Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 122



Arra, Kinnara, dan Vionna ikut bergabung dengan Viola dan yang lainnya yang sudah sedari tadi berada di sana. "Dari mana ajah lo Ra?", tanya Dona sambil membuka makanannya. "Hoh?, itu gue dari-".


"Abis jalan-jalan dulu sama Rifky, dia kan pacaran sama Rifky", potong Viola terlihat jengkel. "Hah?!!, gue?, pacaran sama Rifky?. Huh!, nggak selevel lahh. Ya mungkin dia nya ajah kali yang suka sama gue, gue nya mahh nggak", jawab Arra santai. "Alahh, nggak usah ngeles dehh lo!, orang jelas-jelas gue liat pake mata gue sendiri kalo lo itu jalan berdua sama Rifky kok!!", ujar Chika dengan nada tinggi.


"Hahh??!!!!. Astagfirullahaladzim, lo kali yang liat nggak pake mata!!. Orang jelas-jelas juga gue itu jalan sama Vionna, sama Kinnara juga, ya emang siih ada Rifky nyaa. Tapi kan gue nggak berdua dong Sama Rifky!!. Gimana siihh!!, tol*l beudd dahh!", jawab Arra dengan emosi yang sudah memuncak.


"Eyy...eyy...eyy...eyy, ada apaan siih kaliann??. Kok pada berantemm??", tanya Nico menghampiri Para ciwi-ciwi yang sedang bertengkar. "Ini co, biasalah soal cowok, Arra VS Viola, Chika", jawab Kinnara. "Lahh??, kok Arra masuk ke daftar rebutan cowok siih?, nggak salah tuhh?", tanya Evan bercanda.


"Ya iyalah dia ikut, kan dia emang suka nyari perhatian ke cowok", celetuk Viola kembali membuat suasana bertambah panas. "Heh!!, jaga yaah ucapan lo!. Gue bukan cewek kek gitu yaah!!", ujar Arra membela dirinya.


"Udah-udahlahh!!. Lu nya juga siih Ra, lu tuhh emang kek gitu, bisanya cuman nyakitin sahabat terus!!. Makhluk apaan siih lu?!", ucap Dennis membentak. Deg!!... "Lahh??, kok lo jadi nyalahin gue siih Den??. Masalah lo sama gue apa?, kok lo bisa kek gitu siih sama gue!!. Perasaan gue nggak salah dehh!!", Arra bertambah marah ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Dennis.


"Lahh emang kenapa?, gua nggak boleh yaa sekali-kali belain Viola?. Dia juga sodara gua kok", jawab Dennis seperti menantang. "Ya tapi kan dia yang salah Den!. Masa lo belain orang yang salah siih??. Dahlahh, males gue ngomong sama lo!, dikit-dikit jadi emosi, dasar cowok PMS!!!", Arra pun pergi dari kerumunan itu.


"Ra... Raa...", Dennis berlari mengejar Arra yang sudah emosi.


.


.


.


"Ya gua tau, gua salah cara buat bikin hati lu tuh adem", ujar Dennis yang masih memegang tangan Arra. "Ya emang salah!, emang sejak kapan lo bener?".


"Yaudah sekarang gua minta maaf. Lu mau kan maafin gua?", tanya Dennis mencoba mendapatkan senyuman dari Arra lagi. "Entahlahh gue pusing denger ocehan lo!", jawab Arra masih jengkel. "Raaa, jangan kek gitu dongg", rengek Dennis. Ia mencoba agar Arra tersenyum dan sembuh dari marahnya.


"Maaf yaah, maaf yaa. Maafin dong Raaa, ihhh jangan marah lahh", ucap Dennis merengek. "Ya gue maafin", jawab Arra terpaksa, meskipun dalam hatinya ia masih marah kepada Dennis.


"Yess!. Senyum dongg", rengek Dennis lagi. Akhirnya dengan terpaksa Arra mau tersenyum di depan wajah Dennis. "Nahh gitu dongg, kan jadi cantik lagi", ujar Dennis merayu Arra. "Iddihh apaan siih, gombal ajah lo😒", jawab Arra. "Ntar mau nggak pulangnya bareng sama gua?", Tawar Dennis. "Iyah, ehh tapi emang boleh??", tanya Arra balik. "Ya boleh laah, emang kata siapa nggak boleh?. Kan itu mobil gua sendiri", jawab Dennis. "Oooo". "Yaudah yukk ke kelas", ajak Dennis, Arra pun mengangguk.


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAAH


I LOVE U ALL❤🍎❤🍎