Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 52.



Di Jalan (Dennis dan Arra)...


Mereka berdua berjalan bergandengan. Padahal mereka belum resmi berpacaran. Teman-teman yang lain mengira, kalau Arra dan Dennis sudah berpacaran.


"Den...".


"Hemm... Kenapa Ra?".


"Boleh nanya nggak??".


"Boleh kok, nanya apaan??".


"Kan Chika sama Bagus udah pacaran yahh Denn, nahh kita udah belom siih??".


"Emm udah belom yaa".


"Ihh gue serius nihh Denniss😒".


Dennis berhenti melangkahkan kakinya. Memegang pundak Arra, sambil berkata, "Raa... Gua bakalan cari waktu yang tepat buat nyatain cinta ke elu. Dan gua berharap elu juga paham sama kata-kata gua ini", jawab Dennis penuh harapan.


Arra mengangguk pelan, walau dalam hatinya tersirat rasa kecewa. Namun, Arra yakin, Dennis adalah seorang laki-laki yang dapat menjaga janjinya. "Tapi jangan lama-lama yaa", kata Arra.


"Iyah, lu tunggu ajah okee👌", jawab Dennis tersenyum. "Ehh yukk buruan, udah telat nih kita lhoo", ucap Dennis langsung berlari sambil terus menggandeng tangan Arra kencang.


Di Lapangan...


Dennis dan Arra sampai di lapangan. Terlihat lawan IFA CLUB sudah datang ke lapangan tersebut. "Ehh liat deh tuhh si Arra, nggak bosen-bosennya yah gandengan sama Dennis mulu, jadi iri deh guee", ucap salah satu pendukung perempuan IPA CLUB (INDONESIAN PEACE ATHLETES).


Nico dan Vionna sampai di lapangan, dan langsung menghampiri Dennis dan Arra. "Hai Ra, hai Den", sapa Vionna. "Ehh ada Vionna, cieee makin deket nihh yee", ledek Arra sambil menyenggol tangan Vionna.


Pipi Vionna terlihat merah, tersipu malu. "Ihh apaan siih Arra", ucap Vionna. "Ya lu juga gandengan mulu, ya ngiri dong gua. Jadi ngikut dehh hahaha", ceketuk Nico.


"Lu juga gandeng Vionna lahh, nggak apa-apa kok, udah gua restuin hahaha", ucap Dennis dan disusul oleh tawa mereka berempat. Vionna terlihat bahagia saat bersama Nico. Namun entah kenapa?, saat bersama Nico hatinya terbang memikirkan Aris.


Ia masih bingung dengan perasaannya. Entah siapa yang ia cintai. Vionna sebenarnya ingin merelakan Aris untuk saudari kembarnya, namun jika dekat dengan Aris dia juga merasa bahagia.


Begitu juga jika ia bersama dengan Nico, ia merasa semua beban hilang, tapi di hati Vionna merasa tak ada rasa sama sekali untuk Nico. "Oke gue akan mencoba buat suka sama Nico ajah", begitulah kata hatinya saat di samping Nico.


"Yaudah Ra, gua tinggal dulu yahh. Jangan lupa dukung calon suami lu ini yahh", ucap Dennis sambil meraba pipi lembut Arra. "Hemm... Iya dehh, tapi inget, sebelum gue diambil sama cowok lain lhoo", jawab Arra.


"Iyah iyah tenang ajah lahh, serahkan semuanya sama Professor Dennis hahaha", Dennis kemudian pergi bersama Nico karena mereka berdua sudah ditunggu oleh coach David.


Vionna dan Arra pergi mencari tempat yang tidak terlalu terkena sinar matahari. Dari kejauhan Dona dan Meyka terus memperhatikan gerak-gerik Arra. Apa yaa yang mau dilakukan sama Dona dan Meyka?.


"Ishhh... Mata lo pilong yahh, itu tuhhh. Masa nggak liat siiih", ucap Dona geram. "Ohh iya itu. Gue juga mau ngasih pelajaran sama Vionna, karna dia udah berani jalan sama MyBebep gue", jawab Meyka.


"Hilihhh mybebep. Yang ada tuh yah, si Nico itu bakalan muntah kalo deket-deket lo", ucap Dona nyebelin. "Enak ajah loo, Nico itu dia sukanya sebenernya ama gue, tapi ya gitu kek Dennis gengsi mau ngungkapin", jawab Meyka berkhayal.


"Ngarep ajah lo, udah ahh yuk kita samperin musuh kita", kata Dona sambil melangkahkan kakinya.


"Musuh kita??. Lo ajah kali gue nggak".


"Lahh katanya lo mau ngasih pelajaran sama Vionna, gimana siih lo!".


"Ohh iya yahh, kok gue bisa lupa siih".


"Haduhhh, Chika udah nggak sahabatan sama gue, ehh ada gantinya yang oon. Malahan kayaknya lebih oon dari Chika dehh", gerutu Dona.


"Mau ikut nggak loo??!!", tambah Dona.


"Ya mau lahh. Masa nggak, kan gue mau dukung MyBebep gue itu hehehe", mereka berdua pergi menuju ke tempat duduk Arra dan Vionna.


Disisi lain, Coach David sedang menunggu Aris yang sedari tadi belum datang. "Kalian ada yang tau nggak Aris dimana?", tanya Coach David. Semuanya tidak ada yang tau tentang keberadaan Aris.


"Gimana ini kalo Aris nggak dateng, dia itu kapten IFA CLUB lhoo. Yaudah kalo Aris nggak dateng kaptennya digantikan sama Rifky, kalo nggak Dennis ajah yah", ucap Coach David.


"Yahh, kita tunggu Aris dulu ajah Coach", kata Rifky tak sanggup untuk menjadi kapten tim nya itu.


"Iyah kita tunggu. Tapi mau sampai kapan ini??", tak lama kemudian tiba-tiba Arus datang. "Assalamu'alaikum Coach, maaf saya terlambat", ucap Aris sambil menundukkan kepala.


"Dari mana ajah kamu?", tanya Coach David. "A..anu... anu.. itu-".


"Mangkanya jangan pacaran mulu lu Ris", celetuk Evan. Semua menertawakan Aris. "Emm, Coach saya jangan dulu jadi kapten yah. Saya belum siap", kata Aris sambil tersenyum agar mendapatkan izin dari coach nya.


"Ya sudah nggak apa-apa, berarti gantinya kamu Den", Dennis langsung terkejut. "Hah??, a... sa... saya Coach?".


"Iyah kamu nggak apa-apa kan?", tanya Coach David. "I...iyah coach nggak apa-apa. Saya siap jadi kapten IFA CLUB", jawab Dennis, namun ia ragu dengan kemampuannya.


"Yahh itung-itung buat nunjukin skil gua ke Arra lah, biar dapet perhatian dia", gumam Dennis dalam hatinya.


Bersambung....


Jangan Lupa Like nya, Vote nya, Komen nya🌹❤🍎


I Love U All❤❤😘😍