Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 14.



Hari sudah pagi, Arra bangun dari tidurnya yang sangat nyenyak itu. Dia membuka jendela kamarnya yang menghadap ke jendela kamar Dennis.


Tanpa menunggu lama dia pun sudah rapi dan berangkat ke sekolah nya. Dia sangat menikmati jalanan yang dilaluinya.


Mobil mereka berhenti di lampu merah. "Siang hari ini, disini, bakalan ada suatu kejadian yang bakalan merubah suasana. Tapi suasana kacau itu cuma sementara, nggak akan lama. Karena orang yang terlibat di kejadian itu cepet sembuhnya", ucap Arra membuat bingung Pak Adjie dan Aris.


"Lu ngomong apaan siih Raa?, nggak jelas banget siih", jawab Aris. Arra seperti merasakan sesuatu akan menimpa dirinya.


"Nggak Ris, gue cuma ngasih tau ke lo ajah, kalo hari ini, dan disini, bakalan ada kejadian. Entah itu menimpa gue kek apa siapa gue nggak tau, tapi intinya disini bakalan ada kejadian", jawab Arra.


Aris tidak menghiraukan kata-kata Arra. Pak Adjie pun melajukan mobilnya. Mereka berdua sudah sampai di sekolah, mereka berpamitan kepada ayahnya itu.


Di sekolah.


Dona dan Meyka melihat Aris dan Arra masuk ke gerbang sekolah. "Arra udah dateng ke sekolah. Gue bakalan bikin dia, hancur hari ini", ucap Dona sambil terus memandangi Arra.


"Gue juga bakalan bikin Dennis nggak ada di sampingnya Arra waktu Arra hancur hahaha", tawa kejam dari Dona.


.........


Mereka sudah selesai melaksanakan jam pelajaran pertama nya. Bel istirahat berbunyi. Tidak seperti biasanya, Arra pergi ke kantin sendirian tanpa mengajak Dennis.


Dennis merasa kesal. "Ra", panggil Dennis. "Kok tumben siih lu nggak ngajak gua ke kantin?", tanya Dennis masih menjaga emosinya.


"Emang harus tiap hari gitu?, gue juga tau lo itu lagi ngerjain tugas kan, jadi ya gue pergi sendiri ajah. Gue takut ganggu lo", jawab Arra.


"Ya nggak gitu juga kalii. Lu harusnya nanya ke gua dulu dong, kan gua bisa ntaran ngerjainnya", ucap Dennis sudah mulai emosi.


"Udah lah yah Den, cuma masalah gitu doang lo marah, gimana mau masalah gede. Udah lah kita nggak usah deket-deket lagi", ucap Arra membuat hati Dennis terluka.


Arra meninggalkan Dennis sendirian di depan kelas. Dennis tidak menyangka Arra akan mengatakan hal itu. Dennis pun kembali ke kelas.


...................


Hari sudah siang setengah sore. Mereka pulang dari sekolah menuju ke rumah nya masing-masing.


Arra pulang sendirian karena Aris dijemput oleh supir pribadinya. Dennis tidak tega melihat Arra pulang sendirian. Dennis pun mengikutinya dari belakang Arra dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


"Inilah saatnya kamu hancur Arra", ucap pengemudi mobil yang akan menabrak Arra.


Dia akan membantu si tunanetra itu namun sayang, brakkk....! tiba-tiba dari arah berlawanan ada sebuah mobil yang melaju kencang. Sehingga membuat Arra jatuh dan terpental.


"Arraaaaaaa!!", teriak Dennis. Dennis pun langsung menghampiri Arra yang sudah tergeletak dengan kepala yang berlumuran darah.


Di rumah Arra, Ibu Erika sedang memotong bawang merah, tiba-tiba tangannya tergores pisau yang ia pegang. Aris langsung menghampiri Ibunya itu.


"Mahh, mamah nggak papa?", tanya Aris. "Mamah nggak papa, Mamah cuma ngerasa kayak ada sesuatu menimpa Arra deh", jawab Bu Erika.


"Ahh nggak ada apa-apa kok Mahh, palingan itu cuma pikiran Mamah ajah kali", jawab Aris mendinginkan perasaan Bu Erika.


Kembali ke Arra dan Dennis.


Tak lama kemudian, Ambulance pun datang menolong Arra. "Ayo cepet bawa dia ke rumah sakit", perintah Dennis. Dennis ikut juga ke Rumah Sakit.


.


.


.


.


.


.


.


Udah dulu yaa😉😁


Besok kita sambung lagi😁


Jangan lupa Vote yaa❤😜


Jangan lupa juga buat Komen dan Like nya😁😊😉😜