
Kita pindah ya gengs, sekarang ke Aris.
Aris baru selesai mengerjakan tugas yang diberikan oleh Ibu Guru sebelum istirahat. Dia berjalan ke arah kantin. Pada saat dia baru beberapa langkah dari kelas, dia melihat ada Violla dan Vionna yang akan ke kantin juga.
Aris berlari menghampiri mereka berdua sambil merapikan rambutnya. "Hallo Violla, Vionna", panggil Aris dengan sangat lembut.
Sudah wajar jika Aris memanggil perempuan dengan sangat lembut, Dia itu kan Fuckboy!!. "Ehh ada Aris, kenapa ris?, mau ikut kita ke kantin?", tanya Violla. Vionna tidak bisa berkata. Dia sedang memandangi Aris sambil tersenyum.
Wajah Aris tampak bingung setelah melihat ekspresi Vionna yang melihat dirinya. "Nii orang kenapa siih, kok ngliatin gua sampe kayak gitu banget. Hah palingan dia ngefans sama gua, gua kan paling ganteng ke dua setelah Dennis hahaha", pikir Aris.
"Vionna, lu kenapa?, kok ngliatin gua gitu banget siih, ada yang salah di badan gua yah?", tanya Aris memecah tatapan Vionna.
"Hah, e..e...nggak kok, kamu rapi banget hari ini deh, aku dari tadi ngliatin kamu itu karena baju kamu itu rapi banget, aku jadi suka deh", jawab Vionna setengah berbisik.
"Hah kenapa?, kamu jadi kenapa?", tanya Aris pura-pura tidak mendengar. "Dia suka sama gua?", pikir Aris.
"Emm nggak...nggak papa", jawab Vionna menutupi kata-kata yang barusan dia katakan.
"Kayaknya Aris denger deh apa yang gue bilang tadi, tapi dia pura-pura nggak denger tuh supaya gue ngulangin lagi kata-kata itu. Ihh dasar cowok", gumam Vionna dalam hati.
Violla yang mendengar percakapan mereka berdua pun tertawa. "Lu kenapa Vi?", tanya Vionna. Violla memandangi Vionna dan Aris, ia pun langsung menghentikan tawanya.
"Ekhem maaf hehe", Vionna dan Aris saling memandang dengan tatapan bingung.
Kita pindah ke trio kuntilanak burik ya gengs😂
Dona, Meyka dan Chika sedang berjalan menuju ke kelas mereka. Dona sejak dari kantin, dia terus saja melamun. Dona memikirkan kata-kata Evan.
"Duhh, gue jawab apa nihh. Masa gue langsung to the point siih, kan nggak mungkin banget. Masa seorang Dona cepet banget luluh sama cowok siih. Ntar apa kata dunia kalo gue ketauan pacaran sama Evan. Tapi gue suka siih sama Evan. Ahhh pusing dehh", gumam Dona dalam hatinya.
"Don, tadi Evan ngomong apa sama lo?. Kok kayak serius gitu, jangan-jangan...", ucap Meyka sambil tertawa meledek.
"Jangan-jangan apa. Kalian nggak usah ikut campur dehh, urusin ajah urusan kalian berdua", jawab Dona ketus.
"Ehh, gue nanya yahh. Menurut kalian itu gimana yaah, kalo misalnya ada cowok, terus cowok itu nembak ke gue. Itu gue terima langsung apa ngulur waktu dulu?", tanya Dona kepada kedua sahabatnya.
"Kalo menurut gue siih yah Don, lebih baik lu pikir-pikir dulu deh. Soalnya kan lo belom tau gimana sikap cowok itu, ya kan", jawab Chika.
"Iya yah. Ehhh kok tumben siih lo bener otaknya, biasanya lo itu aneh, oon lagi", ucap Dona setengah mengejek.
"Iya yah, kok gue pinter yah hari ini", sambung Chika. "Yahh baru ajah dipuji lo bener, udah oon lagi duh Chika..Chika", ucap Meyka sambil menepuk dahinya.
Tak terasa mereka ngobrol, mereka sudah sampai kelas. Seperti biasa, mereka duduk dan kembali mengobrol.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa vote nya Gengs😉👌❤
Kita sambung besok lagi oke😉😁
Jangan lupa komen dan Like ya😜