
"Emm, lu tau nggak sebenernya ada hubungan apaan siih di antara Dennis sama Arra??", tanya Rifky penasaran. "Yaelahh kirain mau nanya apa serius banget mukanya. Kirain mau nanya, Viola apa dirimu mencintaiku??. Ehh malahan nanyain yang lainn", batin Viola.
"Ohh soal itu, gue nggak tau Ky. Tapi siih keknya mereka berdua ada hubungan spesial dehh, buktinya mereka berdua bareng-bareng teruss", jawab Viola.
Rifky terlihat kecewa. "Jangan-jangan mereka berdua pacaran lagi. Huhh, gimana yahh", batin Rifky. "Emm Vi, itu bukannya rumah lu yahh. Kok lu lurus ajah siih??, mau pulang ke rumah gua??", tanya Rifky.
Viola terlihat tersipu malu. "Hah??, ohh iya yahh kok gue bisa lupa yahh sama rumah sendiri hehehe. Yaudah kalo gitu, sampe jumpaa, daaahh", Viola pamit pulang.
Sebenarnya Viola sudah berharap kalau Rifky akan mengatakan tentang perasaan Rifky kepada Dirinya. Namun, ternyata berbeda. Rifky justru malahan mengatakan tentang hubungan Dennis dan Arra yang menurut Viola tak penting.
Di Rumah Sakit...
Bu Meina tidak terkejut dengan sifat dan watak Dennis yang baru. Namun, Bu Meina sangat marah, karena Dennis justru malah lebih jahat kepada Arra yang bahkan tak pernah melakukan kesalahan kepadanya.
Bu Meina menatap Dennis tajam. Dennis sudah bisa duduk, dan seperti orang sama sekali tidak sakit. "Apaan Bun?, ngeliatin aku gitu banget!. Kenapa?, nggak suka Aku usir dia dari ruangan ini??", tanya Dennis ketus.
"Kok kamu bentak Bunda siihh!!!. Harusnya kamu tau diri dongg. Nggak ada lagi selain Arra, temen yang mau jagain kamu sampe kamu sadar. Kok kamu malahan usir dia siih!!", jawab Bu Meina geram.
"Ya emangnya kenapa??. Lagi pula tadi si Arra bilang sendiri kok, dia disini jagain aku itu karena dia bales budi kebaikan aku!. Jadi nggak ada salahnya dongg kalo aku usir dia!", ucap Dennis semakin kurang ajar.
"Gitu??. Yaudah kalo Bunda nggak suka Aku usir Arra dari sini yaudah, Bunda ikut pulang juga bareng sama kayak Arra juga nggak apa-apa kok".
"Yaudah kalo gitu, Bunda bilangin ke Ayah, kalo kamu sekarang udah kurang ajar!!", tantang Bu Meina. "Ya jangan aduin ke Ayah dongg. Dasar tukang ngadu!!", Mereka berdua berdebat keras.
"Udah lahh, Bunda bingung sekarang!!. Kamu udah bukan Dennis yang dulu lagi!!", ucap Bu Meina lelah. "Yaudah kalo Bunda bingung, jongkok ajah Bun, biar nggak bingung", ledek Dennis yang benar-benar kini sudah tak punya sopan santun.
Bu Meina mengira semua hanya akan berimbas pada orang yang benar-benar dibenci oleh Dennis. Namun, semua orang yang ada di sekitarnya terkena imbasnya.
"Maafin Tante Raa... Kamu jadi kena imbas juga", batin Bu Meina. Bu Meina keluar dari ruangan Dennis dengan emosi yang benar-benar meningkat.
"Dennis bener-bener udah jauh dari kata baik sama lembut. Dia udah bukan Dennis yang dulu lagi, yang sayang sama semua orang, yang peduli sama semua orang. Kenapa jadi kayak gini Ya Allah", rintih Bu Meina, duduk di kursi yang ada di luar ruangan Dennis.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE
I LOVE U ALL❤🍎❤🍎