Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 101



Semua siswa berkumpul di halaman sekolah. Tak terkecuali Vanno DKK. Tampak kepala sekolah naik ke mimbar untuk berpidato. "Kayaknya dia mau ngoceh dehh Fa", ucap Nico sembari menghela nafas kasar.


Raffa hanya menyenyumi gerutuan dari temannya itu. Para siswa sudah menunggu apa yang akan di katakan oleh kepala sekolah. "Baik anak-anak semuanya. Hari ini Bapak mau memberi informasi kepada kalian semua, bahwa, mulai nanti malam kalian harus pindah ke Asrama", ucap Kepala sekolah dan diikuti tepuk tangan oleh para guru mapel, guru BK, dan kepala sekolah sendiri.


Namun, kelihatannya para siswa tidak ada yang bertepuk tangan. "Yeayyy!!!, Horeee!!!. Kita pindaahhh!!", sorak sorai Chika secara tiba-tiba, membuat Meyka yang ada di sampingnya kaget.


"Ihh bikin kaget ajah dehh lo!!", gumam Meyka kesal. "Lhoo??, kok cuma Chika ajah siih yang seneng plus tepuk tangan?. Yang lainnya mana?", tanya Bu Venti. Tengok kanan, tengok kiri, tetap saja tidak ada yang mengikuti sorakan Chika. Karena merasa kasihan terhadap pacarnya dan para guru-guru, akhirnya Bagus pun ikut bertepuk tangan dan berpelukan gembira dengan Chika.


"Yeayyy!!!, akhirnya yang ditunggu-tunggu yaah Chikaku", kata Bagus sambil melompat-lompat kegirangan bak orang gila. Melihat Bagus dan Chika gembira, Adit, Vanno, Arra, Dona, dan Kinnara pun akhirnya ikut bertepuk tangan.


Semuanya ramai dengan tepukan tangan dari para siswa. "Dan juga selain itu, kita kedatangan siswa baru yang datang dari SMP NEGERI 3 IJAS. Dia adalah MELITHA DWIE CAHYANI dan TIARA HAYUNINGDYASIH RANIAWATI. Tepuk tangan untuk mereka berduaa", Para siswa terlihat bertepuk tangan dan bergembira atas kedatangan teman baru mereka.


Namun, dibalik itu, ada yang merasa tidak nyaman dengan kedatangan Melitha dan Tiara, yakni Jino. "Mereka berdua akan bertempat di kelas 8A", Jino bertambah tekejut dan hanya bisa melongo.


"Gawattt!!, dia bisa bikin masalah nihh!!. Gua harus bisa jagain Arra sepenuhnya", dalam batin Jino. Lolita berjalan mendekati Jino. "Jin, gawat nihh, kita harus bener-bener waspada!!", bisik Lolita di dekat telinga Jino. Jino menganggukan kepalanya.


Vanno mengangkat tangannya hendak bertanya. "Iyah Vanno, kenapa?, mau bertanya apa?", tanya Pak Kepala Sekolah. "Pak, kan ada murid baru, emang masih ada yang kosong buat mereka berdua?".


"Hohoho... Pertanyaan yang sangat valid no debat Vanno. Tentu masih ada dong. Kan di kelas kamu memang kurang dua siswa atau siswi kann", jawab Kepala Sekolah. "Ooohhhh, kurang duaa. Yaudah oke makasii Pak", jawab Vanno menganggukan kepalanya.


"Nahh, nanti kalo Bel berbunyi, silahkan kalian semua pulang ke rumah dan membereskan semua pakaian, Buku-buku, dan segala apapun yang mau kalian bawa ke asrama. Setelah itu Kira-kira setelah dzuhur kalian kembali ke sekolah. Dan kita ke asrama bersama-sama", perintah Kepala Sekolah.


"Ya siap Pak!", jawab semua siswa dari kelas 7A sampai kelas 9G serentak. Beberapa menit kemudian bel pun berbunyi, semua siswa berlari menuju ke kelas untuk mengambil tas mereka dan pergi pulang ke rumah masing-masing.


.


.


.


Arra, Aris, Dennis, Rifky, Raffa dan Reva pulang bersama, tak biasanya. "Ris, kok lu kek santai banget gitu siih??. Kita itu harus buru-buru tauu, kan ntar siang kita mau pindah", tanya Reva.


"Dia mahh biasa gitu Rev, dia itu kalo lagi ada yang diburu-buru selalu santai. Tapi palingan ntar kalo udah telat, dia marahin asistennya, hahahaha", ujar Arra, dan diikuti tawa yang lainnya.


"Apaan siih, nggak ihh", pipi Aris merona seperti jambu merah. Aris menghentikan jalannya sesaat, ia mengambil hpnya yang ada di saku celananya. "Haloo Kak Ega, tolong siapin baju-bajunya Aris, Buku-buku Aris, sama barang-barang yang lain yaah", diam-diam Aris menelfon asisten pribadinya. "Tuuhh kann, hahahahaah", tanpa sadar, ternyata teman-temannya yang lain sedang mendengarkannya menyuruh asistennya.


.


.


.


Dennis masih belum mau menghentikan sandiwaranya. Ia berencana untuk meledek Arra kembali. "Apaan lo liat-liat!!, mau gue pukul?", Arra terlihat begitu membencinya. "Iddihh tumben-tumbenan kalian berdua nggak romantis?. Biasanya nempel-nempel banget kek lem korea", ledek Aris. Arra hanya menghela nafasnya kasar.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE


I LOVE U ALL🍎❤🍎❤