
Lanjutt.....
Setelah 3 jam pelajaran berlalu, semua murid pun keluar dari ruang kelasnya masing-masing. Seperti halnya Dona dan Meyka. Mereka berdua pergi ke kanting untuk membahas permasalahan pagi tadi.
"Don, kok sekarang Chika jadi ngelawan kita yah", Meyka memulai pembicaraannya. "Nggak tau tuh. Apa jangan-jangan dia itu dipengaruhi sama Bagus. Dan juga supaya Chika itu mau ngasih tau sama mereka siapa pelaku tabrak lari Arra itu", Dona menduga-duga.
"Hemm, iya juga siih bisa jadi Don. Tapi kayaknya nggak mungkin deh", Meyka merasa kurang percaya dengan dugaan sahabatnya itu.
Di sebuah kursi yang terhalangi oleh sebuah tembok besar, ternyata ada Amel yang sedang mengawasi Dona dan Meyka. Namun, mereka berdua tidak mengetahuinya. "Gue denger semuanya Dona, Meyka", sebuah kalimat terucap di mulut Amel dengan tatapan tajam, sambil terus memperhatikan gerak-gerik Dona dan Meyka.
Di depan kelas....
Aris keluar dari ruang kelasnya dengan berjalan sangat santai. Saking santainya, sampai ia tidak mengetahui kalau di samping pintu ada Dennis yang sedang berdiri menunggunya.
"Ehh, ada Dennis. Ada apa Den?, kok lu berdiri di situ", tanya Aris santai, seolah-olah tidak tau apa permasalahan nya. "Gua tanya, dan lu jawab dengan sejujur-jujurnya, oke", Aris tampak bingung dengan jawaban dari Dennis.
"Ada apaan siih Den, kok lu kayak serius gitu, slow dongg", Aris mencoba menenangkan Dennis. "Udah lu jangan basa-basi. Sekarang gua tanya, apa iya lu itu memaafkan Dona??", tanya Dennis dengan sangat pelan.
Aris bingung untuk menjawab pertanyaan dari Dennis. "Hahh, e..eng..enggak kok Den, lu kata siapa, lu bercanda ajah dahh", Aris masih saja tidak serius dengan pertanyaan dari Dennis.
"Hahh, dia tau dari mana lagi. Kalo gua jawab iya, ntar gua dihajar sama dia. Tapi kalo gua jawabnya nggak, ntar ditanya-tanya terus. Dilema gua", batin Aris.
"Lu tau dari mana Den?", tanya Aris mulai ikut serius. "Lu nggak perlu tau, dari mana gua tau soal itu?", jawab Dennis masih pelan.
Di balik sebuah tembok yang menuju ke arah kelas lain, ada seorang siswa yang sedang tertawa jahat. Yang tak lain adalah seorang siswa yang ingin mengadu domba Dennis dan Aris.
"Nggak Den, Aris nggak maafin kesalahan yang dilerbuat Dona ke adek nya", jawab Nico yang tiba-tiba datang entah dari mana asalnya.
"Huhh. Makasih banyak Nico, lu udah nyelamatin gua", Aris merasa lega, karena ia dibantu oleh Nico. "Siall, semuanya gagal", ucap siswa yang sirik itu. "Ooh yaudah kalo gitu siih Ris. Kalo nggak yaudah nggak apa-apa kok. Yaudah kalo gitu, kita ke kantin yuk, mumpung waktu istirahat masih banyak.
Mereka berempat pun pergi meninggalkan tempat itu, dan pergi ke kantin. Namun, saat di perjalanan menuju kantin, Nico melirik tajam ke arah siswa sirik tadi. Nico memang sudah tau, siapa yang memberi tau kepada Dennis soal kejadian itu.
"Tapi gua masih nggak yakin sama penjelasan Nico itu deh", pikir Dennis sambil berjalan. Mereka bertiga pun sampai di kantin. Namun Dennis masih memikirkan soal tadi. "Kira-kira, jawaban Nico itu bener nggak yahh", pikir Dennis lagi.
Next okee....
jangan lupa like❤