Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 28



Lanjutt....


Akhirnya Dennis bisa keluar dari kerumunan itu. Dennis berlari menuju ke kelas. "Huh..huh.. akhirnya gua bisa lolos juga, duhhh..capek banget lari, jauh banget lagii.. huhh", Dennis melepaskan lelahnya dan langsung duduk di bangkunya.


Tak lama, Jino, Evan, dan Vanno datang menghampiri Dennis. "Heyy broo.. Apa kabarnya, udah lama nggak ketemu", ucap Vanno. "Alhamdulillah aku masih waras kok", jawab Dennis dengan bercanda.


"Ooh iyah, gimana keadaan Arra?", tanya Evan. "Dia udah pulang ke rumahnya kok, kayaknya siih beberapa hari lagi, dia udah bisa sekolah kayak biasa lagi", jawab Dennis dengan santai.


Tiba-tiba, Bagus dan juga Adit datang sambil mengobrol soal kejadian tadi. "Apaan siih Gus, Dit??. Kok kayak serius banget ngobrolnya??", tanya Jino penasaran.


"Nggak, tadi itu si Chika, Dona sama Meyka itu berantem. Soalnya nggak biasa-biasanya mereka bertiga itu berantem", jawab Bagus dengan santainya. Bagus sedari tadi tidak tau kalau sebenarnya disitu adalah Dennis, bukannya Aris.


"Gus, lu nggak tau yahh. Ada Dennis ituu... lu ngomongnya kenceng banget lagi..", bisik Adit ke telinga Bagus. Dennis melihat kelakuan Adit dan Bagus itu dengan sinis.


"Chika, Dona, sama Meyka??. Berantem??", tanya Dennis. Bagus dan Adit terbata-bata. "Emm.., nggak bukan gitu maksudnyaa Den", jawab Adit terbata-bata.


"Udah nggak apa-apa, jawab ajah pertanyaan aku. Ooh iyah, kalian udah kerjakan apa yang gua suruh kan??", pertanyaan Dennis membuat Jino, Evan, Vanno, Bagus, dan Adit itu kebingungan.


"Kalian kenapa siih??. Gua tanya, yang gua suruh itu udah kalian lakuin apa belom??!!", Dennis bertanya kembali dengan nada yang sedikit lebih meninggi.


"Emm,, udah kok Den", jawab Evan. "Nahh gitu maksud gua, iya nggak nya. Bukan gimana caranya, paham kalian??!", ucap Dennis sambil meninggalkan mereka berlima.


Di rumah Arra....


Aris sudah berangkat sekolah sedari tadi. Kini Arra sendirian di kamarnya yang sangat luas. Dia mengingat semua tatapan manis dari Dennis saat merawatnya sewaktu di Rumah Sakit.


"Dennis Ohh Dennis", Arra terkejut, karena sebelumnya ia tidak tau kalau Ibunya mendengar kata-katanya tadi. "Ehh ada Mamah", Arra sedikit malu.


"Anak Mamah yang satu ini, udah kenal yang namanya CINTA yahh", ledek Bu Erika. "Ihh, apaan siih Mahh, Arra jadi malu dehh", jawab Arra tersipu.


"Nggak apa-apa sayang. Mamah juga dulu kayak gitu sama Papah kamu", ucap Bu Erika. "Mah, Mamah tau nggak. Dennis itu ganteng yah", kata Arra sambil tersenyum dan membayangkan wajah Dennis terus-menerus.


"Iyah, Mamah tau kok. Dennis itu anak yang baik dan bertanggung jawab", dengan kata-kata ibunya, Arra semakin yakin, jika dia berpacaran dengan Dennis akan diperbolehkan dengan mudah.


"Mamah setuju nggak? kalo Arra pacaran sama Dennis??", tanya Arra berharap jawaban dari ibunya itu sama dengan apa yang ia harapkan.


"Iyah kok, Mamah setuju. Bahkan Bunda nya Dennis juga setuju kalo kamu pacaran sama Dennis", kata-kata Bu Erika membuat Arra semakin percaya diri dengan hubungannya dengan Dennis.


"Yess, berarti tinggal gue nunggu Dennis ngutarain perasaannya sama gue. Dua ibu-ibu ini udah pada setuju yesss", Arra tersenyum bahagiaa.


Next gan


Jangan lupa like yaa


Follow juga Ig ku


@iamnabilla2🌻