Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 15



Ambulance yang di naiki Arra sudah sampai di rumah sakit. Arra langsung dibawa ke ruang IGD. "Arra, lu harus kuat Ra. Gua bakalan terus dampingin lu Ra", ucap Dennis menyemangati Arra yang sudah tidak sadarkan diri.


Di rumah Dennis, Airin menyalakan televisi. Ia hendak menonton kartun kesukaannya, namun tiba-tiba dia melihat seseorang yang tidak asing di berita televisi.


"Berita hari ini. Di jalan penyeberangan nomor 13 terjadi sebuah tabrak lari. Diduga korban akan menyelamatkan seorang tunanetra di penyeberangan tersebut, namun naas korban tertabrak mobil yang sedang melaju kencang....", Airin kaget dan ia pun langsung memanggil orang tuanya.


"Ayah, Bunda, coba liat nihh. Ada kecelakaan di penyeberangan nomer 13", Pak Hardi dan Bu Meina yang mendengar itu langsung menghampiri Airin.


Sama halnya di rumah Arra. Aris, Pak Adjie dan Bu Erika sedang menonton berita itu.


"Diduga korban adalah seorang siswi dari SMP xxx, Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.....", Bu Erika kaget, karena dia melihat korban itu adalah anaknya sendiri.


"Ya Allah, itu kan Arra. Arra kamu kenapa nakk", teriak Bu Erika histeris. "Bentar dulu Mah, kita tunggu dulu informasi itu Arra apa bukan", ucap Pak Adjie menenangkan Bu Erika.


Tiba-tiba hape milik Aris berdering. "Iya hallo..............", Karena kaget, Aris menjatuhkan hape yang ada di tangan kanannya. "Aku pergi dulu Pah, Mah", pamit Aris tanpa mengajak orang tuanya.


Aris pergi dengan membawa mobilnya sendiri. Ia menyetir mobilnya dengan sangat kencang. Tak lama ia pun sampai di Rumah sakit tempat Arra dilarikan.


Ketika ia berjalan mencari Arra, dia melihat Dennis sudah ada disana. Dennis yang melihat Aris datang, langsung memeluk Aris sambil menangis.


Ia tak bisa membendung air matanya lagi, tumpahlah sudah air matanya itu di pundak Aris. "Ris, gua takut Riss. Gua takut Arra nggak selamat Ris", rintih Dennis yang terus menangis.


"Lu tenang ajah Den, semua akan baik-baik ajah kok. Lu tenang yahh", ucap Aris menenangkan Dennis.


Tak lama kemudian, Bu Erika dan Pak Adjie datang dan disusul oleh Bu Meina dan Pak Hardi. Bu Meina langsung memeluk Dennis.


"Riss, gimana keadaan Arra Ris?, dia baik-baik ajah kann?", tanya Bu Erika masih menangis. Aris langsung memeluk ibunya itu. Bu Erika melepas pelukan Aris dan menuju ke hadapan Dennis.


"Ini semua itu gara-gara kamu Dennis, kalo ajah anak saya nggak kenal kamu, dia pasti akan baik-baik ajah. Kamu itu pembawa masalah buat Arra", bentak Bu Erika.


Dennis masih menangis, perlahan dia mengusap air matanya. "Maafin aku Tante, aku emang....", plakkk!! satu tamparan tiba di pipi kiri Dennis. Dennis hanya memegangi pipinya yang memerah.


"Iya, gua emang salah, gua nggak....", lagi-lagi belum selesai Dennis berbicara sudah dipotong oleh Bu Erika. "Iya kamu emang salah, kamu penyebab...", Aris sudah geram dengan apa yang dikatakan oleh ibunya, ia pun langsung memotong perkataan ibunya.


"Udah!! Cukup Mah!!!, Dennis nggak salah. Yang salah itu Dona mah", bentak Aris, membuat ruangan tampak senyap tanpa suara. "Dona?", Tanya Bu Meina.


"Iya tante, Aku tau siapa yang udah bikin Arra kayak gini. Udah pasti dia itu Dona sama Meyka. Mereka itu dendam sama Arra...Udah mendingan kita nunggu dokter ajah", ucap Aris.


.


.


.


.


.


.


.


Penasaran sama episode selanjutnya?


besok author up lagi😉


Sebelumnya jangan lupa buat vote, like dan komen ya😜😉😊


maaf banyak typo😁