
Di sekolah
Saat Dona dan Meyka sudah melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumah, tiba-tiba dia dipanggil oleh Bu Venty.
"Heh kalian berdua. Kalian ikut saya ke ruangan saya", panggil Bu Venty.
"Hah, kita berdua nih Don?, lahhh gue belom berani buat ngomong di depan Bu Venty", Meyka terlihat takut.
Dona hanya menghela nafasnya panjang-panjang. Kemudian dia pergi ke ruangan Bu Venty tanpa mengajak Meyka.
"Heh Donaaa, kok gue ditinggal siih", Meyka berlari mengejar Dona. Mereka berdua sampai di depan ruang BK yang terlihat seram.
"Ayo masuk", perintah Bu Venty. Dona menganggukkan kepala, dan langsung masuk ke ruangan Bu Venty yang tidak jauh dari pintu masuk.
Dona dan Meyka duduk di tempat yang sudah dipersilahkan oleh Bu Venty. "Begini, saya ingin menanyakan hal serius kepada kalian", tanya Bu Venty.
"Apa benar kalian itu adalah penyebab Arra masuk rumah sakit?", tanya Bu Venty.
"Duhh, gue jawab apaan nihh. Jawab sejujurnya ntar dimasukkin penjara gimana?", pikir Dona.
"Ayo kalian jawab!", ucap Bu Venty masih terlihat belum marah.
"Emmm...A...Aanu Bu...Emmm", Dona dan Meyka terlihat terbata-bata.
"Ya sudah kalo kalian belum bisa menjawabnya, sekarang kalian boleh pulang. Tapi nanti saya akan bertanya langsung kepada Arra, jika dia sudah masuk sekolah", ucap Bu Venty.
Dona dan Meyka menganggukkan kepala dan pergi dari ruangan itu.
..... Di Jalan
Saat mereka pulang di jalan yang sama seperti biasa, tiba-tiba bulu kuduk mereka berdiri.
"Ihh, kok jalan ini sepi banget yah Don, nggak kayak biasanya", ucap Meyka.
"Iyah gue juga nggak tau Mey", jawab Dona sampil menengok kanan dan kiri.
Tiba-tiba...."Tolong-tolonggg", teriak Dona dan Meyka, namun dia langsung pingsan karena tak kuat menahan nafasnya.
Dona dan Meyka dibawa ke sebuah markas. Sesaat kemudian, Dona dan Meyka bangun dari pingsan nya, dan pelan-pelan Dona membuka matanya.
"Bos, mau kita apa kan mereka berdua ini bos?", terdengar ada suara orang dewasa dari luar markas itu.
"Kalian nggak usah apa-apain mereka berdua. Biar nanti kami saja yang memberikan pelajaran kepada mereka", jawab orang yang dipanggil bos itu.
"Meyka...Meyka, bangunn. Kita dimana nihh", Meyka membuka mata nya dan langsung ketakutan.
Tiba-tiba ada yang datang menghampiri mereka berdua. "Akhirnya kalian berdua ketangkep juga", ucap orang itu.
Mereka berdua lebih kaget lagi, karena ternyata yang sudah menangkap mereka adalah orang suruhan dari Aris dan kawan-kawan nya.
"A...A...Ariss", ucap Meyka terbata-bata. "Iya, kenapa?!", bentak Aris.
"Kita mau diapain Ris?", tanya Dona. "Kalian nggak akan kami apa-apain kok. Kita nggak akan meminta jatah sama kalian hahaha", ucap orang dewasa itu sambil mendekati Dona dan Meyka.
"Plisss maafin kami Riss, kami janji dehh nggak bakalan ngulangin lagi kejadian itu. Yahh tolong bebasin kami", pinta Dona sambil menangis.
"Kami nggak akan maafin kalian berdua. Kecuali kalian mau meminta maaf atas hal itu kepada Dennis dan Arra", jawab Aris.
"Tapi Riss...", ucap Meyka namun dipotong oleh Dona.
"Ya, kami mau meminta maaf langsung kepada Dennis dan Arra. Tapi kalian harus maafin gue sama Meyka", potong Dona.
"Ya oke", jawab Aris. Dan Aris pun memerintahkan suruhannya untuk membuka tali yang mengikat di tubuh Dona dan Meyka.
Tak lama mereka semua meninggalkan tempat itu.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa vote dan like nya yaa.
Oh iya jangan lupa follow instagram nya author ya
@iamnabilla2
Jangan lupa juga ikuti terus author😁