Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 35



Lanjutt....


Di hari itu, waktu istirahat lebih lama, karena para guru-guru sedang rapat di sekolah lain. Sedangkan di sekolah hanya ada 4 guru saja yang menjaga.


Vionna sedang berdiri memandangi buku yang ia tulis tentang Aris. Ia sudah memutuskan akan memberikan buku itu kepada Aris hari itu. Vionna mulai berjalan mencari keberadaan Aris.


Saat Vionna sampai di depan perpustakaan, alangkah terkejutnya ia. Vionna melihat Aris sedang duduk berdua dengan Viola, saudara kembarnya Vionna sendiri. Vionna lebih terkejut lagi saat mendengar Aris mengatakan I Love You kepada Viola.


Hati Vionna seakan teriris. Pulpen yang ia bawa bersamaan dengan buku diary itu, tiba-tiba terjatuh, membuat Aris dan Viola kaget dan langsung menatap Vionna.


"Vionna?!", Viola kaget, karena ia ketauan sedang berduaan dengan seseorang yang Vionna cintai. "Viola jahat!", ucap Vionna. Air mata Vionna langsung menetes di pipinya. Vionna pergi dengan air mata yang terus-menerus menetes.


"Vionna ini nggak seperti yang lo kira", teriak Viola sambil berlari mengejar Vionna. Aris masih berdiri mematung dan hanya melihat Viola dan Vionna berkejaran.


"Ini ada apaan siih, kok gua bingung yah", ucap Aris sambil menggaruk-garuk kepalanya. Aris pun pergi menuju ke kantin.


Viola berhenti mengejar Vionna. "Na, maafin gue. Gue bener-bener nggak tau kalo lo ada disitu juga", ucap Viola pelan sambil mengusap air matanya.


Vionna duduk lemas di depan kelasnya itu. Ia memandangi bukunya itu. "Vi, kenapa lo jahat siih sama saudara lo sendiri. Gue ini adek lo, kok lo bisa kayak gitu siih", Vionna terus menangis.


Dennis dan Arra sedang berjalan menuju ke kelas. Arra berhenti berjalan dan terus memandangi orang yang duduk di depan kelas itu. "Ada apaan siih Ra?, kok lu berhenti?", tanya Dennis.


"Vionna, lo kenapa??. Kok nangis siih??, ada apa cerita dong sama gue", ucap Arra mencoba menenangkan Vionna. "Raaa....", Vionna langsung memeluk Arra. "Gue sekarang udah hancur Ra.. Harapan gue selama ini sirna.. Nggak ada yang bisa gue harepin lagi..", ucap Vionna masih terus menangis.


"Hah!!... Maksud lu, lu hamil gitu?!", Dennis menduga-duga. "Ihh.. Dennis!!. Jangan berfikir yang nggak-nggak dongg, bukannya nenangin sepupu lo sendiri, malahan mikir yang nggak-nggak lagiii", Ujar Arra kesal.


"Ya kan dia bilang hancur katanya Ra", jawab Dennis. "Ya nggak hamil juga lah Den, mungkin kan bisa jadi putus cinta gitu", ucap Arra sambil berbisik.


"Ya tapi kan...", belum selesai Dennis melanjutkan kalimatnya, langsung dipotong oleh Vionna. "Gue nggak Hamil Dennis!!", bentak Vionna. Dennis dan Arra terkejut mendengar bentakan Vionna, karena mereka berdua baru pertama kali melihat Vionna sedang emosi sangat tinggi.


"Udah lah gue capek, nggak ada yang bisa ngertiin gue", ucap Vionna. Tiba-tiba, brakk.... Arra dan Dennis terkejut, Vionna membanting buku diarynya sendiri dan menginjaknya dengan penuh kemarahan.


Vionna pergi ke kelas. Ia berlari dengan air mata yang terus-menerus mengalir di pipinya yang manis itu. "Ra, lu tau nggak kira-kira Vionna itu kenapa yahh?", tanya Dennis. "Lahh gue juga nggak tauu, emangnya gue peramal apa?", jawab Arra.


"Kan lu indigo..", ucap Dennis lagi. "Indigo bukan berarti peramal lahhh", jawab Arra geram. "Yaudah yuk kita main", ajak Dennis tertawa. "Hayok main yuk", jawab Arra tertawa juga. Entah apa yang mereka tertawakan.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan like yaa


Jangan lupa vote juga..