya permisi", Dokter Rio pergi meninggalkan mereka berdua. "Tante.. Kalo Tante mau-", belum selesai Arra berbicara, Bu Meina langsung menyelanya.


"Kamu ajah Ra. Tante tau kok kalo ada yang mau kamu omongin sama Dennis walaupun Dennis masih belom sadar. Tante nungguin diluar ajah yahh, kamu yang masuk", sela Bu Meina sambil menepuk pundak Arra.


"Tante nggak apa-apa kann??, yaudah kalo gitu Arra masuk dulu yahh Tante", jawab Arra tersenyum. "Andaikan Dennis tau betapa perhatiannya Arra sama kamu. Huh.. jangan sampai kata "Andai" menjadi suatu penyesalan", Batin Bu Meina.


BERSAMBUNG....