Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 55.



Dennis menganggukkan kepala. Bu Meina berhenti tertawa, ia memperhatikan dagu Dennis yang lebam karena jatuh tadi. "Tunggu-tunggu, itu dagu lebam kenapa?", tanya Bu Meina penasaran.


"Ohh, ini Bun, apa yahh... Anuu...", jawab Dennis bingung sambil memegangi dagunya yang lebam, dan lebih fokus memegangi dagunya.


"Jatoh Tante waktu pertandingan tadi", jawab Arra mengambil alih jawaban Dennis. "Hah??, jatoh??. Kok bisa siih, biasanya ajah kamu itu nggak pernah jatoh di mana pun. Pasti ini ada yang nggak beres nih. Siapa pelakunya?", Bu Meina terlihat khawatir dengan keadaan Dennis.


"Udah lah Bun, orang Dennis juga nggak sampe harus ke rumah sakit kan. Masih jauh dari jantung ini", jawab Dennis dengan santainya.


"Iya siih iya Den. Tapi kan-",


"Bun, kalo misalnya ada apa-apa pun, itu masalah kami. Bunda nggak usah ikut campur, ini urusan para remaja Bun. Udahlah, Bunda mahh mikirnya kayak misalnya, Cabe rawit, bawang merah gitu-gituan ajah dehh yahh!", potong Dennis.


"Kok lo tau cabe rawit sama bawang merah siih??", bisik Arra. "Ya tau lahh, kan sering baca buku masakannya Dina yang selalu ketinggalan di kamar gua", jawab Dennis.


Arra mengangguk pelan. "Hemmm... Yaudah dehh, ehh Bunda bikinin minuman yahh buat Arra", tawar Bu Meina.


"Ehh nggak usah repot-repot Tante".


"Nggak apa-apa Arra. Anggep ajah Bunda nya Dennis ini Bunda nya kamu juga yahh".


"Ihh Tante mahh ihh, ohh iya Tan. Arra minta tolong boleh nggak".


"Boleh kok Ra, ada apa?, kenapa??", tanya Bu Meina antusias mendengar permintaan Arra, calon mantu kesayangannya.


"Minta air dingin nya boleh kan Tante, buat ngobatin luka lebam di dagu Dennis".


"Ciee... Perhatiann... Oke dehh, bentar yahh Tante ambilin dulu", Bu Meina lalu pergi ke dapur untuk mengambil air dingin yang diminta Arra itu.


"Ra".


"Hemm", jawab Arra dengan senyumnya.


"Ihh nggak dongg. Enak ajah, gua mahh cuman kasian ajah ngeliat lo tadi jatoh nggak ada yang mau bantuin", jawab Arra mengelak.


"Suka juga nggak apa-apa Ra. Gua juga suka sama lu, tapi gua bingung gimana mau ngungkapinnya", batin Dennis.


"Ihh Dennis ngapain siih tanya-tanya begituan. Kan gue jadi deg-deg serr. Duhh gimana nihh gue, kok jantung gue deg-degan teruss", kini berganti, batin Arra.


Bu Meina kembali dengan air dinginnya, dan meletakkan nya di meja depan Arra. "Ra, mendingan lu ngobatin gua nya di kamar gua ajah. Kann bisa jadi lebih leluasa", ajak Dennis sambil mengambil tas yang ia bawa dari lapangan.


"Ihh, jangan dongg. Ntar malahan lo minta lebih gimana??. Ancur dong guee", jawab Arra agak kesal. "Nggak apa-apa Ra, di kamar Dennis ajah", Bu Meina justru malahan mendukung Dennis. Karena yang Bu Meina inginkan adalah Dennis benar-benar pacaran dengan Arra.


"Ihh Tante kok malahan dukung Dennis siihh. Emangnya Tante nggak tau Dennis apa??, dia kan kalo nggak ada orang suka aneh-aneh. Apalagi misalnya kalo dikamar berdua malahan minta lebih, malahan minta gulat di ranjang gimana Tante??!!", Arra justru sudah memikirkan yang tidak-tidak.


"Yaelahh Ra.. Ra... Ya nggak mungkin lahh, napsu siih ada, tapi kan inget situasi. Kita kan belom nikah, masa mau begituan siih. Mikir dongg, ahh lu mahh", Dennis mengelak.


Sementara Bu Meina hanya tertawa mendengar dugaan Arra. "Aduh.. Arra.. Arra.. Mantu kesayangan Bunda. Kalo iya pun, Dennis siap kok buat tanggung jawab. Ya kannn, Dennn", ucap Bu Meina sambil mengedipkan matanya yang indah ke arah Dennis.


"Iddihh, udahlahh. Jadi nggak nihh lu ngobatin gua??", Arra mengangguk. Mereka berdua pun pergi ke kamar Dennis yang terletak di lantai 3.


Bersambung...


Maaf yahh baru up, soalnya author lagi banyak acara😁😁


Selamat malam Minggu😊Buat yang jalan sama pacarnya😄


Tapi kalo yang jomblo, dirumah ajah yahh, soalnya lagi banyak corona😂Dirumah ajah, sambil baca Novel Dennis Arra😊😘


I LOVE U ALL😍😘😘