Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 60



Malam hari telah tiba. Rasa cemas menghantui pikiran Bu Meina, sang Ibunda Dennis. Ia mondar-mandir di luar rumahnya. Ia mengharapkan datang seorang anak laki-laki kesayangannya itu pulang. "Duhh dimana siih ni anak???. Dennisss, kamu dimana naakk", Bu Meina semakin khawatir.


Arra kebetulan lewat di depan rumah Dennis. "Arraa.... Arraa", panggil Bu Meina keras. Arra pun langsung berhenti berjalan dan menghampiri Bu Meina. "Iyah Tante, ada apa??", tanya Arra. "Kamu dari mana Ra??", Bu Meina balik bertanya. "Dari warung sebelah, Tante. Kenapa emangnya Tante?", jawab Arra.


"Kamu ngeliat Dennis nggak??. Dari tadi pulang sekolah dia belom pulang-pulang juga...", ucap Bu Meina dan membuat Arra terkejut. "Hah???, apa Tante??. Dennis belom pulang dari tadi pulang sekolah??", jawab Arra kaget.


"Iyah Raa... Gimana nihh. Udah lagi hpnya dihubungin nggak aktif-aktif lagii..", Bu Meina semakin khawatir dengan keadaan genting ini. "Yaudah kalo gitu Tante, ntar Arra cari yahh".


"Tapi kamu nyari Dennis pake apa Raa??. HP nya ajah nggak aktif..", jawab Bu Meina. "Yaudah Tante tenang dulu yahh. Ntar Arra coba nyari sampe dapet oke Tante👌. Udah sekarang mendingan Tante masuk ajah dulu, tunggu info dari Arra oke👌👌", jawab Arra menenangkannya.


Kemudian, Arra pun langsung pergi dengan mengendarai mobil pribadi nya mencari Dennis. "Gue harus tanya ke siapa yahhh??. Ohh iyah gue harus ke rumah Jino!. Kayaknya dia tau soal ilang-ilangan, kan katanya dia itu dukun", gumam Arra sambil melajukan mobilnya ke arah rumah Jino.


.


.


.


Arra sampai di rumah Jino. Ia turun dari mobilnya dengan sangat tergesa-gesa. "Duhh nih pintu gerbang pake dikunci segala lagi!!", gerutu Arra sambil terus mencoba membuka gerbang itu. "Ehh Neng Arra. Ada apa?", tanya satpam itu. "Bisa tolong bukain gerbangnya nggak Pak?, ini saya lagi gawat darurat lhoo", ucap Arra dengan penuh kecemasan.


Arra mengetuk pintu rumah Jino. Namun seperti tak ada jawaban. Arra mencoba satu kali ketukan lagi. "Iyah sebentar", jawaban dari dalam rumah itu. "Ehh ada Arra, ada apa Ra?", tanya mamahnya Jino. "Jino ada Tante?", Arra langsung pada intinya.


Arra memang tak pernah suka berbasa-basi. Ia lebih suka kalau ngobrol langsung kepada intinya. "Ohh ada sebentar yahh", mamahnya Jino itu pergi memanggil anaknya yang berada di lantai 3 (kamar pribadinya).


"Jin... Ada temen kamu tuhh", panggil Mamahnya Jino sambil mengetuk pintu kamar Jino. "Iya Mahh, siapa emangnya Mahh?".


"Arra, kamu temuin langsung ajah dehh yahh, siapa tau ada yang penting. Kan kalo Mamah nggak tau soal urusan anak-anak remaja", ucap Mamahnya Jino.


Jino menuruni tangga dengan penuh rasa penasaran. "Arra ngapain ke sini yahh, nggak biasanya dia main ke sini dehh", batin Jino yang terus-menerus berpikiran aneh tentang sahabatnya. "Jangan-jangan ada apa-apa lagi. Duhh gua jangan berpikiran yang enggak-enggak lahh, semoga ajh dia kesini cuman pengin ngasih jawaban tugas ajah, semoga nggak ada apa-apa yang terluka Ya Allah aamiin", batin Jino.


Jino keluar dari balik pintu besar itu. Jino kaget, karena tiba-tiba Arra, sahabatnya itu memeluknya dengan air mata yang terus menetes. "Arra kenapa??, kok dia meluk gua siih. Dia nangis lagi??, siapa yang bikin dia terluka?", batin Jino.


BERSAMBUNG........


Jangan lupa tinggalkan like, vote, dan komen nya yahh😁😁


I LOVE U ALL❤🍎