
Bayang-bayang tubuh seseorang itu semakin jelas. Semakin terlihat siapa wajah nya. Alice terkejut saat melihat wajah itu adalah anak baru yang wajahnya begitu misterius menurut Alice sejak ia melihat Melitha. Alice penasaran, ia pun mendekati Melitha.
"Tunggu bentar, lo anak baru kann. Lo yang namanya Melitha kan, lo sekelas juga kan sama Arra?", tanya Alice penasaran. Melitha merasa terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan yang datang dari mulut Alice. Melitha melangkahkan kakinya, kembali berjalan. Namun, Alice kembali menghentikan. Melitha mendorong Alice hingga terjatuh, Alice pun mengaduh kesakitan. "Hehh!!, nggak sopan yaah lo kek gitu sama Kakak Kelas!!", teriak seorang siswi dari kejauhan.
"Yoona?", gumam Melitha terkejut. Melitha langsung kabur saat melihat ada seseorang yang datang. "Melithaa...", teriak Alice memanggilnya. Yoona berlari menolong Alice. "Lo nggak apa-apa?", tanya Yoona. "Nggak kok, gue nggak kenapa-kenapa", jawab Alice.
"Tunggu dulu... Lo ngapain disini sama dia?", tanya Yoona lagi. "Nggak Na, kan tadi gue itu lagi ngadem disini, ehh tiba-tiba gue kek ngedenger ada suara pisau di gerakin gitu lhoo, ya gimana siih suaranya. Kek sringg.. gituu. Awalnya gue biasa ajah, ehh tiba-tiba dia muncul jadi gue tanyaain. Ehh dia malah diem ajah dan pergi gitu ajah, pas gue mau nahan dia, dianya malah ngedorong gue sampe gue jatoh. Gitu Yun", jelas Alice.
Yoona mengernyitkan dahinya. Ia seperti sedang berfikir keras. "Mencurigakan. Gue harus selidikin ini dengan baik", pikir Yoona. Tingg.... "Ehh tunggu duluu, lo ngapain nolongin gue!. Bukannnya kita musuh yaa?, enak ajahh, njirr!!", ucap Alice sambil berdiri.
"Idiihh, siapa juga yang nolongin lo!. Gue maah cuman pengen tanya doang dia siapa!. Lagian juga gue nggak akan pernah mau baikkan sama lo!", jawab Yoona ikut marah. Alice pergi meninggalkan Yoona sendiri dengan perasaan jengkel.
"Nyebelin kek anak kecil!", gerutu Yoona sambil memperhatikan Alice berjalan pergi. Yoona kembali memikirkan Melitha. "Kek ada yang aneh dehh sama adek kelas yang satu itu?", gumam Yoona.
.
.
.
"Malam yang indaahh... Saat ku bersamaaamuu... Melihat indah bintang di langitt... Ku bersenandung... Sambil menatap wajahmu, yang cantik. Eaaa", (suara nyanyian Nico sambil memainkan gitar).
"Ehehehehe, suara lo bagus yaah. Tapi kenapa lo nggak milih nyanyi ajah siih?, atau main gitar gitu?, kenapa lo malah milih membatik?", tanya Meyka sambil memuji Nico.
Nico menaruh gitar di sampingnya. "Gua nggak PeDe buat jadi penyanyi apalagi gitaris. Gua lebih PeDe kalo jadi pengrajin batik. Lagipula sekeluarga gua kan pembatik semua. Masa gue sendirian beda jalur, ntar gua di keluarin dari KK gimana?, hahahaha", jawab Nico santai.
"Nggak apa-apa dong. Kan pass, kalo lo jadi gitaris, gue yang jadi penyanyi nya gitu", ucap Meyka. "Ya nggak laahh, lu jadi penyanyi, penyanyi apa dulu. Kan lu penyanyi sopran, penyanyi seriosa. Yang lagunya itu kek La Capinera atau apa lahh, gitu kaann. Masa lagu kek gitu pake gitar. Kan nggak nyambungg", jawab Nico.
"Ohh iya yaah, gue lupa. Kan lagu yang sering gue nyanyiin kan pasnya pake piano yaah", kata Meyka. "Udah malem, masuk yukk, ngantuk nihh gue", ajak Meyka. "Ayokkk", jawab Nico. Mereka berdua masuk ke A-IJAS.
Cahaya dan warna lampu di patung Queen of Chastity's Light begitu indah. Ditambah dengan pesona air mancur di sekelilingnya, menambah keindahan tersendiri di depan Istana A-IJAS.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE ☑
I LOVE U ALL❤🍎❤🍎