
"Jangan sampe dia ngeliat gua. Gua harus ngindarin dia", ucap Jino sambil berlalu pergi masuk ke pos kesehatan.
"Ada apa Jin?, kok lari-lari gitu siih?. Ada yang ngejar lo?", tanya Lolita sambil mengoleskan betadine ke luka yang ada di sikunya. "Nggak kok Ta, nggak ada apa-apa", jawab Jino dengan nafas masih terengah-engah.
"Jino kenapa siih?, kok dia kek abis ngeliat sesuatu?. Apa jangan-jangan dia ngeliat hantu lagi, hihhhh. Ehh tapi nggak mungkin laahh, masa siang bolong kek gini ada hantu", gumam Lolita dalam batinnya.
"Udah selesai belom Ta?", tanya Jino terlihat seperti orang sedang dicari petugas kepolisian. Lolita bertambah curiga dengan gerak-gerik Jino yang aneh.
"Yaa, udah siih. Emang mau kemana?", jawab Lolita curiga dengan kelakuan Jino yang makin aneh. "Yaudah kalo gitu, kita olahraganya di deket rumah kita ajah yuk. Jangan disini, okee", ucap Jino sambil menarik tangan Lolita untuk segera keluar dari pos kesehatan itu.
Pindah ke Arra dan Dennis...
Bu Meina dan Arra sudah selesai memasukkan semua barang-barang milik Pak Hardi yang sengaja ditinggal kemarin malam. "Dahh beres. Yuk Tante kita pulang", ucap Arra menepuk-nepuk tangannya (bersihin debu).
Bu Meina masuk ke mobil, dan duduk tepat di belakang kursi setir. "Lahh Tante Meina. Kok Tante duduk disitu siih??. Harusnya di depan", ucap Arra.
Bu Meina membuka kaca jendela mobil. "Tante disini ajah, Tante pengen rebahan soalnya. Kalo di depan kan nggak bisa rebahan, yaah plisss", jawab Bu Meina memasang wajah lucunya. "Hihh... Apaan siiih nyebelin banget", gerutu Dennis terlihat begitu jijik dengan kelakuan ibunya sendiri.
"Lahh, berarti nii orang duduk di deket Arra dong Tante?. Arghhhh!!. Ngapain harus lo siih", Arra langsung masuk ke mobilnya.
Begitu juga Dennis, ia masuk ke mobil milik Arra dengan santainya. "Ehhh tunggu-tunggu. Emang disuruh yaah buat masuk?. Enak ajah, masuk nggak permisi dulu", ucap Arra menahan Dennis agar tak masuk ke mobilnya.
"Mmcckkkk... Yaudah dehh duduk, awas kalo macem-macem. Gue siram pake bensin!", kata Arra lebih kesal dari sebelumnya. "Udah lahh Raa, biarin ajah dia duduk. Toh juga ntar di diem sendiri kalo udah capek ngomong hihihih", ucap Bu Meina menasehati Arra.
"Ohh iya yaah Tante, dia kan setengah gelo, hahahhah", jawab Arra menertawakan Dennis. Dennis hanya bisa memalingkan mukanya.
Pindah Ke Lolita dan Jino lagi yaa...
Jino dan Lolita berlari seolah-olah sedang dikejar oleh satpol-pp. "Huh...huh...huh... Ada apaan siih Jin?, dari tadi kita lari udah jauh banget lhoo. Ngomong sama gua, ada apaa??", tanya Lolita sembari mengatur nafasnya agar kembali normal.
"Ssttt... Diem, ada orang jahat yang mau nyakitin kita berdua. Kita harus lari, jangan sampe kita diapa-apain", jawab Jino. "Hahahhaa, mana ada orang jahat?. Orang disini juga cuma ada kita berdua doang. Nggak ada lagi selain kita berdua Jinooo. Emang orang jahatnya siapa siih??", Lolita kembali bertanya kepada Jino.
"Jangan bilang siapa-siapa yaah, orang jahatnya itu Tiara", jawab Jino terlihat ketakutan tak biasanya. "Hah??, Tiara??. Nggak mungkin dia ada disini. Yang ada palingan juga... Ehh tunggu bentar, Lolita!!. Hah!!??. Larii", kini gantian tinggal Lolita yang berlari sambil menarik tangan Jino.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAAH
I LOVE U ALL🍎❤🍎❤