Dennis Arra

Dennis Arra
Episode 12



Lolita sedang berjalan sendirian menuju ke kelas. Jino yang melihat Lolita sendirian langsung menghampiri nya.


"Hai Lolita", panggil Jino. Lolita sangat kaget, karena tiba-tiba ada Jino di belakangnya. "Ehh Jino, eheh", jawab Lolita sambil tersenyum ke Jino.


"Kita ke kelas bareng yuk Ta", ajak Jino. Lolita yang mendengar ajakan Jino, langsung tersenyum-senyum sendiri.


"Jino ngajakin gue nihh, duhh gue bisa degdegan nihh", gumam Lolita yang masih saja tersenyum-senyum sendiri. "Gimana?, mau nggak Ta?", tanya Jino lagi.


"Hah, emmm iyah...mau...kok", jawab Lolita. "Bismillah, awal yang baik buat ngedeketin Lolita. Moga berhasil Ya Allah", gumam Jino dalam hati.


Namun langkah Jino terhenti. Jino melihat Lolita masih tersenyum senyum sendiri. "Jangan-jangan Jino mau nembak gue lagi, gue harus siap. Gue nggak boleh degdegan, gue harus slow", pikir Lolita.


"Lolitaa, lu kenapa, kok senyum-senyum sendiri siih, ada masalah sama gua?", tanya Gino memecah lamunan Lolita.


"Hah, e...e...enggak kok, udah yuk kita jalan ajah, takutnya ntar bel bunyi lagi", jawab Lolita sedikit terbata-bata.


Beralih ke Dennis, Arra, dan Aris.


Dennis dan Arra sedang berjalan juga menuju ke kelas mereka. Tiba-tiba dari belakang ada yang mengagetkan mereka. "Dorrr", bentak Aris membuat jantung Arra seperti mau copot.


"Ihh, lo ngagetin gue ajah deh, hampir ajah jantung gue mau copot gara-gara lo. Huu dasar lo", ucap Arra kesal.


"Iya iya dehh, maapin ya Ra, Den hehehe. Ehh tapi kalian kok nggak ngajakin gua lagi siih!", kata Aris juga kesal. "Bodoamat wlee", jawab Arra sambil menjulurkan lidahnya.


"Ehh iyaa, ntar lo kalo mau pulang, pulang ajah dulu yah. Soalnya gue sama Dennis itu mau ekstrakurerkurer ehh ekstrakulerkurer ehh apaan yah", tambah Arra, namun dia tampak belepotan mengucapkan kata Ekstrakurikuler.


"Ekstrakurikurer ehh nggak tau lahh. Apaan siih namanya Den?", Aris juga tidak tau ternyata.


"Aduhh, kalian berdua itu yah. Namanya itu EKSTRAKURIKULER. Gitu ajah nggak tau, dasar kembar", Dennis menjelaskan.


"Ohh ekstrakuliner ehh apaan itu lah. Ya pokoknya, ntar itu kita mau latihan Bulutangkis lah. Jadi lo kalo ditanyain sama Mamah and Papah, jawabnya lagi ekstra gitu yaa okee", pinta Arra kepada Aris.


"Tapi kalo misalnya ntar hujan gimana, pasti kan kalian bakalan pulang agak sore kan. Gua bilangnya maen ke rumah temen ajah yaa", ucap Aris.


"Ihh jangan ngomong gituu Aris, bilang ajah latihan Bulutangkis udah gitu ajah, repot banget siih, cuma ngomong gitu doang", jawab Arra sedikit kesal.


Aris masuk ke kelas, dan diikuti oleh beberapa siswa lainnya termasuk Dennis dan Arra. "Violla, liat deh Aris. Duhh dia ganteng banget yahh, ahh jadi ngiler gue liatnya", ucap Vionna memuji Aris.


"Iddih biasa ajah kali. Gantengan juga Rifky. Dia itu yahh, udah ganteng, pinter, ahhh idaman gue banget lahh", jawab Violla tak ingin kalah dengan saudara kembarnya itu.


Tempat duduk Violla, Vionna, Lolita, dan Arra depan belakang. "Kalian lagi ngomongin apaan siih?, kok gue nggak diajak?", tanya Arra.


"Ya abisnya, lo itu sama Dennis mulu siih, jadi ya gitu dehh nggak kebagian cerita hahaha", jawab Lolita. Mereka pun tertawa bersama-sama.


Tak lama setelah bel berbunyi, guru mereka pun datang untuk mengajar.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen yaa😉


Jangan lupa Vote nya😊


Maaf kalo ada typo😁


Maklum kan baru belajar😜😁