Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 62.



Pindah Ke Arra, Jino, dan Nico....


Jino dan Arra sampai di rumah Nico. Terlihat satpam di rumah Nico tak banyak basa-basi dan langsung membukakan pintu gerbang untuk mereka.


Jino langsung mengetuk pintu rumah Nico. "Assalamu'alaikum", ucap Jino sambil masih terus mengetuk pintu.


"Kek nggak sopan banget dehh kita Jin", ucap Arra merasa tak enak kepada yang punya rumah. "Iyah Waalaikumsalam, ehh ada Arri sama Jini", jawab Mamah Nico.


"Arra Tante, sama Jino bukan Ari sama Jini", ucap Arra sambil cengengesan membenarkan kalimat mamah Nico.


"Ohh iya Tante lupa heheh. Ada apa kesini malem-malem??", tanya Mamah Nico. "Nico nya ada Tante?", tanya Jino sopan.


"Ada bentar yahh, kayaknya tadi lagi BAB dehh. Duduk dulu silahkan", jawab Mamah Nico ramah.


"Iyah Tante makasii", Jino dan Arra duduk di kursi depan rumah Nico sambil menunggu Nico datang. Suasana malam itu sangat lah indah. Angin sepoi sepoi, bulan bersinar terang, dan bintang-bintang bersinar menambah indahnya langit malam itu.


"Ehh kalian, kenapa malem-malem kesini?, mau beli obat penghilang jerawat?kadas?kurap?", ucap Nico. "Mau beli obat buat ngilangin lu dari muka bumi ini!!", jawab Jino kesal.


"Emang lo jualan Co?", tanya Arra menjadi oon. "Iyah, tapi Mamah yang jualan Ra heheh", jawab Nico polos.


"Duhh kok malahan cerita obat siih!!!, kita ini kesini cuma mau minta bantuan lu Nicooo. Bukan mau beli obat kuat lu!", ucap Jino bertambah kesal.


"Njirr obat kuat, hahaha. Gua mahhh udah kuat dari dulu kalii, nggak perlu pake obat juga udah bangun kalo ngeliat cewek cantik hahaha", ledek Nico.


"Sialan lu Co. Malahan cerita itu lagii!!". Nico tertawa melihat Jino marah seperti anak kecil.


"Iyah iyah, ada apaan dateng kesini??. Ada apa yaaa, kok kek serius banget siih..", tanya Nico menjadi serius.


"Nico, Dennis ilang!!. Ada yang nyulik Dennis!!", ucap Jino memberitahu Nico. "Hah??What??", Nico terkejut.


"Iyah Co. Gue dari tadi nyariin nggak nemu-nemu", tambah Arra. Nico mengangkat alisnya. Ia memikirkan siapa orang yang telah menyulik sahabatnya, Dennis.


"Yaudah ayo kita cari!. Pake mobil siapa??", ucap Nico. "Pake mobil gue ajah Co. Biar lo yang bawa atau Jino yang bawa, ini kuncinya oke", jawab Arra menyerahkan kunci mobilnya ke Nico.


.


.


.


.


Nico melajukan mobilnya ke sebuah tempat yang sepi. "Kita ngapain disini Co. Kalian jangan macem-macem yahh sama gue!!", Arra terlihat ketakutan, karena memang hanya ia saja wanitanya.


"ck.. Lu tenang ajah Raa. Gua sama Jino nggak mungkin ngapa-ngapain lu kok", jawab Nico.


Tuut...Tuut...Tuut...


"Lu telfon siapa Co?", tanya Jino penasaran. "Gua mau telfon Meyka", jawab Nico masih terus fokus ke panggilan itu.


"Halo.. Kenapa Co, kok lo tiba-tiba nelfon gue siih??".


"Haloo. Lu cepetan keluar dari gerbang rumah lu, terus lu liat di bawah pohon mangga samping jalanan ada mobil warna merah. Nahh lu samperin mobil itu".


"Hah??... Oke oke, gue segera ke sana".


Telepon pun dimatikan oleh Nico. Mereka menunggu kedatangan Meyka. Entah sejak kapan Nico dan Meyka berteman lagi. Padahal sebelumnya mereka itu sangat bermusuhan.


"Kita tungguin Meyka oke", ucap Nico sambil membuka pintu mobil, dan menunggu Meyka di depan mobil Arra.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG....