
"Mereka adalah Rizal dan Vian", Semua siswa, siswi dan para guru-guru bertepuk tangan menyambut 2 murid baru itu. Namun berbeda dengan Nico dan Jino.
Nico terlihat terkejut dengan kedatangan Vian, anak sombong itu. "Lahh itu kan yang kemaren dorong gua!!", ucap Dennis tak percaya. "Iya yahh, kok dia malahan pindah sekolah ke sini siih??!!", Vanno juga tak percaya dengan kedatangan Vian dan Rizal ke sekolah mereka.
.
.
.
Upacara pun selesai. Semua masuk ke kelas nya masing-masing. Ada yang beberapa kelas sudah memulai pelajaran. Terlihat kelas 8A masih ramai karena belum ada guru yang masuk untuk mengajar.
"Ya Allah, semoga Vian sama Rizal nggak bareng sekelas sama kita Ya Allah, Aamiin", ucap Vanno memohon. Banyak yang meng'amin'kan ucapan Vanno. "Jin, kayaknya yahh guru-guru ntar bakalan masukkin Rizal sama Vian ke kelas ini deh", bisik Nico ke Jino.
"Iyah yah kayaknya, ya secara kan kelas kita itu masih agak kosong", jawab Jino menanggapi Nico. Tak lama kemudian datang wali kelas mereka, di diikuti oleh Vian dan Rizal, murid baru yang menyebalkan itu.
"Ihh kok dia malahan pindah ke kelas ini siih??", gerutu Arra. "Yess dia satu kelas sama kita", Terlihat Lolita sangat senang dengan kedatangan Vian yang terkenal tampan dan kaya.
"Anak-anak perkenalkan ini adalah teman baru kalian, namanya Vian dan Rizal. Nahh kalian baris, dan saling berjabat tangan memperkenalkan diri kalian masing-masing, Okee!!👍", para murid-murid itu pun mulai berjabat tangan.
Semua siswa berbaris dan berjabat tangan. Kini giliran Dennis yang menyalami Vian. "Urusan kita belom selesai!", ucap Vian tiba-tiba dan membuat Dennis kaget serta bingung. "Urusan??, Urusan apaan lagi. Ngerti juga nggak gua mahh", jawab Dennis santai.
Beberapa jam kemudian, akhirnya jam pelajaran selesai. Semua siswa sudah mulai berhamburan keluar dari sekolah untuk pulang ke rumah masing-masing. Hanya tersisa Amel, Arra, Reva, Raffa, Adit, dan Dennis saja yang masih di depan gerbang.
"Ra, ntar lu pulang duluan ajah yaa, soalnya gua mau kumpulan DP (Dewan Penggalang) putra dulu yaa", ucap Dennis. "Yahh, lama nggak siih??", Arra terlihat kecewa. "Nggak kok cuma bentaran doang", jawab Dennis. "Yaudah deh gue tungguin lo di pos ronda samping sekolah ajah yahh", Dennis pun mengangguk dengan ide Arra itu.
"Dennis, ayo buruan!", teriak Aris dari arah halaman sekolah yang besar itu. "Iyah bentarr, yaudah yahh. Ati-ati", Dennis pun berlari menghampiri Aris dan teman-teman yang lainnya yang juga sudah berbaris.
Amel, Adit, Raffa, Reva, dan Arra pun mulai berjalan. "Ehh lo ngerasa nggak siih, kayak tadi ada yang kurang di kelas kita?", ucap Reva membuka pembicaraan mereka. "Gua tau siapa yang ilang", Semua berhenti berjalan dan langsung memperhatikan Raffa. "Dona. Dari pagi dia itu nggak keliatan kan", tambah Raffa.
Mereka sampai di depan Pos ronda. "Kok lo berhenti siih Ra?. Emang lo mau nungguin siapa siih?", tanya Amel. "Gue mau nungguin Dennis. Kan tadi dia udah ngomong kalo gue boleh nungguin dia pulang", jawab Arra santai.
"Yaudah kalo gitu, kita pulang duluan ajah yahh", kata Adit. Mereka pun meninggalkan Arra sendirian di pos ronda itu.
BERSAMBUNG.....
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE NYA YAA❤😊
I LOVE YOU ALL❤🍎