
"Disaat semua orang ngehujat gue, ngebully gue, ngejauhin gue, dan lo malah ngebelain gue, nenangin gue. Dan lo juga selalu ada buat gue. Itu alasan kenapa gue sakit hati saat lo bilang "Gua bener-bener nggak nyangka sama lu Dona!". Gue nggak punya siapa-siapa selain lo Van. Mamah, Papah, Kakak, apalagi adek gue, semuanya nganggep gue beban di rumah, pembantu di rumah. Nggak ada yang ngasih kasih sayang kayak orangtua-orangtua pada umumnya. Jujur gue iri sama Arra, sama Vionna, dan cewek-cewek yang lainnya. Mereka dapet apa yang dibilang pantes buat seorang anak dari para orangtuanya. Beda sama gue, sekalinya gue pulang telat, gue dikira abis nemenin om-om. Selalu ajah sial hidup gue!. Gue sayang sama lo Van, gue cinta sama lo Van. Dan lo mungkin satu-satunya temen cowok gue yang bener-bener tulus sama gue", ucap Dona menimpali Evan dengan air mata yang terus menetes.
Evan yang mendengar pernyataan dari Dona pun ikut meneteskan air mata. Evan menghadapkan badannya ke Dona. Evan pun memeluk Dona dengan erat. Dona juga membalas pelukan dari Evan.
Seperti orang yang sudah sangat lama tak bertemu. Mereka berdua ternyata sudah lama menyimpan perasaan masing-masing. Evan melepaskan pelukannya. Evan mengusap kedua pipi Dona dengan lembut. "Maafin atas segala perlakuan gua yang ngikut-ngikut sama temen yah. Gua sayang sama lu, I love you and i miss you Dona", ucap Evan sedikit berbisik.
Kini wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja. Evan memajukan bibirnya hingga menyentuh bibir Dona. Evan mulai mencium bibir Dona yang begitu menggoda itu.
Sore hari yang begitu indah, ditambah dengan indahnya sunset membuat mereka berdua sangat menikmatinya. Evan menghentikan ciuman nya dengan Dona. Evan langsung merasa canggung terhadap Dona.
"Hihihi, lo kenapa Van?. Kok kek malu gitu siih??", tanya Dona tersenyum geli melihat tingkah laku Evan yang aneh. "Hah??, enggak hehehe. Maaf", jawab Evan canggung.
"Iyahh nggak apa-apa kok, yaudah yuk pulang, udah sore lho ini", ajak Dona. "Ayokk", mereka berdua pulang bersama dengan perasaan canggung.
.
.
.
.
Malam Hari Di Rumah Arra...
Arra merebahkan tubuhnya di kasur empuk nya. Tok..tok..tok (suara pintu diketuk). "Yaahh, siapa??. Masuk ajah pintu nggak dikunci", teriak Arra memberi tau.
"Hahh??, emang dikunci yahh??. Duhh kok gue bisa pikun siih!!", gerutu Arra sambil membuka kunci di pintu kamarnya. "Ada apaan siih??", tanya Arra terlihat malas.
"Katanya gua disuruh buat ke sini, yaudah gua kesini dongg!!. Lu kenapa siih Ra??, kek banyak banget masalah!!", tanya Aris penasaran.
"Kepo amat siih lo!. Kan udah gue kasih tau sama lo kalo gue itu abis diusir sama Dennis dari ruangan dia!!", jawab Arra tak melihat wajah Aris sama sekali.
"Kurang ajar dia yahh!!. Berani-beraninya dia usir teteh gua!!. Anaknya siapa siih dia!".
"Anaknya Hardi sama Meina tuhh".
"Ohh iya yahh hehehe. Ohh iyaahh, dari pada lu kesel, capek, marah-marah nggak jelas, mendingan kita bikin seblak ajah yukk", ajak Aris.
"Bikin seblakk??. Kek cewek lo hahahaha", ledek Arra hingga ia tersedak. "Ya kan lu tadi waktu pulang bilang katanya gua mau dibikinin seblak sama lu. Ahh lu mahh gitu lahh", jawab Aris memasang wajah imutnya agar Arra menuruti kemauan adiknya.
"Iyah iyah dehh, yaudah yukk kita ke dapur", Arra beranjak dari kasurnya dan langsung pergi ke dapur dan mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat seblak request an dari Aris.
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE YAHH
I LOVE U ALL❤🍎❤🍎