Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 36



Di kelas hanya ada Vionna sendiri. Ia kembali teringat akan kejadian tadi. Kata-kata Aris kepada Viola kini selalu menghantui pikiran Vionna.


"Kenapa siih?, dunia selalu ajah nggak berpihak ke gue. Kenapa semua itu lebih sayang sama Viola. Kenapa setiap kali gue berharap sesuatu, nggak pernah berhasil", gumam Vionna.


Nico yang sedang berjalan menuju kelas tiba-tiba berhenti. "Kok gua seharian nggak ketemu sama Vionna yahh. Gua cari dehh, siapa tau ketemu. Katanya kalo jodoh pasti ketemu.. Hiyakk", Nico langsung masuk ke kelas.


Nico masuk dengan santai, seolah-olah tidak ada seseorang pun di kelas itu. Dengan perlahan, Nico memalingkan wajahnya. Ia menoleh ke arah tempat duduk Vionna.


"Vionna??, kok lu nangis siih??. Kenapa?, ada apa??, cerita dong sama gua", tanya Nico. Vionna menghapus air matanya yang menetes di pipinya itu. "Nggak kok Nic. Gue nggak apa-apa kok", jawab Vionna menutupi semua masalahnya.


"Nggak apa-apa gimana?, lahh itu lu nangis. Udah ayo cerita sama gua, gua bisa kok dengerin semua curahan hati lu", ucap Nico lagi. "Pokoknya gue nggak boleh sampe ngasih tau soal ini sama Nico. Biar Arra ajah yang tau, karena dia baca diary yang gue tulis. Yang lain jangan, tapi palingan Dennis juga tau", batin Vionna.


"Dia ada masalah apaan siih?, kok nggak biasanya dia nangis sampe matanya sembab gitu. Pasti ini masalah yang serius nihh, gua harus selidikin", batin Nico.


Pindah ke Dennis dan Arra...


Dennis dan Arra sedang duduk melihat siswa lainnya yang sedang bermain sepakbola. "Den..", Dennis menoleh. "Iyah Ra?, kenapa?", jawab Dennis. "Lo bisa main menari Balet nggak?", tanya Arra. Dennis tertawa sombong.


"Gua?, nari balet??.. Hahahahaha... nggak bisa!", jawab Dennis. "Yaelahh, gue kira lo ketawa sombong itu tandanya bisa.. Ehh malah jawab nggak, dasar lo", gerutu Arra.


"Alahh udahlahh, udah nggak usah dibahas", ucap Arra marah. "Ihh gitu ajah marahh. Jangan marah-marah ihh, cepet tua lhoo ntar", Dennis mencubit hidung Arra.


"Ihhh, sakit tauu", Arra memegangi tangan Dennis. Kali ini wajah mereka sangat dekat jaraknya. Mata mereka berdua saling pandang. "Duhh, dia ganteng banget siih. Kalo dilihat dari jauh ajah udah ganteng, apalagi ini... Deket bangett uhhh..", batin Arra.


"Andai dia jadi pacar gua.. Raaa, gua sayang sama lu Raa", batin Dennis. Pandangan mereka terhenti karena tiba-tiba wajah Dennis terselenter bola. Arra langsung panik melihat Dennis kesakitan sambil terus memegangi wajahnya. Siswa-siswi lainnya langsung berkerumun melihat Dennis.


"Heyy, kalian apa-apaan siihhh. Kalian nggak liat apa?, ada Dennis disini", bentak Arra memarahi siswa yang menendang bola itu. "Maaf-maaf Ra, gua nggak sengaja", jawab siswa itu. "Den, lo nggak apa-apa kann??", tanya Arra.


"Arra seperhatian itu sama gua??. Ya Allah.. semoga dia bener-bener jadi pacar sekaligus jodoh gua Ya Allah", batin Dennis. "Iyah nggak apa-apa kok, makasiih yah udah nolongin gua", ucap Dennis.


"Iyah sama-sama, itu kan udah jadi tanggung jawag gue Den. Yahh lagi pula, itung-itung buat balas budi gue sama lo waktu gue ketabrak itu", jawab Arra tersenyum.


Bersambung....


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, Dan Follow yah...