
Vian tersenyum licik. Akhirnya dia bisa mendapatkan Arra dengan hanya cara yang sangat mudah, yaitu menculik Dennis.
"Cepat lepaskan mereka semua!", perintah Vian kepada preman-preman itu. Dennis sudah terbebas dari ikatan-ikatan tali tambang yang keras itu. Arra langsung memeluk Dennis. Dennis membalas pelukan Arra, sesekali Dennis membelai kepala Arra.
Tiba-tiba... Brukkk... Dennis pingsan saat masih di pelukan Arra. "Ya ampun Dennis!!", teriak Arra. " Denn, Denn, bangun!!!", Arra menepuk-nepuk pipi Dennis, namun Dennis tetap tak sadarkan diri. Dengan sigap Jino dan Nico langsung membopong Dennis menuju ke mobil. Arra berlari mengejar Dennis, namun tangannya ditahan oleh Vian.
"Lepasin!!", Arra menjerit kesakitan. "Lu nggak boleh ikut sama mereka. Sekarang lu itu udah jadi pacar gua!. Lu nggak boleh ngelanggar aturan gua!", ucap Vian dengan wajah liciknya.
"Apa? gue nggak boleh ngelanggar aturan lo?. Emang hubungan kita itu resmi apa!!. Emang hubungan kita itu tertulis di atas kertas!!. Nggak!, hubungan kita itu sebatas perjanjian supaya sahabat-sahabat gue semuanya itu dibebasin!. Dan hubungan kita cuma terucap di atas lantai kotor penuh debu ini doang!!", jawab Arra, dan pergi meninggalkan Vian.
"Oiya satu lagi!. Sekali lagi lo macem-macem di kehidupan gue!, gue bakalan pastiin, ayah lo nggak jadi CEO kaya dan terkenal lagi!. Perusahaan ayah lo itu ada di bawah kekuasaan Papah gue dan Ayahnya Dennis! Pahammm!!", bentak Arra. Vian mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah. "Awas ajah lu Arra. Lu nggak bakalan bisa lepas dari gua!", Vian tersenyum licik.
"Dennis...", Arra mengejar mereka dan masuk ke mobil. "Denniss, bangun Den...", Arra masih menepuk-nepuk pipi Dennis, namun masih tetap saja, Dennis tak terbangun dari pingsan nya.
Beberapa menit kemudian. Mereka telah sampai di Rumah Sakit. "Suster... Susterr", panggil Nico sambil membopong Dennis masuk ke ruangan UGD. Dennis langsung ditangani oleh dokter di ruangan UGD.
"Lo tenang yahh Ra, Dennis pasti baik-baik ajah kok", ucap Dona menenangkan Arra. "Tumben nihh Dona nggak marah sama Arra. Kayaknya dia udah tobat dehh", pikir Meyka sambil menatap Dona dengan tatapan sinis.
"Apaan lo Mey?, ngeliatin gue kek ngeliatin setan!", bentak Dona. "Hah!!, nggak Don. tumben lo lagi baeq sama Arra, biasanya lo itu musuhan mulu tuh sama Arra", bisik Meyka.
"Gue mau coba buat jadi orang yang baik sama Arra lahh Mey. Kan yaaa itung-itung buat tanda terimakasih gue sama dia. Kan dia udah nolongin gue sama lo juga kann", jawab Dona yang juga berbisik.
Arra masih terus menangis. Mereka berlima menunggu di depan ruangan pemeriksaan Dennis. Tak lama kemudian, Bu Meina menelfon Arra. Drtggg...Drtgggg..
"Hallo Assalamu'alaikum Tante", ucap Arra dengan nada lemas.
"Tante, Arra minta maaf yahh. Dennis sekarang ada di rumah sakit. Dennis disiksa sampe kehabisan nafas juga banyak luka memar di tubuhnya", jawab Arra, tak terasa air mata kembali menetes di pipi lembutnya.
Brukk.. Tanpa sadar Bu Meina menjatuhkan HP nya. "Ya ampun Bunda. Ada apa Bun??", tanya Dina langsung berlari menghampiri ibunya. "Ayo kita ke rumah sakit Din!", ucap Bu Meina sambil pergi mengambil kunci mobilnya.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...
MAAF YAHH UPDATE NYA LAMA😁
JANGAN LUPA DI-LIKE, KOMEN, DAN VOTE NYA JUGA YAHH
I LOVE U ALL❤🍎😚