
Lanjut lagi Brooo
"Cieee ada yang lagi mikirin Adek gua nihh", ledek Aris yang terus tertawa hingga perutnya sakit dan sampai tersedak-sedak.
"Apaan siih lu Ris ahh, agnggu gua ajah", ucap Dennis kesal. " Ganggu lagi mikirin Arra yahh", jawab Aris yang masih terus meledek Dennis.
"Ehh gimana sama urusan dua kuntilanak burique itu?", Dennis mengalihkan pembicaraan Aris. Namun Aris justru malah terdiam. "Heh Ris, kok lu malahan diem siih", ujar Dennis. "Kayaknya gua harus berbohong sama lu deh Den, demi kebaikan ini lah", pikir Aris.
"Udah beres kok tenang ajah", jawab Aris. "Ooh ya udah, pinter banget lah pokoknya", jawab Dennis. "Ya pinter lah kan professor", gumam Aris dalam hati.
Tak lama mobil jemputan Dennis pun datang. "Yaudah, gua pulang dulu yah Ris", pamit Dennis. "Iyah ati-ati yahh", jawab Aris melambaikan tangan.
Tak lama setelah mobil Dennis pergi, tiba-tiba mobil milik Mamah dan Papahnya Aris pun datang. "Ehh itu kayak mobilnya Mamah sama Papah tuh", ujar Aris sambil mendekati mereka berdua.
"Ehh Ris, udah nyampe. Kakak kamu udah ada di dalem?", tanya Bu Erika. "Udah Mah, masuk ajah ke dalem", jawab Aris. "Lahh kamu ngapain disini?", tanya Bu Erika lagi.
"Nyari angin ajah kok Mah", jawab Aris lagi. "Yaudah Papah sama Mamah masuk dulu yah", ucap Papah. Mereka berdua pun meninggalkan Aris sendirian.
"Ahh, tapi bosen juga yah disini, lah mendingan gue masuk ajah lah", ujar Aris. Selang beberapa waktu, saat semuanya sedang mengobrol, tiba-tiba hp Aris berbunyi.
"Ehh si bebep telfon, angkat dulu yah semuanya", ucap Aris sambil keluar dari ruangan Arra. Semuanya tertawa melihat kelakuan Aris.
"Hai Bep Viola, How are you today", gombal Aris kepada Viola.
"Ihh apaan siih Ris, pake bebep-bebep segala", Viola menjawab dengan sambil tertawa.
"Ehehe, ehh ada apaan lu telfon gua?",
"Enggak, cuma pengin telfon ajah",
"Ihh ya nggak siih, cuma pengin telfon sama lo doang kok. Ciee Aris kegeeran", ledek Viola.
"Ehh gimana kabarnya Arra?",
"Alhamdulillah udah mendingan kok, kayaknya besok udah boleh pulang kayaknya. Malah kayaknya ntar malem justru", jawab Aris.
"Ohh syukur deh Alhamdulillah, yaudah yah kalo gitu bye. Assalamu'alaikum Good night Aris",
"Waalaikumsalam Good Night too Viola", telfon mati. Aris melompat kegirangan karena telah ditelfon oleh orang yang selama ini dia cintai.
Aris masuk lagi ke ruangan Arra sambil senyum-senyum sendiri. "Iddih senyum-senyum sendiri. Heh Aris, Lu ngapain ketawa-ketawa sendiri, kayak lagi bahagia banget dehh", ucap Arra.
"Ya iyalahh seneng Ra, kan bebepnya abis nelfon hahaha", jawab Kak Gita. Semuanya tertawa. Tak lama kemudian, dokter datang untuk memeriksa kondisi Arra.
"Permisi ya Pak Bu, saya periksa Arra dulu", ucap Dokter Melanie. Bu Erika dan Pak Adjie mengangguk. "Bagaimana keadaan Arra dok?", tanya Bu Erika.
"Alhamdulillah sudah lebih baik, besok sudah boleh pulang. Bahkan malam ini juga sudah boleh pulang kok", jawab Dokter Melanie. "Beneran dok, yaudah kalo gitu malam ini ajah dok", ucap Aris.
"Baiklah, nanti jam setengah sembilan Nak Aris ke ruangan saya yah", kata Bu Melanie. "Oke siap Bu Dokter", jawab Aris menyetujuinya.
Di rumah Dennis
Dennis baru saja sampai di rumahnya. Terlihat Pak Hardi sedang menunggunya di teras depan. "Assalamu'alaikum Yah", Dennis mencium tangan Ayahnya.
"Waalaikumsalam Den, gimana keadaannya Arra?", tanya Pak Hardi. "Alhamdulillah udah baikan kok", jawab Dennis.
Next gan😉