
Episode sebelumnya bakalan ada yang diulang di episode ini. Jadi jangan kaget yaa, kalo misalnya ada yang diulang👌...
Saat Lolita sedang asik-asiknya mendengarkan musik, tak sengaja tiba-tiba ia menabrak laki-laki remaja dengan tinggi badan kira-kira 184 cm. Yang tak lain adalah Jino, sii Jerapah.
Anehnya, Jino ditabrak saat ia sedang sibuk, untuk kali jni ia tak marah. Biasanya, waahhh... Kayaknya hampir semua orang tuh jalannya hati-hati kalo udah ngeliat ada Jino. Jerapah IJAS.
Lolita mendongakkan kepalanya dan melihat wajah orang yang ditabraknya itu. "Hah??", betapa terkejutnya Lolita saat melihat kalau laki-laki itu adalah Jino. Berdebar-debar lah jantung Lolita seketika.
"Jino??. Aduhh maafin gue yaah, gue nggak ngeliat sumpahh, maafin gue banget yaahh. Plisss, lo nggak kenapa-kenapa kaan??. Nggak ada yang sakit kaan Jin?, kok lo diem ajah siih", seribu pertanyaan keluar dari mulut Lolita. Karena Lolita juga diam-diam takut kepada Jino, sama seperti orang-orang yang lainnya.
Entah karena wajahnya yang seram, sikapnya yang terlalu dingin, atau karena ukuran tubuhnya tak sewajarnya seperti remaja yang lainnya. Maklum laah, kan mereka semua atlet...
"Hah??, emm nggak kok, gua nggak kenapa-kenapa. Sebaliknya lu nggak kenapa-kenapa kan??. Nggak ada yang luka?", jawab Jino sedikit terbata-bata. Lolita menggelengkan kepalanya, namun kemudian ia mengaduh saat ia tak sengaja menyenggol sikunya sendiri.
"Tuhh kann, katanya nggak kenapa-kenapa. Itu luka Lolitaa, yaudah yuk kita ke pos kesehatan ajah. Ntar lu bisa ambil betadine di sana. Yukk", ucap Jino begitu perhatian terhadap Lolita. Lolita menjadi bertambah salut.
Lolita meraih tangan Jino yang sudah sedari tadi Jino ulungkan. Namun, saat Lolita hendak berdiri, tiba-tiba kakinya sangat sakit dan juga terlihat memar. "Kakinya kenapa Ta?", tanya Jino. Belum juga Lolita menjawabnya, tiba-tiba Jino menggendongnya.
Lolita terkejut sekaligus senang. Jantungnya berdebar-debar tak karuan. Entah siapa yang ada dalam hati Lolita. Dengan Jino ataupun dengan Dennis sama-sama membuatnya deg-degan. "Aduhh... Mau mati guee. Gue harus atur nafas, jangan sampe Jino denger suara detak jantung gue yang udah mau copot. Gimana nihhh... Duhh Jino pake ngeliatin gue lagi, udah tatapannya penuh cinta, mukanya ganteng banget, rambutnya ugghh, lebih ganteng daah pokoknya daripada Rifky", batin Lolita.
Jino juga merasakan apa yang dirasakan oleh Lolita, bahkan ia lebih dari sekedar berbunga-bunga. Ya iyalah, kan Jino duluan yang suka sama Lolita. "Akhirnya gua bisa berduaan sama Lolita tanpa adanya campur tangan Dennis. Saat ini adalah saat-saat yang bener-bener gua seneng. Lolita, bentar lagi lu bakalan bisa gua pegang. Lu nggak bakalan bisa pergi dari gua lagi. Dan yang harus lu inget, gua itu sayang sama lu", pikir Jino.
Jino berjalan ke pos kesehatan dengan tangannya yang masih menggendong Lolita. Semua orang yang ia lewati memandangan mereka berdua. Tak terkecuali di pos kesehatan. Semua orang juga terlihat membicarakan tentang mereka berdua.
"Udah turunin gue Jin, keknya semua orang lagi ngomongin gue dehh", kata Lolita menyuruh Jino dengan nada suara yang begitu kecil. Tak menunggu lama Jino pun menurunkan Lolita.
"Yaudah kalo gitu makasii yaah. Ohh iyah, lo mau ikut masuk atau nungguin gue disini?. Emm maksud gue, atau lo mau lanjut jogging lagi?", tanya Lolita kebingungan.
.
.
.
.
Jino duduk di kursi tunggu yang disediakan untung orang-orang yang mengantri. Lolita sudah cukup lama, pantas saja Jino terlihat bosan dengan suasana sepi seperti itu, maksudnya sepi nggak ada orang yang dikenali.
Sesekali ia memainkan ponsel nya. Sesekali juga ia menengok ke kanan dan ke kiri. Namun, tiba-tiba ia melihat adanya seorang remaja perempuan yang benar-benar ia kenali. Jino mempertajam penglihatannya siapa tau ia salah melihat.
Namun benar dengan apa yang Jino lihat. Perempuan itu yang tak lain adalah Tiara, musuh bebuyutan anak-anak IFA, termasuk Jino. Tiara adalah orang yang paling terkenal dengan julukan tukang mengadu-domba.
"Itu kaan Tiara... Ngapain dia ada di IJAS 1. Jangan sampe dia bikin ulah ke anak-anak IFA. Dia sama siapa tuhh. Tapi kok gua kek nggak asing yahh ngeliatnya. Apa jangan-jangan dia Rizal?", pikir Jino.
Bukannya takut, namun Jino benar-benar harus berhati-hati dengan datangnya Tiara ke kehidupan anak-anak IFA. Dia benar-benar orang yang paling licik. Hati-hati yaa semua... Tiara si Ratu Adu-domba udah dateng😬😬
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE
#ILOVEUALL🍎❤🍎❤