
Lanjutt....
"Naa....Vionnaaa", teriak Arra memanggil-manggil Vionna yang terus berlari tanpa menghiraukan Arra. "Ra..Tunggu", Dennis mengejar Arra. "Hishh... Tu bocah yahh, dipanggil-panggil dari tadi nggak nyaut-nyaut juga", gumam Arra.
"Vionna..", panggil Dennis. Ia langsung menahan langkah Vionna. "Apaan siih Den?", jawab Vionna ketus. "Lu nggak usah gitu dehh. Kayak anak kecil tau nggak siih", ucap Dennis.
"Ini urusan gue Den, jadi lo nggak usah ikut campur", jawab Vionna sambil mencoba melepaskan tangannya yang masih dipegang erat oleh Dennis.
"Lepasin nggak!!.. Dennis.. Lepasinnn!!. Kalo lo nggak lepasin gue bakalan...", ucap Vionna, namun kata-katanya langsung dipotong oleh Dennis. "Bakalan apaa??", potong Dennis.
"Gue bakalan laporin ke guru BK!!", ancam Vionna. "Laporin ajah sana... Gua nggak takut. Tapi kalo lu laporin gua ke BK, lu juga bakalan gua laporin masalah ini ke keluarga besar kita. Lu lupa yaa, kalo kita masih satu cucu", Dennis balik menantang.
Vionna seperti gelagapan dengan ancaman balik dari Dennis. "Apaan siih lo Den, kok jadi bawa-bawa keluarga siih, ini itu masalah pribadi gue", ucap Vionna keras.
"Lahh terus, lu ngapain bawa-bawa Viola segala??. Katanya masalah pribadi. Kalo bawa-bawa sodara segala, itu namanya masalah keluarga", jawab Dennis. Vionna masih mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Dennis.
"Lepasinn!!", bentak Vionna. Arra hanya diam saja, hanya berdiri mematung. "Oke..Oke... Gua lepasin!. Tapi lu cepetan jawab, apa yang bikin lu itu kayak gini siih, gara-gara apaan??. Cowok??", jawab Dennis lagi.
Vionna menggelengkan kepalanya dan menangis lagi. "Udah Na.. Lo jangan nangis, lo cerita dong sama gue tentang masalah ini. Siapa tau kita bisa bantu", ucap Arra mencoba menenangkan Vionna yang masih terus menangis.
Akhirnya Vionna menceritakan semuanya tentang masalah yang ia rasakan. Namun, ada saja yang menguping semua pembicaraan mereka bertiga. Tentu saja yang menguping adalah Meyka dan Dona, si perusuh nomor 1 di sekolah itu.
"Rencana bagus, kita bisa ngadu domba mereka berdua", ucap Dona. "Maksudnya kita ngadu domba Vionna sama Viola gitu?", tanya Meyka kurang paham dengan kalimat yang diucapkan sahabatnya itu.
"Ya iyalah, ntar biar mereka itu bermusuhan", jawab Dona dengan senyum jahatnya. "Ini bakalan jadi awal yang baik buat ngancurin hidup Arra", batin Dona.
Vionna selesai menceritakannya. "Tunggu-tunggu, jadi lu suka sama Aris?", tanya Dennis. Vionna hanya mengangguk pelan dan masih terus menangis. "Dan ternyata, orang yang lu cintai selama ini suka sama sodara kembar lu sendiri. Tapi sedangkan sodara kembar lu itu tau kalo lu itu suka sama cowok ini?", tanya Dennis lagi. Dan Vionna tidak menjawab, namun hanya menganggukkan kepalanya.
"Wahhh, gawat sodara lu Ra. Main nyakitin sepupu gua nihh", ucap Dennis tidak terima dengan perbuatan Aris. "Yaudah kalo gitu, kita akan coba buat jelasin ini semua ke Aris yah. Semoga ajah, Aris bisa memahami apa yang lo rasain yah Na", ucap Arra menenangkan Vionna.
"Tapi gimana caranya Ra??. Semuanya itu nggak ada yang paham sama perasaan gue Ra", jawab Vionna. "Ya kita bakalan coba terus, sampe berhasil. Ya nggak Ra", ucap Dennis.
Arra mengangguk tersenyum. "Duhh, gimana yaa caranya ngomong sama Aris yang pemarah gitu kalo soal beginian. Bismillah deh", dalam batin Arra.
Bersambung....