
Lanjut lagi ya Bro😁
Meyka mencoba menenangkan Dona. Dona berteriak memanggil Evan, namun Evan tak menghiraukannya.
"Evaann....Evann....", Evan terus pergi meninggalkan Dona. "Kenapa jadi gini siih, yang gue kepengin itu Arra yang kehidupannya hancur, kok jadi malah gue siih", batin Dona.
"Udah-udah lah Donaa, lo nggak usah nangis. Yang penting lo nggak masuk penjara kan", Dona masih terus menangis.
Di depan ruang BK.
Aris dan Kawan-kawannya itu sampai di ruang BK. Aris mencoba mengetuk pintu, namun dia agak sedikit takut.
Dia ingat, saat dirinya terlambat datang ke sekolah, dia dibawa ke ruang BK. Guru BK memang terkenal sangat galak.
"Lu kenapa Ris, kok mundur siih. Ayo ketok pintunya", ucap Rifky.
"Gua inget waktu gue dimarahin sama Guru BK", jawab Aris. Dia mengingat kembali kejadian itu.
FLASHBACK WAKTU ARIS DIMARAHI GURU BK.
Bu Venty adalah guru BK yang terkenal sangat galak. Bu Prita mondar-mandir di depan Aris sambil melirik Aris dengan mata tajam.
Aris berkeringat dingin, bibirnya pucat, seakan-akan dia akan pingsan.
"Kamu kenapa Telat!!", tanya Bu Venty membuat jantung Aris berdetak dengan sangat kencang.
Aris tak menjawab, dan dia tiba-tiba pingsan hingga membuat para guru-guru khawatir dengan keadaan Aris.
Balik lagi oke😁.
"Gitu ceritanya, mangkanya mulai hari itu, gua nggak pernah aneh-aneh di sekolah", kata Aris menundukkan kepalanya malu.
Nico tertawa. "Hahahahaha, gitu ajah lu sampe pingsan. Gimana mau uji adrenaline siih Ris", Aris tambah malu.
Akhirnya dengan memberanikan diri, Aris mencoba mengetuk pintu ruangan tersebut dengan hati-hati.
"Assalamu'alaikum", ucap Aris dengan sangat pelan, seakan-akan berbisik. Nico geregetan dengan kelakuan Aris.
"Kalo lu Salam nya begitu, guru nggak akan ada yang denger, malahan dikira yang ngetok pintu itu hantu lagi hahahaha", ledek Nico.
"Sini deh gua ajah yang salam", ucap Nico memamerkan keberaniannya.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh", ucap Nico dengan suara lantangnya.
"Katanya Ustadz, tapi minumnya Miras", ucap Vanno meledek Nico. Nico berhenti tertawa, ia kembali menjaga image nya.
"Waalaikumsalam, ya silakan masuk", jawab salah satu guru BK. "Huhh, akhirnya Bu Venty nggak ada", batin Aris merasa lega.
"Iya namanya siapa yaa, ada keperluan apa datang kemari?", tanya Bu Irma (guru BK yang lainnya lagi deh pokoknya).
"Nama saya Aris bu, dari kelas 8A, mau laporan Bu", jawab Aris.
"Ooh kalo mau laporan sama Ibu ini ajah yaa", kata Bu Irma menunjuk ke arah Bu Venty. Tanpa lama, Aris langsung menoleh.
Betapa kagetnya dia, ternyata dia akan berhadapan lagi dengan Bu Venty. "Duhh, gimana nihh. Mati dah guaa", batin Aris.
Keringat dingin kembali membasahi tubuh Aris. "Wadduhh, Kira-kira Aris bisa ngomong nggak yaah", batin Raffa pula.
"Ada apa bu Irma?", tanya Bu Venty. "Itu bu, ada yang mau laporan sama ibu", jawab Bu Irma sambil masih terus melihat komputer yanga ada di depannya.
"Ya, mau laporan apa yaa?", tanya bu Venty. Namun ia mendekat ke wajah Aris, dia melihat Aris dengan sangat dekat.
"Duhh, ni guru mau ngapain siih", batin Aris. "Kamu....Aris anak kelas 7A itu kan?", tanya bu Venty mengenali Aris.
"Emm, i..i..iyah bu", jawab Aris terbata-bata. "Tapi saya nggak akan ngulangin lagi kejadian waktu itu kok bu, lagian juga saya kan sekarang udah kelas 8 bu. Saya janji deh bu", Bu Venty kaget, karena Aris menjawab pertanyaan yang belum tentu Bu Venty Tanyakan.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah dulu guys😁
Jangan lupa like nya yaa🤗
Jangan lupa vote nya juga😍