
Dennis mengantar Arra sampai ke depan gerbang rumah besar Arra. Jarak rumah Arra dan Dennis terbilang sangat dekat. Hanya berjarak 5 meter.
Mereka berdua tak saling berbicara. Mereka hanya saling tersenyum saja sepanjang perjalanan ke rumah Arra. Mereka berdua pun sampai ke gerbang rumah Arra.
"Ra".
"Hemm?, kenapa Den?".
"Maaf yah, soal yang tadi".
"Iyah nggak apa-apa kok Den. Hehehe".
"Tapi, gua takut kalo ntar lu malu sama temen-temen yang lain". Dennis terlihat khawatir.
"Nggak, gue nggak bakalan malu. Emangnya lo itu pembunuh apa??, sampe-sampe gue malu sama temen-temen lain gara-gara deket-deket sama lo".
"Hemm, yaudah kalo gitu. Udah gihh, besok sekolah tauu. Ntar besok telat gimana?".
"Oke dehh. Dahh sampai jumpa besok Dennis Azmian Maulana". Mereka berpisah karena hari sudah malam.
Pagi Hari....
Hari sudah pagi, Sekolah SMP NEGERI 01 IJAS sudah ramai. Banyak siswa dan siswi yang sudah berangkat. Terlihat Vian turun dari mobil yang ia naiki. Vian adalah anak CEO Perusahaan yang cukup terkenal di kota IJAS.
Vian juga termasuk anak yang tampan. Wajar saja banyak sekali siswi yang ingin dipacari oleh Anak CEO kaya itu. Dia berjalan dengan sangat gagah. Dia pindah ke sekolah SMP NEGERI 01 IJAS dikarenakan ayahnya yang selalu pindah-pindah tempat kerja.
Vionna, Lolita, Arra, Amel, dan Reva sedang duduk di depan kelas mereka, seperti sedang menyambut kedatangan artis papan atas. "Ehh liat-liat dehh, itu Vian nya udah dateng", ucap Vionna antusias. "Emang dia itu siapa siihh??, kok kayak di sanjung-sanjung gitu?", hanya Arra yang tak antusias dengan kedatangan Vian ke sekolah mereka itu.
"Ihhh masa lo nggak tau siih Ra. Kampungan dehh lo, dia itu Vian. Anaknya CEO dari perusahaan terkenal di kota IJAS Ra...", jawab Reva semangat. Arra hanya mengiyakan jawaban dari Reva. Namun sebenarnya, ia memang tak perduli tentang Vian.
Arra merasa aneh dengan tatapan Vian yang semakin mendekat ke arahnya. "Hai👋👋. Siapa nama lu?", tanya Vian dengan lembut. "Gue Arra. Kenapa emangnya?", Arra justru biasa saja dengan pertanyaan Vian. "Ohh Ogheyy. Ntar kita ngobrol yahh", ajak Vian dengan tatapan mencurigakan.
"Iddihh ngapain siih??!!!. Orang kita juga baru kenal, ngapain siih udah ajak-ajak ngobrol segala!!", bentak Arra, dan sontak membuat seisi siswa dan siswi yang berkerumun menjadi kaget. "Ra, lhoo kok lo malahan mbentak Vian siih??. Dia ini cuma pengen ngobrol doang lhoo", tegur Vionna.
"Udah dehh, gue pusing!!", Arra pergi meninggalkan kerumunan itu dengan penuh kemarahan. "Awas ajah lu Raa. Gua bakalan ngambil hati lu. Dan gua bakalan misahin lu dari Dennis, MUSUH GUA!!!!!", batin Vian dengan tatapan dan senyum sinisnya.
Hari itu adalah hari Senin. Seperti biasanya, sekolah mengadakan upacara bendera setiap Senin. Seluruh kelas sudah berbaris sesuai yang ditentukan. Upacara sudah dimulai.
.
.
.
Beberapa waktu kemudian, kini saatnya Amanat pembina upacara. Kepala sekolah yang menjadi pembina upacaranya. Setelah kalimat demi kalimat sudah diterangkang oleh Kepala Sekolah, kini ia tinggal memperkenalkan anak baru dari sekolahan tetangga itu.
"Baiklah anak-anak semua, siswa dan siswi semuanya. Perkenalkan, ini mereka adalah anak murid baru yang akan bersekolah disini bersama kalian. Nanti mereka akan di tetapkan di kelas 8A. Mereka adalah.... ", suasana seperti deg-degan. Nico dan Jino sangat penasaran, siapa yang akan pindah atau datang ke sekolah mereka yang megah itu.
Bersambung....
Sory ya Guyss, ini ntar bakalan nambah pemeran okee😁😁👌
Tapi jangan khawatirr🤗InsyaAllah ntar bakalan seru kok😊
I LOVE U ALL😘😘🍎🌹