
Lanjut....
"Ihh waww, apaan tuh Na??", tanya Lolita menunjuk ke buku Diary itu. Vionna langsung menyembunyikan buku itu ke belakang badannya.
"Apaan siih, nggak ada", jawab Vionna terbata-bata. "Duhhh, ngapain siih Lolita pake nanya segala. Jangan-jangan mereka curiga lagi", pikir Vionna.
"Heh Vionna, bengong ajah. Ya udah siih, jangan takut. Kita nggak bakalan buka buku itu kok hehehe", ucap Reva bercanda. Mereka bertiga tertawa, namun Lolita masih pernasaran dengan buku Diary itu.
Di depan gerbang Sekolah.....
Pagi itu, Chika berangkat lebih pagi dari biasanya. Alasannya adalah, agar dia tidak bertemu dengan Dona dan juga Meyka.
Chika berlari kencang, berharap tidak bertemu dengan mereka berdua. Chika berhenti sejenak, ia menoleh ke sebelah kanan. Ternyata sedari tadi Chika lari menghindari Dona dan Meyka itu sia-sia.
Dona dan Meyka mendekati Chika yang masih berdiri di tempat itu. "Lo lari cepet banget, mau kemana Chika cantik?", tanya Dona pelan.
"E..e..e..mm nggak kok Donaa, aku cuma tadi takut kesiangan gitu hehee", jawab Chika terbata-bata, namun Chika masih mencoba menutupi dirinya kalau dirinya itu takut.
Tiba-tiba Dona menarik rambut Chika yang panjang dan hitam itu. "Aduh..duhhh..aduhh..", Chika mengaduh kesakitan. Bagus dan Adit yang sedang berjalan ke arah kantin, tak sengaja mendengar teriakan dari Chika.
"Itu kayak suaranya Chika yah Dit?", Adit menoleh ke arah suara itu berasal. "Ooh iyah bener itu Chika", Adit berlari menghampiri mereka bertiga. Bagus masih berdiri mematung.
"Ooh Chika yah. Ya ampun Chikaa!!", Bagus baru sadar kalo itu adalah Chika. "Heh, kalian apa-apaan siih. Nggak denger apah teriakannya Chika", Adit mencoba melerai antara Dona dan Chika.
"Mau ini urusan Cewek kek, Cowok kek, ataupun banci, ini tetep urusan gua. Karna gua itu ketua OSIS disini!", Adit balas membentak. "Dit, emangnya lu sekarang ketua OSIS?", bisik Bagus.
"Ya bukan siih Gus", jawab Adit yang juga berbisik ke Bagus. "Lahh, terus lu ketua apaan??", tanya Bagus lagi. "Nggak tau gua juga, gua ajah nyalon jadi ketua apa ajah, nggak ada yang berhasil", jawab Adit malahan curhat.
"Udah-udah dehh, kalian berdua pergi dehhh", Adit mengusir Meyka dan Dona. "Urusan kita belom selesai oke!!", ancam Dona setengah berbisik kepada Chika. "Udah sanaaa!!", usir Bagus lagi.
Dona dan Meyka pun pergi ke kantin sekolah. "Lu nggak apa-apa Chik?", tanya Bagus. "Enggak kok Gus, cuma tadi ya agak sedikit sakit siih kulit kepala aku", jawab Chika sambil memegangi kepalanya yang masih sedikit sakit.
Di depan gerbang lagi....
Dennis turun dari mobil ayahnya. Dennis menghela napasnya saat turun dari mobil dan melihat gedung sekolahnya yang megah.
"Ehh itu kayak Dennis yah, yuk kita samperin yukk", kata salh satu siswi di sekolah itu yang juga menyukai seorang Dennis.
Dennis sangat terkejut saat banyak sekali siswi-siswi yang datang menghampirinya. "Ehh ni apa-apaan nihh, udah dehh gua mau masuk ke kelas okee", Dennis mencoba mencari jalan keluar dari kerumunan itu.
Bersambung....
jangan lupa like nya...