Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 148



"Ooh, itu dia Arra. Ehh Arra, gue mau nanya nihh. Ini lo?", tanya Tiara menunjukkan sebuah video di handphonenya. Arra melihat video itu dengan jelas. Ia sangat terkejut melihatnya. Di video itu terlihat Arra sedang mencium Rifky dengan penuh nafsu. Meskipun hanya 6 detik saja, namun mungkin saja video itu sudah menyebar ke seluruh handphone. "Ini bukan gue!. Gue nggak mungkin kek gini sama Rifky. Gue berani sumpah!", Arra mencoba membela dirinya. "Alah lo nggak usah sok-sokan main sumpah deh!. Lo kira dengan lo bilang 'gue sumpah' itu lo bisa terbebas dari kasus ini?!!. Liat ajah, pasti bakalan banyak yang belain Viola!", ujar Tiara dan pergi bersama bala-bala nya.


Terlihat Rifky sudah berdiri di depan pintu dengan senyumannya di ujung bibirnya. "Uhh drama baruu uwu", dalam Rifky.


Arra menghentakkan kakinya dan menghampiri Rifky. Badannya panas karena emosinya yang sudah memuncak. "Kenapa sayang", Rifky membelai rambut Arra. "Nck..!, Gausah manggil gue sayang!. Lo itu apa-apaan siih?", ujar Arra.


"Lu kenapa siih sayang?, jangan marah-marah dong-".


"Plis deh gausah manggil gue sayang!, gue jijikk!!!. Lagian juga ya, gausah ngeharepin kita itu pacaran oke!", Arra langsung pergi, namun ia terhenti saat ternyata Dennis sudah berada di depannya.


"Woii, Dennis!. Gua kasih tau sama lu nihh, pacar lu, eh sorry, mantan lu, sekarang deketin gua. Sumpah sasimo bener yah mantan lu. Ehh juga, tadi malem waktu ditinggalin sama lu, dia nyium gua dengan penuh napsu, gila kan", Rifky terus membual.


Arra merasa terpojok dengan situasi ini. Rifky sengaja pergi meninggalkan mereka berdua. Namun, ia tak pergi begitu saja. Ia bersembunyi di balik pintu kelas lainnya, untuk mendengar pertengkaran antara Arra VS Dennis.


.


.


"Denn, pliss lo jangan percaya yaah. Lo tau sendiri kan, gue ga mungkin ngelakuin hal yang ga bener kecuali sama orang yang gue suka", Arra memegangi tangan Dennis.


Dennis hanya menatap segala yang Arra lakukan di depannya. Dennis melepaskan genggaman Arra dengan paksa. "Gausah pegangin gua!, gua ga suka cewek yang sasimo!. Sorry, but now I can't trust you anymore", ucap Dennis dan langsung pergi meninggalkannya.


Arra tak bisa berkata-kata lagi. "Dennis...Dennis...,Gue mohon jangan tinggalin gue..", air mata Arra mulai menetes.


.


.


.


.


Namun, Dennis langsung saja pergi tanpa menjawab ajakan Arra. Malahan, Dennis justru mengajak Jino pulang bersamanya.


"Ohh iya gue tau, gue harus bersabar. Dia itu kalo udah benci yaudah, ga ada maaf-maafan lagi. Yaudah lah gue pulang sendiri ajah", dalam batin Arra.


.


.


Arra menuruni tangga di sekolahnya. Semua siswa dan siswi yang berpapasan dengannya pasti mengejeknya. "Ehh guys, ada yang sasimo nihh", "Keknya dia udah ga perawan deh", "Ehh lo open bo ajah dehh gausah sekolah, malu-maluin SMA IJAS tauu". Semua orang menggosipinya.


"Sabar-sabar, gue harus sabar", gumam Arra mengelus dadanya.


.


.


.


Di Kantor Polisi...


Amel dikelilingi oleh para polisi yang sampai hari ini masih terus menginterogasinya. Amel mulai terasa bosan dengan hal ini.


"... Karena bukti masih kurang, sepertinya anda akan dibebaskan untuk sementara waktu, sampai anda lulus SMA", ucap salah satu Polisi. Amel terlihat biasa saja dengan kata-kata dari polisi tadi.


BERSAMBUNG...