Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 41



"Karena untuk beberapa hari ini guru-guru sedang rapat di dinas pendidikan Provinsi, maka diharapkan para siswa untuk belajar di rumah selama 1minggu. Senin depan mulai belajar efektif seperti biasa", guru mengumumkan pemberitahuan itu.


Semua siswa bersorak sorai. Begitu juga dengan Chika dan Bagus. Mereka berdua berbeda dengan teman yang lainnya yang sibuk menyelidiki masalah Vionna, Viola, dan Aris itu.


"Yesss, besok kita libur satu minggu. Hore...Hore...Hore", sorak Chika. "Jangan kesenengan dulu lo, urusan kita belom selesai. Awas kalo lo sampe kabur dari kita berdua", ucap Dona yang tiba-tiba datang bersama Meyka entah dari mana asalnya.


"Duhh, Dona ngapain siih pake dateng segala. Pake ada Bagus lagi disini, ntar dia bisa tau masalah gue ini apaan", batin Chika. "Kalian berdua itu kayak Jelangkung yah. Datang tak diantar pulang tak dijemput", ujar Bagus menanggapinya.


"Heh Bagus.. Itu salah itu, lirik lo salah", kata Meyka. "Lahh terus apaan?", tanya Bagus bingung. "Harusnya itu, Pulang tak dijemput datang tak diantar", jawab Meyka.


"Ya itu sama ajah kalii Meykaaa!!. Harusnya itu datang ke sekolah untuk belajar dan pulang membawa ilmu", ujar Dona ikut menjawab.


"Salahh Dona... Itu bukan kata-katanya Jelangkung, tapi Pahlawan Pendidikan tauu... Ehh kok kita malahan bahas kata-katanya Jelangkung siih. Kan bukannya tadi Dona mau ngancem gue yahh", ucap Chika.


"Ohh iya yah, kok gue bisa lupa yahh. Padahal gue sendiri yang duluan ngomong", kata Dona. "Yaudah kalo gitu, Heh Chika!", ucap Dona membentak Chika pelan.


"Aduh... Ya ampun... Donaa... Itu terlalu pelan, harusnya itu yang menggelegar dong", ucap Bagus. "Duhh gue salah lagi... Salah lagi, lah udahlah, besok ajah marahnya. Oke dahh Bye..", ucap Dona. Dona dan Meyka pun pergi ke kelas untuk mengambil tas mereka.


Di Jalan...


"Laahhh... Bodoamat, emangnya dia sering ngajakin gue pulang bareng?, nggak pernahh...", jawab Arra tak peduli. "Lahh tapi aku sering ngeliat lu pulangnya itu bareng terus dehh", tanya Dennis lagi.


"Itu tuh karena gue ngejar dia, kalo gue nggak ngejar-ngejar dia, dia nggak bakalan mau nungguin gue, yang ada malahan dia itu nelantarin gue", jawab Arra.


"Ra... Tungguinnn...", teriak Aris memanggil Arra sambil berlari mengejar mereka berdua. "Ehh dia dateng, panjang umur dehh", ucap Arra.


"Kok lu nggak nungguin gua siih Ra?", tanya Aris kecewa. "Ya abisnya dari tadi gue tungguin lo, lo nya nggak tau nyangkut dimana?. Yaudah gue bareng sama Dennis ajah", jawab Arra.


"Lu abis kemana siih Ris?", tanya Dennis. "Gua... Gua.... Abis... Anu...", jawab Aris ngos-ngosan. "Nih..nih..nih.. Minum dulu, kasian sampe ngos-ngosan gitu", ucap Arra sambil memberikan botol minumnya ke Aris.


Glek..Glek "Makasih ya Ra", ucap Aris. Arra mengangguk sambil memasukkan botolnya ke dalam tasnya. "Gua itu lari dari kenyataan", jawab Aris. "Lari dari kenyataan??. Tapi kok ngos-ngosannya kayak abis dikejar anjing siih?. Ooh gua tau", ucap Dennis.


"Ris, lo harus paham tentang masalah ini", ucap Arra. "Paham apa lagi siih?", tanya Aris. "Vionna itu suka sama lu, dan Viola itu sukanya sama Rifky", jawab Dennis. Aris diam mematung. "Emang iya yahh, kok gua bisa nggak peka siih sama Vionna?", pikir Aris tak percaya.


Bersambung....


Jangan lupa buat Vote, Like nya yaa.