
"Emang kenapa siih Mahh aku harus jaga sikap depan tamu Mamah?", tanya Lolita bertambah kesal dengan sikap ibunya. "Dia itu bukan cuma tamu Mamah, tapi dia lah yang akan menentukan kehidupan kamu nantinya", jawabnya. "Jangan bilang kalo Mamah mau jodohin aku!".
"Emangnya kenapa kalo Mamah mau jodohin kamu, toh juga kamu nggak punya pacar kan!. Laki-laki yang mau Mamah jodohin itu juga ganteng kok, kaya, tinggi, seumuran pula tuh!. Apa alesannya kamu harus nolak!, dan inget!, kamu nggak akan bisa nolak permintaan Mamahh!!, meskipun kamu mohon-mohon dan berlutut di kaki Mamah!", jelas Bu Ningsih (Ibunya Lolita).
Lolita hanya diam saja mendengar ocehan ibunya. Tak ada yang bisa ia lakukan selain hanya menahan emosi. "Selalu ajah kek gini!!. Tenang ajah Lolitaa!!, lo pasti bisa laluin semuanya, dan lo harus percaya sama diri lo sendiri, kalo lo bisa mertahanin Jino!", batin Lolita. Tak lama, sang tamu yang ditunggu-tunggu oleh mamahnya Lolita pun datang.
"Hai jeng", ucap seseorang bersama anak laki-laki nya. "Haii, nahh itu dia dateng. Inget!!, jangan pernah kamu kurang ajar di depan mereka!", ucap Bu Ningsih. Dengan hati kesal dan marah, Lolita akhirnya berdiri dan bertatapan langsung dengan laki-laki pilihan ibunya itu.
Betapa terkejutnya Lolita saat melihat wajah laki-laki itu. "K..k..k..ko..kok.. Lo siih!!", ucap mereka berdua bersamaan. "Kalian berdua udah saling kenal?, syukur dehh jadi kita bisa gampang buat jadi besan yaah jeng", ucap ibu dari laki-laki itu. "Ohh jadi ini!, Mamah mohon-mohon buat supaya aku mau jalan bareng sama Mamah karna cuma ini??, cuman mau ketemuan sama Lolita?? iyah??", ucap Raffa begitu kesal dengan sandiwara Bu Angel. "Kenapa Mamah nggak bilang dari tadi siih?, aku nggak mau dijodohin sama Raffa Mahh!!", kata Lolita sembari menangis.
"Apa??, Perjodohan??!!. Gila yaah kalian!!, Aku ini udah punya pacar Mahh, dan aku nggak mungkin mau ninggal pacar aku demi acara konyol yang kalian buat!!", bentak Raffa yang sudah emosi. "Raffa!!, kamu nggak boleh ngomong kayak gitu di depan Tante Ningsih sayangg!", tegur Bu Angel sedikit berbisik. "Apaan siih Mahh, udahlahh pokoknya aku nggak akan pernah nerima perjodohan gila ini!. Aku punya hak buat nolak!", Raffa pun pergi meninggalkan mereka bertiga. "Tunggu Raffa!!, kamu mau kemana?", tanya Bu Angel sambil mengejar Raffa. "Aku mau pulang ke Asrama!", jawab Raffa ketus.
"Nihh Lolita ikut, kasian dia nggak ada yang nagnter pulang", ucap Bu Ningsih. "Emangnya dia nggak bisa nyari taksi apa?!. Emang aku supirnya?", ujar Raffa bertambah marah. "Iyah Raffa, Lolita kan juga sekarang tinggal di Asrama IJAS kann, berarti se jalur dong. Sekalian ajah sama kamu", tambah Bu Angel. Dengan berat hati, akhirnya Raffa mau pulang bersama Lolita.
Raffa mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat. Ia menginjak gasnya dengan penuh emosi. "Fa..", Lolita mencoba memanggil Raffa. Raffa hanya melirik sekali saja ke arah Lolita. "Lo jangan kasih tau ke warga A-IJAS yahh Fa.. Gue nggak mau ada orang yang tau tentang kita", ucap Lolita pelan, ia takut kalau Raffa akan bertambah emosi karenanya.
Karena Raffa mengemudi dengan kecepatan tinggi, ia pun sampai ke A-IJAS dengan begitu cepat, seperti kilat. Ia memarkirkan mobilnya di parkiran bawah tanah. "Lu pikir, gua setuju sama perjodohan ini?!. Gua nggak akan pernah buka-bukaan tentang perjodohan ini, asal lu jangan sampe ngucap soal ini di depan gua!", ucap Raffa sambil menatap serius wajah Lolita.
Lolita terlihat ketakutan melihat wajah Raffa yang serius. Sebelumnya, Lolita tak pernah tau seberapa menakutkannya Raffa. Hari ini ia baru melihat, ternyata Raffa lebih menakutkan dari sikap dingin Evan.
BERSAMBUNG...