Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 45



Lanjutt...


Pagi hari telah tiba. Hari itu adalah hari Jum'at, hari dimana kelas 8A atau kelas Dennis DKK itu jadwalnya berolahraga.


Vanno bangun lebih terlambat dari biasanya. Ia melihat jendela seperti sudah terbuka. Kicauan burung semakin keras. "Van... Vanno... Bangun Vanno..", panggil Bu Ratmi (Mamahnya Vanno) dari dapur bawah.


"Ihh, nih bocah yah. Kalo nggak diguyur pake air nggak bangun-bangun juga tuh anak. Vannooo!!", gumam Bu Ratmi sambil berjalan menaiki tangga menuju kamar Vanno dengan penuh geram.


"Heh Vanno!!", ucap Bu Ratmi membangunkan Vanno. "Iyah Mah, iyah Mahh. Ini juga Vanno lagi bangun", jawab Vanno masih setengah tidur.


"Bangun, bangun apaan, orang itu keliatan kamu itu masih tidur!", kata Bu Ratmi lagi. "Bentar ya Mahh, nyawa Vanno masih belom kumpul nihh", jawab Vanno ngawur. "Emang nyawa kamu kemana ajah?, ke Jerman?, ke Thailand?", tanya Bu Ratmi.


Vanno tak menjawab pertanyaan ibunya. "Ini udah jam berapa Mah?", Vanno balik bertanya. "Udah jam 6", jawab Bu Ratmi. Vanno langsung kaget dan langsung pergi menuju ke kamar mandi dengan tergesa-gesa.


"Mahh, baju olahraga aku tolong siapin yah Mahh", teriak Vanno yang sudah berada di Kamar Mandi pribadinya. "Ihh dasar ni anak yahh, udah dibilangin suruh bangun dari tadi juga", gumam Bu Ratmi.


Beberapa saat kemudian, Vanno sudah selesai mandi dengan sangat tergesa-gesa itu. Ia langsung berangkat ke sekolah. "Ettsss, kamu nggak makan dulu Van?", cegat Bu Ratmi.


"Nggak lah Mahh, aku udah telat nihh", jawab Vanno. "Ehh tunggu dulu, Mamah mau nyium badan kamu. Ihh kok masih bau siih??, kamu belom pake parfum yah??", kata Bu Ratmi.


Vanno mencium ketiaknya. "Ehh iyah yah Mahh, kok badanku masih bau?", Vanno berbalik tanya ke Bu Ratmi. "Ya mana Mamah tau lah Van", jawab Bu Ratmi. Vanno kembali ke kamarnya untuk mengambil parfumnya. "Mahh, kalo gini udah wangi belom?", tanya Vanno.


"Uhh... Kamu pake parfum sebotol yah?", tanya Bu Ratmi. "Lahh emangnya kenapa lagi Mah?, kan ini udah wangii", jawab Vanno. "Ini wangi banget, banget", kata Bu Ratmi. "Lahh udah lah biarin ajah, dari pada kayak tadi bau. Yaudah Mah, aku berangkat dulu, doain supaya lancar semuanya", jawab Vanno. "Iyah iyah, ati-ati Van", kata Bu Ratmi.


Rifky sudah berada di sekolah, meskipun hari kemarin ia habis pingsan. "Gua harus ngapain lagi yahh, supaya Arra itu bisa deket sama gua terus. Sialan emang tuh si Dennis, baru ajah rencana gua mau berhasil, eeehh malah gagal lagi gara-gara Dennis", gumam Rifky dalam hati.


"Ahaa, gua harus tanya sama Om Rudy nihh, gimana caranya supaya Arra itu lebih suka sama gua ketimbang Dennis", ucap Rifky. Namun, kata-kata Rifky terdengar oleh Nico, yang kebetulan sedang lewat di belakang Rifky.


"Hahh??, jadi kejadian kemaren bukan asli ada yang mau nyelakain Arra?, tapi itu semuanya suruhannya Rifky?. Wahh ini harus gua selidiki nihh", batin Nico. "Rifky??", panggil Nico, yang tersentak membuat Rifky terkejut. "Nicoo??!!", jawab Rifky terlihat panik.


"Waduhhh, kok Nico bisa ada di sini siih??, jangan-jangan dia denger apa yang tadi gua ngomong. Kalo iyah, gawat duhh!!", batin Rifky. "Rifky pasti panik, gua bakalan usut tuntas kasus ini, ternyata masih ada uler kasur yahh, ehh maksudnya musuh dalam selimut!", batin Nico.


"Lu kenapa Ky?, kok lu kayak panik gitu, emangnya ada apaan??", tanya Nico pura-pura tak tau. "Hahh. e..e..enggak, nggak ada apa-apa, gua cuma tadi kaget eee tiba-tiba ada lu gitu.", jawab Rifky masih panik. "Huhh... Kayaknya Nico nggak denger dehh, syukur dehh Alhamdulillah", batin Rifky.


"Lu tadi ngomong sendirian?", tanya Nico lagi. "Hahh, ohh nggak, cuma emm gua itu tadi bikin strategi buat main Futsal ntar hehehe, kan ntar mau ada pertandingan kann", jawab Rifky.


"Panik, panik dah lu Ky. Mangkannya jadi anak tuhh jangan jadi penghianat, awas ajah lu, kalo ketauan emang hianatin kita semua, bakalan gua remes-remes lu kayak Mie Kremes", Batin Nico.


Bersambung....


Jangan lupa like, komen, dan Vote nya


I Love U All ❤❤😘