Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 131



Viola terlihat ketakutan dengan kenyataan itu. "Maksud lo apaan siih Vi?, kenapa lo ngumpetin formulir pendaftaran gue??!!!. Oh, apa karna dia?, iyah?, karna Rifky??. Hoh!, apa gue harus manggil penyiar berita?, kalo gue itu nggak pernah suka sama Rifky!!", teriak Arra mengeluarkan segala emosinya.


"Sumpah gue nggak tau Raa", ucap Viola seperti merasa tertuduh. "Lo nggak usah ngeles!, orang jelas-jelas formulirnya Arra itu lo yang nyembunyiin!", bentak Vionna membela Arra. "Vionna!, kok lu malahan belain Arra siih?, dia itu sodari kembar lu Na!", tegur Aris tanpa rasa bersalah.


"Ris, lu ngomong kek gitu sante ajah ya. Lu sendiri udah ngaca belom!, lu bahkan nggak ngebela Arra sedikit pun!. Lu tuh adeknya apa bukan siih??!!", ujar Dennis berbalik menegur Aris yang benar-benar tak tau malu. "Dennis..Dennis. Lo nggak tau ya?, wajar lah Aris belain Viola. Kan sesama Iblis harus saling membela", ujar Vionna menatap tajam Aris. "Jaga yah omongan lu!", Aris langsung mendorong Vionna. "Dibilang iblis nggak mau. Tapi kelakuan jelas kek iblis. Ohh gue tau, lo itu bukan iblis. Tapi dakjal!", Vionna kembali memancing emosi Aris.


"Diem Lu!!", sekali lagi Aris mendorong tubuh Vionna hingga ia terjatuh. "Oke Vi. Mulai sekarang, kita udah bukan sahabat lagi, bahkan temen pun bukan. Jangan pernah lo minta bantuan sama gue lagi. Karna gue nggak butuh temen penghianat kayak lo!", ucap Arra meneteskan air matanya.


Entah Viola memang bersedih atau ia hanya berpura-pura agar semua orang berpihak padanya. "Ehh lu nggak usah kurang ajar yah Raa. Mau gimanapun Viola itu tetep temen sekelas lu!. Cuman kek gitu doang siih, ngapain diperpanjang masalahnya!!", bentak Aris yang juga mendorong Arra.


"Apa lo bilang?, cuman masalah gitu doang?. Apa lo tau, gara-gara pacar lo, gue jadi nggak diterima di SESITA Art!!. Paham nggak siih lo!", jawab Arra berderai air mata. "Yaelah gitu doang, daftar aja lagi. Susah amat jadi orang!".


Dennis yang sedari tadi sudah geram dengan sikap dan perkataan Aris, langsung membalaskan amarahnya. Dennis menarik kerah baju Aris. "Berantem lagi... Berantem lagii", gumam Vanno.


"Gua diem-diemin lu dari tadi yah. Kenapa siih lu jadi orang kurang ajar banget!", ucap Dennis. "Lepasin nggak!. Nggak usah ikut campur sama urusan gua. Dia tuh kakak gua".


"Udah tau kakaknya, kenapa lu kurang ajar!!. Harusnya lu tuh ngotak!, kalo lu bener-bener ngakuin kalo Arra itu kakak lu, harusnya lu mikir!. Kenapa lu malahan belain pacar lu yang murahan itu?!. Ya sekarang gua tau, kalo ternyata, cinta itu membutakan segalanya. Bahkan sampe ngorbanin segalanya. Emang lu tau?, Viola itu bakalan jadi jodohlu?. Nggak kan?. Lu lebih milih ngebela Viola ketimbang Arra, apa lu tau?, lu bakalan bahagia seterusnya sama Viola?. Gua jamin nggak!. Lu bakalan nyesel, setelah lu tau, siapa yang sebenernya Viola cintai", ucap Dennis berbisik di telinga Aris.


Dennis melepas cengkeramannya di leher Aris. Namun, saat Dennis berbalik badan hendak ke bangkunya, tiba-tiba Aris memukul kepala Dennis. Dan perkelahian itupun dimulai.


"Den.. Udah Dennn. Udah Dennis", Arra mencoba melerai mereka berdua. Tapi mereka berdua masih saja terus berkelahi. Hingga akhirnya mereka ketauan oleh guru wali kelas mereka.


"Ehhh..ehh..ehh. Ada apa inii, kok kalian berantem siih??", tegur Miss Dian sambil mencoba melerai keduanya.


.


.


.


.


Di Ruang BK...


Miss Venty datang menemui Dennis dan Aris di ruang BK. "Dennis lagi... Aris lagi... Kalian tuh ngrebutin siapa siih?. Mana sampe babak belur kek gini. Aduhh... Siapa yang duluan?", tanya Miss Venty dengan nada lembut. Tumben-tumbenan nihh, Miss Venty pake nada lembut. Biasanya pake nada keras kek hewan buas.


Dennis menunjuk Aris, begitu juga dengan Aris, ia menunjuk Dennis sebagai pelaku utamanya. "Eyy eyy eyy. Kalo gini nggak bener nihh. Miss Irmaa", ucap Miss Venty.


Beberapa menit kemudian...


"Siapa nama kamu?", tanya Miss Venty. "Nama saya Layla Miss", jawab Layla, si saksi. Kemudian Layla pun menceritakan semuanya kepada Miss Venty di depan Dennis dan Aris.


"Ohh jadi gitu yaa Laylay".


"Nama saya Layla Miss, bukan Laylay", kata Layla membenarkan ucapan Miss Venty. "Ahh, namanya susah sihh. Ada Layla, ada Lolita. Ini sekolah manusia apa sekolah hero Mobile Legends siih?", ujar Miss Venty.


"Ngelawak ya Miss?", tanya Miss Irma. "Ngelawak dulu bos hahahahaha..hahahah", jawab Miss Venty, namun tak ada yang mengikuti tawanya.


"Yaudah, karna kejadian ini. Kalian berdua mendapatkan poin. Untuk Dennis kamu dijatuhi poin 10, dan kamu Aris, karna kamu penyebab masalah. Kamu dapat poin 15. Juga buat Viola, dia dijatuhi poin 25, karna kasus penyalahgunaan pendaftaran SeSiTa Art", ucap Miss Venty.


.


.


.


.


.


Miss Irma pun membawa buku poin ke kelas 8A. "Yang namanya Viola mana?", tanya Miss Irma. Viola mengangkat tangannya. "Kamu tanda tangan buku poin, karna kamu terjerat kasus penyalahgunaan pendaftaran Sekolah Seni Teater", ucap Miss Irma.


Viola terkejut dengan ucapan Miss Irma barusan. Ia melirik ke arah Arra. Terlihat Arra hanya melihatnya sebentar tanpa tersenyum atau apapun. "Kali ini gue yang difitnah, dan gue yang salah. Liat ajah, apa yang bakalan gue lakuin selanjutnya Raa...!!", batin Viola.


.


.


.


Apa Yang Terjadi Selanjutnya???


BERSAMBUNG...