
Babak pertama telah usai. Pemenang babak pertama adalah IFA CLUB. Para pemain IPA CLUB merasa marah karena semua pemain yang terbaik ada di club lawannya itu.
"Gimana nihh, pemain di IFA CLUB tuh bagus-bagus semuaa", ucap salah satu pemain IPA CLUB. "Gua bisa bantuin kalian buat menang", tiba-tiba datang seseorang yang ingin membantu IPA CLUB.
"Ohh iya belom pada kenal yahh. Kenalin gua Vian", Vian menyodorkan tangannya. Selang beberapa saat, akhirnya kapten IPA CLUB memutuskan untuk mengganti salah satu pemain di timnya dan digantikan oleh Vian.
Setelah waktu istirahat selesai. Pertandingan babak kedua pun dimulai. IPA CLUB dan IFA CLUB berjalan ke tengah lapangan. Tak sengaja Jino melihat Vian.
"Itu kayak Vian dehh. Kok dia bisa ada di IPA CLUB siihh. Gua harus Jaga-jaga nihh", gumam Jino dalam hatinya. "Jino, Nico. Gua bakalan ngalahin tim lu berdua. Dendam gua nggak akan pernah gua tahan lagi!", gumam Vian dalam hati sambil memasang wajah jahatnya.
Pertandingan sudah dimulai kembali. Saat Dennis berlari sambil membawa bola, tiba-tiba dari belakang Vian mendorong Dennis hingga Dennis terjatuh.
"Aduhh... Anj*ng lu. Siapa siih lu. Berani-beraninya lu dorong gua", emosi Dennis semakin meningkat. Dennis mendorong pundak Vian. "Weyy udah-udah, lu ngapain siih. Sengaja banget yahh lu dorong kapten kita", ucap Aris.
"Ohh jadi Vian yang udah dorong Dennis sampe jatoh. Kurang ajar banget lu yahh. Belom tau siapa kita yah?!!", ucap Nico yang sudah tersulut emosinya. Nico hendak memukul wajah Vian namun ia ditahan oleh Vanno.
"Vian!. Bukan gini caranya cowok main bola. Cowok itu kalo main bola, pake pikiran, nggak kayak lu. Lu mah pake emosi. Yahh gua tau, masalah kita emang belom selesai, tapi cara nyeleseinya bukan kek gini. Pake otak, secara baik-baik", ujar Jino.
"Alahhhh. Bilang ajah kalo lu tuh takut kan No. Udah lahh lu nyerah ajah sama gua!", ucap Vian yang mulai membuka mulutnya. "Gua bukan takut Yan. Tapi kek gini kalo asli beneran cowok!. Iyah gua tau, cowok itu kalo punya masalah di selesain nya pake otot. Tapi yang asli cowok sejati nggak Yan!!", kata Jino lagi.
Karena pertengkaran semakin memanas. Akhirnya wasit memberi waktu selama 5 menit untuk berdamai.
Pertandingan itu telah selesai, penonton semua sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Karena hari sudah sore, akhirnya mereka pun pulang.
Kini gantian Arra yang mengantarkan Dennis sampai ke rumahnya. "Assalamu'alaikum.. Tante Meinaa.. Tante Meiii", panggil Arra. "Iyahh Wa'alaikumussalam", terdengar ada yang menjawab dari dalam rumah.
Bu Meina membuka pintu rumahnya itu. "Ehh Arra, ayo masuk Raa..", ajak Bu Meina. "Ihh Bunda mahh kebiasaan dehh. Ada anaknya yang disapa anak orang lain", gerutu Dennis cemberut.
"Ihh kamu lupa yaa Den. Ini itu calon Menantu Bunda lhoo. Calon istri kamu", Arra kaget dengan kata-kata harapan Bu Meina. "Ihh tante apaan siih, jadi malu dehh", jawab Arra sambil tersipu malu.
"Jadi malu apa jadi mauu hahaha", ledek Bu Meina. "Jadi mau lah Bun hehehe. Ehh Dina mana Bun?, kok tumben nggak keliatan?", tanya Dennis. "Dina lagi main ke rumah temennya Den", jawab Bu Meina.
Bersambung.....
Jangan lupa Like, Komen, Dan Vote yaa.
I Love U All🍎❤💯
Maaf yahh kalo kadang Up nya lama banget😁
Jangan bosen-bosen yahh baca novel " DENNIS ARRA "